Suka Mendaki Gunung? Simak 8 Sinyal SOS Tanda Keadaan Darurat

By |2019-07-11T15:44:41+00:00July 11th, 2019|Knowledge|

Mendaki gunung merupakan olahraga di kegiatan alam terbuka yang bisa dikatakan cukup ekstrem. Untuk itu, diperlukan cukup perbekalan, mulai dari fisik, perbekalan, hingga pengetahuan tentang bertahan hidup di alam bebas. Tidak ada yang dapat menyangka kejadian apa saja yang bisa terjadi di gunung. Untuk itu, kita hanya perlu mempersiapkan diri dari segala kemungkinan yang terjadi. Dalam kondisi darurat seperti tersesat dan membutuhkan bantuan dari penyelamat, kita perlu untuk menunjukan tanda-tanda atau sinyal SOS agar dapat mudah dan cepat ditemukan.

SOS adalah kode internasional yang menandakan keadaan darurat dalam sandi morse. Hal ini tidak berlaku di gunung saja namun di seluruh kegiatan darurat yang berada di alam bebas. Tanda SOS bisa ditunjukkan menggunakan cahaya senter, peluit, atau bendera. Namun selain itu, ada beberapa cara lain untuk menunjukkannya. Berikut 8 sinyal SOS tanda keadaan darurat yang harus diketahui.

Loading...

 

1. Api

Ketika hari sudah mulai gelap, cara terbaik untuk membuat sinyal darurat yaitu menggunakan api. Cara ini dapat dilakukan dengan membuat api besar dengan bentuk segitiga atau garis lurus sepanjang 25 meter. Buatlah api di tempat yang terbuka dan tidak tertutup pepohonan. Hal tersebut memungkinkan orang atau tim penyelamat menemukan kita. Jaga api tersebut agar tetap menyala dengan memberikan dedaunan ataupun kayu-kayu kering.

Ketika kamu dalam keadaan sendirian, kamu bisa membuat garis berbentuk lurus agar lebih mudah menjaganya. Selain itu, cara lain yaitu dengan membakar pohon untuk menarik perhatian. Pilihan ini bisa kamu lakukan jika keadaan benar-benar darurat. Namun yang harus diingat adalah pastikan pohon yang dipilih dalam keadaan terisolasi dan keberadaannya jauh dari pepohonan yang lain untuk menghindari kebakaran hutan.

 

2. Asap

Tanda menggunakan asap ini akan efektif di keadaan siang hari dan cuaca yang cerah. Asap dapat dijadikan untuk penarik perhatian agar dilihat oleh orang lain. Jika permukaan tanah berwarna cerah, cobalah membuat asap yg berwarna gelap, dan begitu pun sebaliknya. Asap putih dapat dibuat dengan hasil bakar dedaunan hijau, lumut atau sedikit air.  Jika kamu menambahkan karet atau kain yang dibasahi oli, maka kita akan mendapatkan asap yang berwarna hitam. Ketika membuat tanda berupa asap ini hal yang harus diperhatikan yaitu angin kencang dan hujan dapat membuyarkan asap, sehingga kecil kemungkinan untuk dapat dilihat.

 

3. Cermin

Photo by Inga Gezalian

Di siang hari, cermin bisa dijadikan sebegai peralatan untuk membuat sinyal darurat. Alternatif lainnya yaitu kita dapat menggunakan benda mengkilap lain yang dapat memantulkan cahaya dari sinar matahari. Arahkanlah kilatan cahaya pada helikopter, kapal, perahu atau posisi tim penyelamat sehingga dapat dengan mudah menemukan kita. Jika memungkinkan, carilah lokasi yang lebih tinggi dari area sekitarnya untuk menghindari kabut serta bayangan yang bisa menutupi kita.

 

4. Cahaya

Photo by Isaac Davis

Cahaya dari lampu senter atau headlamp dapat digunakan sebegai sumber penerangan ketika malam hari. Selain itu, cahaya ini bisa dijadikan juga sebagai tanda darurat atau SOS. Caranya yaitu dengan memberikan cahaya berwarna merah yang saat ini sudah tersedia di beberapa jenis senter, headlamp, maupun alat penerangan lainnya. Kamu juga bisa mengedipkan lampu senter sebanyak 60 kali per menit sebagai tanda memerlukan bantuan. Selain menggunakan senter, kamu juga dapat menggunakan pen flare, star cluster, dan sebagainya.

 

5. Suara Peluit

Photo by Hans

Sinyal suara adalah hal yang paling memungkinkan untuk jarak dekat. Peluit dapat digunakan untuk menunjukan keadaan darurat, dan suaranya dapat terdengar hingga jarak 1,6 km. Gunakan sandi morse dalam meniup peluit yaitu tiga bunyi pendek, tiga bunyi panjang, dan tiga bunyi pendek lagi (…—…). Tanda ini telah disepakati oleh berbagai perjanjian internasional perihal keadaan darurat.

 

6. Pakaian

Photo by Arın Turkay

Selain untuk menutupi bagian tubuh, pakaian juga berfungsi sebagai alat yang dapat digunakan di keadaan darurat. Pakaian yang disusuh pada permukaan tanah ataupun di atas pohon dapat menunjukan sinyal darurat. Gunakan pakaian dengan warna yang mencolok atau kontras dengan lingkungan sekitar. Caranya dengan myusun pakaian menjadi bentuk geometri besar yang dapat dilihat dari kejauhan. Selain pakaian, kamu juga dapat menggunakan alat lain seperti ponco, parasut, tenda, dan lain sebagainya.

 

7. Kain

Kain juga dapat digunakan sebagai penanda keadaan darurat. Gunakan juga kain dengan warna yang kontras dengan warna sekitar. Jika memungkinkan, taruhlah kain di atas pohon yang terlihat dari atas dan tidak tertutup pepohonan lain. Selain itu, kamu juga dapat meninggalkan jejak dengan menyobek sedikit kain dan mengikatnya pada batang pohon. Ini dapat memudahkan tim penyelamat menemukan kalian dan juga sebagai tanda apabila kamu ke tersesat dan ke tempat yang sudah kamu lewati sebelumnya.

 

8. Benda-Benda Alami

Photo by Ünsal Demirbaş

Kalau tidak memiliki peralatan atau perlengkapan lain yang tersisa, kamu bisa menggunakan benda-benda dari alam untuk mengirimkan sinyal darurat yang dapat dilihat dari udara. Kamu bisa membuat gundukan tanah yang dapat menimbulkan bayangan, semak-semak, dedaunan, atau batu. Kamu bisa membuat pola kontras dengan memotong atau menidurkan semak-semak.

 

Itulah 8 sinyal SOS sebagai tanda darurat yang harus diketahui oleh kamu yang sering melakukan kegiatan di alam bebas. Segala resiko dan kendala dapat terjadi, tapi dapat diatasi dan diminimalisir dengan pengetahuan yang kita punya.

Semoga bermanfaat!

Loading...