Jangan Ngaku Pecinta Musik Indie Lokal Kalo Belum Dengar Artis-Artis ini!

By |2019-05-06T11:55:24+00:00May 6th, 2019|Entertainment|0 Comments

Photo by David Graciano

Keberadaan band indie di Indonesia kini berkembang semakin pesat dan tak sedikit yang masuk dalam salah playlist hits di JOOX atau Spotify. Ada banyak musisi indie yang berkualitas di Indonesia yang mungkin kamu belum tahu. Beberapa karya mereka dapat membangkitkan rasa nasionalisme dalam dirimu loh. Penasaran? Buat kamu yang ingin mengenal lebih dalam dengan artis-artis band indie nusantara, yuk simak artikel berikut ini!

 

Barasuara

Photo by fimela

Loading...

Band yang satu ini terdiri dari enam orang yaitu Iga Massardi sebagai vokalis sekaligus gitaris, TJ Kusuma sebagai gitaris, Gerald Situmorang pada bass, Marco Steffiano pada drum, Asteriska sebagai vokalis dan Puti Chitara sebagai vokalis.

Album pertama Barasuara dirilis pada tahun 2015 dengan judul “Taifun”. Album perdana dengan lagu utamanya yaitu “Bahas Bahasa” berhasil mendapatkan memenangkan penghargaan dari Anugerah Musik Indonesia dengan kategori karya produksi alternatif terbaik pada tahun 2016. Barasuara juga masuk ke dalam beberapa nominasi dalam penghargaan Indonesian Choice Awards dengan kategori Album of The Year 2016.

Perjalanan musik Barasuara tak hanya berhenti sampai situ, kini Barasuara kembali hadir dengan album barunya yang berjudul “Perjalanan dan Pikiran” yang dirilis pada 8 Maret 2019. Sebagian besar lirik lagu ditulis oleh Iga Massardi, sang vokalis sekaligus gitaris band tersebut. Menurutnya, album ini adalah gambaran soal kalut dan harapan yang dibungkus dalam bentuk musikal. Dalam album ini, Barasuara ingin menyuguhkan tentang kompleksnya perasaan, ekspektasi, kebahagiaan dan naik turunnya mental manusia.

Karya ciptaan Barasuara mampu membuat penikmatnya menghayati setiap lirik yang kaya akan sarat makna serta bahasa.

Buat kamu yang sedang sendu, coba dengerin lagu-lagu mereka seperti Bahas Bahasa, Sendu Melagu, Tarintih, Menunggang Badai, Guna Manusia, Api dan Lentera, Mengunci Ingatan dan Perjalanan dan Pikiran.

 

Fourtwnty

Photo by RiaRia

Dari banyaknya band indie di Indonesia, salah satu band yang kini naik daun yaitu Fourtwnty. Band ini dibentuk pada tahun 2010, band asal Jakarta ini merupakan gagasan dari Roby Geisha. Roby berperan sebagai producer, music director, dan composer dari Fourtwnty. Fourtwnty sendiri beranggotakan tiga orang yaitu Ari, Nuwi dan Roots.
Band Fourtwnty sukses dikenal pecinta musik Indonesia berkat lagunya yang berjudul “Zona Nyaman” dan “Fana Merah Jambu”. Bagi kamu yang udah nonton film Filosofi Kopi 2 pasti tidak asing mendengar lagu tersebut. Ya, lagu tersebut merupakan OST dari film “Filosofi Kopi 2: Ben & Jody”. Melalui musiknya, mereka memanjakan pendengarnya dengan nada-nada santai dan nyaman didengar oleh telinga. Mereka adalah musisi yang mendedikasikan dirinya untuk menyebarkan pesan toleransi, kedamaian dan pluralisme melalui musik serta lagu dengan konsep yang matang.

Buat kamu yang ingin tahu lebih dalam tentang musik, lagu serta instrumen yang dilantunkan oleh Fourtwnty, kamu bisa mendengarkan lagu yang berjudul Aku Tenang, Hitam Putih, Argumentasi Dimensi dan Diam Diam Ku Bawa.

Pembawaan lagunya yang santai dan penggunaan bahasa yang tepat membuat karya tersebut mudah dicerna oleh siapapun yang mendengarnya. Fourtwnty menghadirkan lirik-lirik cerdas yang berbeda dengan band biasanya. Instrumen musiknya mengalir tanpa kebisingan dan lirik-liriknya menyuguhkan kebahasaan yang efektif dan cerdas.

 

Efek Rumah Kaca

Photo by lorongmusik

Efek Rumah Kaca dikenal sebagai band yang menyuarakan kritik dan menangkap fenomena sosial lewat lagu-lagunya. Efek Rumah Kaca sendiri adalah grup musik indie yang berasal dari Jakarta. Beranggotakan Cholil Mahmud, Poppie Airil, Adrian Yunan Faisal dan Akbar Bagus Sudibyo, mereka dikenal oleh para pecinta musik di Indonesia karena lagu-lagu mereka yang banyak menyentuh dan memotret keadaan sosial masyarakat di sekitar mereka pada semua tingkatan.

Seiring dengan perjalanan karirnya, siapa sangka band indie ini pernah mengganti nama bandnya hingga tiga kali. Band yang terinspirasi dari The Smashing Pumpkins dan The Smiths ini dulu bernama Hush. Kemudian berganti nama menjadi Superego dan saat merilis album perdananya pada tahun 2007, barulah mereka memutuskan untuk menjadi Efek Rumah Kaca.

Sejauh ini, mereka telah mengeluarkan tiga album, yakni Efek Rumah Kaca (2007), Kamar Gelap (2008), dan Sinestesia (2015). Album terbarunya “Sinestesia” terdiri dari 6 track yang diberi judul Merah, Biru, Jingga, Hijau, Putih dan Kuning. Dalam album ini, Efek Rumah Kaca seakan mengajak pendengarnya untuk mendalami lebih jauh sisi musikalitas mereka. Dalam album ini, mereka juga kembali menghadirkan kritik sosial dan pesan-pesan politik dalam liriknya.

Musisi-musisi di atas membuktikan bahwa Indonesia ternyata memiliki band indie yang menghasilkan karya unik dan luar biasa. Dari beberapa musisi tersebut, siapa yang menjadi favoritmu?

Loading...

Leave A Comment