Sinusitis: 10 Fakta Mengenai Gejala, Penyebab dan Penanganannya

By |2018-11-08T04:09:48+09:00March 10th, 2017|Health|Comments Off on Sinusitis: 10 Fakta Mengenai Gejala, Penyebab dan Penanganannya


Source: Ryan somma

Sinus adalah rongga di belakang hidung, mata dan sekitar tulang pipi yang berfungsi untuk menghangatkan udara yang dihirup dari luar agar tidak terlalu menyengat paru-paru. Di samping itu, rongga sinus juga berfungsi untuk meresonansi suara, melindungi organ-organ lunak dan juga peredam trauma pada bagian wajah. Total ada 4 rongga sinus di kepala, yaitu di sekitar dahi (frontal), di setiap tulang pipi (maksilaris), diantara rongga mata (ethmoid) dan bagian belakang kepala (sphenoid).

Penyakit Sinusitis adalah infeksi yang terjadi dirongga-rongga sinus karena benda-benda yang masuk ke dalam rongga-rongga sinus. Saat infeksi dan peradangan terjadi, sering kali lendir memenuhi rongga-rongga tersebut dan menekan saraf-saraf serta organ disekelilingnya. Apabila infeksi menyebar, organ-organ lain juga dapat terinfeksi sehingga menimbulkan penyakit kronis seperti radang otak, kerusakan indra penciuman, infeksi mata hingga kebutaan. Pengobatan medis sangat disarankan segera dilakukan dari awal dan tuntas. Sepuluh fakta mengenaui Sinusitis ini dapat membantu untuk memahami lebih dalam dan mengerti gejala awalnya.

1. Gejala: Iritasi Pada Rongga Hidung


Source: voltamax

Awal dari infeksi sinusitis, sering kali dimulai dengan iritasi. Saat bernafas, benda-benda kecil di udara bisa saja ikut terhirup masuk ke dalam hidung. Benda-benda kecil tersebut dapat melukai dinding-dinding lunak rongga sinus dan menyebabkan iritasi diikuti pembengkakan. Hidung gatal, berair dan tersumbat karena iritasi bisa juga menjadi pertanda awal infeksi saluran pernafasan yang apabila menyebar sampai ke rongga sinus akan mengakibatkan Sinusitis.

2. Gejala: Pilek yang Tidak Kunjung Sembuh


Source:
william barley

Pilek atau rinofaringitis adalah infeksi saluran pernafasan yang disebabkan oleh virus dan menyebabkan hidung menghasilkan lendir. Namun saat lendir tersebut tidak kunjung habis, ada kemungkinan sudah menumpuk di rongga sinus dan menginfeksinya. Infeksi yang berlangsung kurang dari 30 hari disebut dengan Sinusitis akut, sedangkan yang berlangsung antara 1-3 bulan disebut Sinusitis subakut. Apabila berlangsung lebih dari 3 bulan, disebut Sinusitis kronis, dan bila terus menerus kambuh selama beberapa kali dalam setahun disebut Sinusitis kambuhan. Menurut tipe peradangannya, pilek juga bisa menjadi gejala Sinusitis terinfeksi dan tidak terinfeksi. Sinusitis yang timbul karena infeksi bakteri, virus dan jamur biasanya terjadi pada Sinusitis subakut dan kronis.

3. Gejala: Pusing, Mual,dan Pembekangkan


Source: geralt

Selain mengganggu aliran pernafasan dan membuat hidung berair dan berlendir (ingus), masih banyak gelaja-gejala lain yang lebih serius dari penyakit ini. Sakit kepala karena infeksi sinus akan sangat menganggu dan menyiksa. Selain itu, bisa juga terjadi pembengkakan di area hidung dan bawah mata, suhu badan naik, hidung buntu dan berair, batuk, sakit pada organ daerah kepala (menyerang saraf di gigi, mata dan telinga), hingga bau nafas tidak sedap. Lendir hidung yang keluar saat menderita sinusitis biasanya berwarna lebih pekat dan berbau.

4. Penyebab: Kebiasaan Merokok


Source: Geralt

Kebiasaan merokok akan sangat berpengaruh pada penyakit Sinusitis. Asap rokok yang masuk ke hidung, baik secara pasif maupun aktif bisa memicu terjadinya iritasi dan peradangan serius dalam rongga sinus. Selain itu, asap rokok juga bisa membuat cilia atau bulu-bulu halus hidung semakin kering, sehingga lendir jadi susah keluar. Banyaknya racun yang terkandung dalam asap rokok bisa memicu terjadinya infeksi bakteri atau virus di rongga sinus yang meradang. Merokok juga pada intinya sangat merusak sistem pernafasan secara keseluruhan.

5. Penyebab: Alergi Terhadap Lingkungan Sekitar


Source: Cenczi

Alergi terhadap lingkungan sekitar juga bisa menjadi penyebab timbulnya sinusitis. Beberapa orang alergi terhadap debu atau serbuk bunga tertentu yang menyebabkan hidung menjadi sangat sensitif ketika alergen tersebut terhirup masuk dalam hidung. Iritasi sinus yang disebabkan oleh alergi, selama tidak dibarengi infeksi dari virus, bakteri dan jamur bisa diatasi dengan cara alternatif. Misalnya dengan menggunakan air garam dan neti-pot, menghirup uap panas yang diberi minyak eucalyptus atau mint, atau mengkonsumsi obat anti alergi yang dijual bebas di pasaran.

6. Penyebab: Infeksi Jamur Pada Rongga Sinus


Source: Geralt

Sinusitis yang disebabkan oleh jamur terkadang sering disebut dengan Sinusitis Ethmoid. Sinusitis tipe ini akan menyerang ketahanan tubuh dan memicu tumbuhnya tumor pada rongga hidung dan polip. Jamur dapat masuk ke hidung melalui udara yang dihirup dan apabila saat itu sedang terserang flu, pilek, serta malnutrisi, maka jamur dapat masuk ke rongga sinus yang sedang meradang dan tumbuh di sana. Apabila positif ditemukan jamur pada hasil pemeriksaan medis, dokter mungkin akan menyarankan operasi agar tidak bertambah parah.

7. Penanganan: Pemeriksaan Mendalam Secara Medis


Source: Darkostojanovic

Sebelum pasien didiagnosa menderita sinusitis, dokter harus benar-benar memeriksa dan mengawasi kondisi pasien dalam jangka waktu tertentu. Sebabnya, hasil foto X-ray saja tidak cukup jelas menggambarkan pembengkakkan dan bisa menghasilkan diagnosa yang tidak tepat. Dokter biasanya mempertimbangkan bengkak kemerahan pada lubang hidung, kondisi sekitar mata dan pipi, serta menepuk daerah sekitar rongga sinus. Untuk memeriksa ada tidaknya infeksi bakteri atau virus, contoh dari lendir hidung harus diperiksa lebih lanjut. Selain itu, cara yang lebih akurat adalah dengan melakukan CT scan dan MRI, namun tentu saja pemeriksaan ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

8. Penanganan: Menjaga Kelembapan Rongga Hidung


Source: Aqua Mechanical

Menjaga kelembapan rongga hidung sangat penting untuk meringankan gejala sinusitis dan tidak memperparah infeksi. Sinus yang kering akan menyebabkan lendir semakin kental dan susah dikeluarkan. Selain itu, hidung yang kering akan mempengaruhi efisiensi bulu-bulu halus hidung atau cilia yang bertugas mengeluarkan lendir dari rongga-rongga sinus. Untuk mengatasinya, bisa memasang pelembab atau humidifier ruangan. Campurkan beberapa tetes minya eucalytus dalam air yang digunakan untuk mengisi humidifier agar udara menjadi segar dan meringankan gejala hidung buntu.

9. Penanganan: Antibiotik Bila Diperlukan


Source: Akuptosa

Penyakit sinusitis yang paling banyak ditemukan adalah infeksi yang disebabkan oleh virus. Virus ini bisa berupa flu biasa atau rhinovirus yang biasanya bisa diredakan dengan obat yang dijual bebas di pasaran. Penyakit sinusitis yang disebabkan oleh virus tidak akan mempan diobati dengan antibiotik, karena tidak direspon  oleh virus. Untuk Sinusistis oleh virus, maka dokter akan memberikan resep obat lain untuk meredakan peradangan dan infeksi. Antibiotik hanya diberikan bagi penderita sinusitis karena bakteri patogen. Oleh karena itu, sangat penting mengetahui jenis sinusitis yang menyerang sebelum memulai pengobatan agar efektif.

10. Penanganan: Cuka Apel dan Jahe Sebagai Alternatif


Source: wicherek

Cuka apel dan jahe ternyata dapat membantu meringankan gejala dan membantu mempercepat penyembuhan Sinusitis. 2-3 sendok makan cuka apel murni yang ditambahkan pada air panas atau teh dapat membantu mereddakan tekanan karena lendir yang berlebihan di dalam sinus. Sedangkan jahe memiliki zat anti peradangan alami serta antioksidan, aromanya yang tajam bisa merangsang rongga-rongga yang tersumbat lendir yang mengental. Campurkan dalam teh dicampur sedikit kunyit dan minum 1-2x sehari untuk membantu mengeluarkan lendir dan mengatasi mual karena pusing oleh sinusitis.

Sinusitis yang disebabkan oleh alergi dan virus flu, sebenarnya mudah disembuhkan apabila segera ditangani. Yang terpenting adalah mencegah infeksi lanjutan terjadi pada rongga-rongga sinus dengan segera menangani gejala-gejalanya. Perbanyak minum air putih dan juga rajin mengeluarkan lendir dalam hidung dengan lembut saat flu. Mencuci tangan sebelum dan sesudah membersihkan hidung yang tersumbat juga akan sangat membantu. Hentikan kebiasaan merokok dan jangan lupa segera minta bantuan medis sebelum infeksi Sinusitis menyebar.

Jangan pernah meremehkan penyakit flu dan gangguan pernafasan karena alergi. Tangani sedini mungkin untuk mencegah penyakit Sinusitis!

Loading...