Elephantiasis? Ayo Baca 10 Infonya dibawahi Ini

By |2018-11-08T04:23:05+00:00March 13th, 2017|Health|


Source:Wellcome Images

Elephantiasis atau kaki gajah dalam bahasa Indonesia adalah penyakit infeksi cacing darah. Di Indonesia, penyakit ini masih dapa ditemukan. Sebaiknya anda mengetahui beberapa info mengenai kaki gajah di bawah ini.

1.Filaria


Source:Government Medical College, Kozhikode

Loading...

Kaki gajah disebabkan oleh infeksi cacing darah. Dalam dunia kedokteran, infeksi kaki gajah ini dinamakan filariasis karena penyebabnya ada sejenis cacing filaria. Cacing ini terdiri dari Wucheria bancrofti, Brugia malayi, Brugia timori, dan lain- lain. Cacing ini memiliki dua fase hidup yaitu fase seksual dalam tubuh manusia dan fase aseksual pada tubuh nyamuk. Selain menginfeksi darah, cacing ini menginfeksi cairan limfe.

2.Ditularkan Nyamuk


Source:Tom

Nyamuk menjadi host intermediet artinya menjadi tempat hidup perantara dari mikroogranisme penginfeksi, yaitu cacing filaria. Cacing filaria muda yang bernama mikrofilaria akan memasuki tubuh nyamuk melalui hisapan dari darah manusia yang terinfeksi filaria. Pada nyamuk, mikrofilaria akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan menjadi larva filariform yang infektif pada hari ke-10. Setelah tumbuh cukup besar, cacing akan mengikuti aliran darah nyanmuk dan berakhir pada kelenjar ludah nyamuk. Jenis nyamuk yang menjadi host perantara adalah nyamuk culex, anopheles, dan aedes.

3.Di dalam tubuh kita


Source:luxstorm

Manusia adalah host definit cacing filaria dimana pada tubuh manusia terjadi fase hidup seksual antara cacing betina dan cacing jantan. Setelah cacing betina dan jantan melakukan hubungan seksul, cacing betina akan melahirkan mikrofilaria, cacing ini memiliki jenis berkembangbian bertelur dan melahirkan. Sesuai dengan sifat munculnya mikrofilaria dalam darah tepi, mikrofilaria akan berada pada darah tepi pada waktu- waktu tertentu. Bila mikrofilaria ditemukan berada dalam darah tepi penderita terutama pada waktu malam hari disebut nocturnal periodic. Jumlah mikrofilaria meningkat mencapai puncaknya pada waktu tengah malam dan mulai berkurang hingga mencapai jumlh minimum pada siang hari. Jika sebaliknya disebut diurnal periodik.

4.Bengkak


Source:wellcome images

Infeksi ini adalah tidak akan memberikan gejala hingga sekitar 1-3 bulan setelah tubuh manusia terinfeksi. Manusia kan tersadar jika teriinfeksi filaria ketika timbul  bengkak terutama pada kaki. Bengkak bisa terjadi pada satu kaki atau dua kaki. Selain bengkak pada kaki, infeksi filaria dapat menyebabkan bengkak pada buah zakar pada pria. Karena gejala ini, infeksi filaria disebut kaki gajah. Di Indonesia, infeksi cacing darah masih banyak di pulau Sulawesi. Di Sulawesi, cacing yang menginfeksi bernama loa-loa.

5.Keradangan


Source: wellcomeimages

Keradangan pada infeksi cacing filaria terjadi karena mekanisme alergi. Tubuh terlalu peka terhadap zat-zat metabolit yang berasal dari larva cacing darah yang sedang tumbuh dari cacing betina yang melahirkan dan bertelur mikrofilaria, atau dari cacing dewasa yang hidup dan cacing filaria yang mati. Keradangan dikarenakan infeksi kedua yang disebabkan oleh bakteri atau jamur pada kaki yang membengkak. Keradangan akan memberikan gejala berupa kaki  bengkak dan kemerahan pada bagian yang terinfeksi terutama kedua kaki.

6.Penyumbatan


Source:Internet Archive Book Images

Penyumbatan dapat terjadi akibat perubahan pada dinding pembuluh limfe manusia. Sel- sel pada dinding pembuluh limfe akan mengalami pembelahan yang meningkat  karena proses inflamasi. Inflamasi akan menyebabkan luka pada dinding pembuluh limfe sehingga dapat terjadi pembentukan jaringan parut pada kelenjar limfe. Jaringan parut terjadi karena proses inflamasi atau keradangan yang berulang- ulang dan bertahun- tahun. Penyebab tersumbat lainnya adalah karena tubuh cacing itu sendiri yang menyumbat pembuluh limfe. Penyumbatan ini dapat terjadi bertahun-tahun dan memerluka jumlah cacing yang banyak.

7.Tanpa Gejala


Source:hdptcar

Di beberapa daerah di Indonesia masih endemi infeksi cacing ini, anak-anak mungkin dapat terinfeksi penyakit sejak usia dini. Pada usia 6 tahun, dapa ditemukan cacing muda atau mikrofiaria pada pemeriksaan dara mereka, walaupun penemuan tersebut tanpa gejala. Hal ini disebabkan karena tingginya jumlah kasus infeksi cacing filaria. Selain itu juga ditemukan jumlah sel darah putih eosinofil yang cukup banyak. Karena tanpa gejala ini, sering kali infeksi filaria terjadi berkali- kali dalam diri seseorang. Infeksi berulang ini dapat merusak dinding pembuluh limfe.

8.Pemeriksaan darah tepi


Source: PublicDomainPictures

Pemeriksaan darah tepi dilakukan dengan mengambil darah pasien dan dibuat sediaan untuk dilihat dibawah mikroskop. Pemeriksaan ini didasarkan pada periode masa munculnya mikrofilaria di dalam darah tepi. Wucheria bancrofti memiliki periode nocturnal artinya cacing muda atau mikrofilarianya lebih mudah ditemukan pada darah yang diambil pada waktu malam hari. Sedangkan pada cacing filaria loa-loa, cacing muda atau ikrofilaria muncul pada siang hari. Jika darah diambil pada iang hari, dapat tedeteksi cacing pita. Namun, jika sampel darah diambi pada malam hari mungkin tidak ditemukan adanya cacing muda.

9.Tes Hitung Darah


Source:Bobjgalindo

Darah dilakukan pemeriksaan dengan hitung jenis darah tepi. Infeksi cacing akan membuat tubuh memproduksi sel darah putih yang lebih banyak dari biasanya. Terutama pada sel darah eosinofil. Sel Eosinofil akan mengeluarkan histamin yaitu zat kekebalan tubuh yang spesifik untuk dalam melawan parasit. Parasit adalah hewan selain bakteri dan virus yang ukurannya lebh besar dan menginfeksi manusia. Parasit pada kasus ini adalah cacing. Nilai normal hitung jenis eosinofil adalah 2-5 sel/mm3.

10.Terapi


Source:Kiran Foster

Untuk mengobati penyakit kaki gajah dapat dilakukan dengan pengobatan dan pembedahan. Pembedahan dilakukan jika kaki gajah sudah terlalu besar dan sudah terlalu lama menginfeksi manusia. Sedangkan jika masih awal ditemukan penyakit infeksi filaria, dapat diobati dengan obat filarisida, yaitu diethyl carbamazin, preparat arsen, suramin, corticosteroid, dan antibiotika. Selain pengobatan, pencegahan infeksi ini dilakukan dengan pemberantasan nyamuk yang menjadi media penularan.

Penyakit ini masih banyak ditemui di Indonesia. Ada baiknya anda melindungi diri dengan memberantas nyamuk penyebar infeksi filaria.Selamat Membaca!

Loading...