AIDS,Kenali 10 Gejala Awal dan Penyebabnya

By |2018-11-08T04:22:48+00:00March 13th, 2017|Health|


Source:Jacinta Iluch valero

HIV-AIDS adalah sindrom penurunan imun sehingga manusia menderita sejumlah penyakit infeksi dalam tubuhnya. Penyakit AIDS biasanya baru diketahui 10 tahun setelah terinfeksi virus HIV. Untuk lebih mengenal dan mengetahui penyakit ini, simak beberapa gejala infeksi HIV-AIDS dibawah ini.

1.Gejala umum


Source:kristi611

Loading...

Pasien HIV-AIDS dapat datang dengan gejala yang bermacam- macam dan bervariasi. Biasanya, mereka datang berobat dengan gejala demam atau diare (terus-menerus atau intermiten) yang lebih dari satu bulan. Keluhan ini disertai dengan kehilangan berat badan (BB) lebih dari 10% dari BB dasar. Gejala ini awalnya mungkin dapat membaik dengan pengobatan dasar dari gejala ini. Namun, dapat kambuh dalam waktu yang singkat dan jika sering kambuh perlu dicurigai adanya sindrom penurunan imun.

2.Tidak bergejala dan limfadenitis generalisata


Source:James Heilman

Walaupun lamanya waktu dari saat terinfeksi hingga timbulnya gejala bervariasi pada setiap orang, namun waktu rata-rata masa tanpa gejala pasien yang terinfeksi virus HIV-AIDS adalah 10 tahun. Pada masa tanpa gejala virus HIV bereplikasi dengan cepat. Kecepatan replikasi berhubungan dengan jumlah virus RNA. Selain virus yang bereplikasi, pada masa ini jumlah leukosit dengan reseptor CD4 menurun 50 sel/ul tiap tahunnya. Pada keadaan ini kadangkala hanya terlihat pembengkakan kelenjar limfe yang ada pada tubuh.

3.Gejala pada kulit


Source:Intermedichbo

Gejala kulit pada pasien HIV terjadi >90% pada pasien. Mulai dari ruam merah yang berukuran kecil hingga ruam mereha diselurh tubuh. Penyakit kulit yang biasanya muncul adala dermatitis seboroik, folikulitis dan infeksi oportunistik. Dermatitis seboroik terjadi pada 3% populasi umum dan lebih dari 50% pasien dengan infeksi HIV. Dermatitis seboroik berbentuk ruam kemerahan dengan serum kering yang berwarna seperti minyak. Sedangkan folikulitis adalah infeksi bakteri pada kulit yang memeiliki folikel rambut/ akar rambut. Dan infeksi oportunistik contohnya seperti infeksi jamur.

4.Gangguan pernafasan


Source:Eneas De Troya

Penyakit pernafasan yng sering terjadi pada pasien dengan infeksi HIV adalah bronkitis akut dan sinusitis. Sinusitis adalah peradangan pada lapisan yang ada di rongga sinus yang berada di tulang wajah. Gejala sinusitis adalah demam, hidung buntu dan sakit kepala. Pada orang yang terinfeksi HIV, infeksi sinus tidak hanya disebabkan oleh bakteri namun juga oleh jamur.Sedangkan bronkiti adalah infeksi pada selauran pernafasan besar. Komplikasi ata penyulit dari gejala respirasi adalah pneumonia, infeksi bakteri atau jamur pada jaringan paru. Oleh masyarakat awam sering disebut paru-paru basah.

5.Gangguan saraf


Source:kishjar?

Masalah pasien HIV pada sistem saraf dapat terjadi karena memang ada kelainan ada jaringan saraf atau merupakan proses patogenik pada infeksi HIV atau infeksi oportunistik dan atau keganasan. Infeksi oportunistik pada sistem saraf pasien HIV adalah infeksi toksoplasma dan cryptococcosis. Toksoplasma adalah sejenis mikroorganisme yang ditularkan melalui feses kucing. Gejala yang diderita dapat berupa nyeri kepala hebat dengan kejang. Selain infeksi, pasien HIV dapat mengalami demensia dan penurunan kemampuan kognitif.

6.Kelainan darah tanpa sebab


Source:Ed Uthman

Kelainan darah pada pasien HIV berupa anemia, leukopenia dan trombositopenia. Anemia merupakan keabnormalan darah pada pasien HIV yang paling umum.Anemia adalah kekurangan sel darah merah. Anemia pada infeksi HIV disebabkan karena efek samping obat, infeksi jamur dan bakteri TB sistemik, kekurangan nutrisi dan infeksi virus parvovirus B19. Leukopenia adalah kekurangan sel darah putih. Sel darah putih adalah target penyerangan infeksi HIV. Sedangkan trmbositpenia adalah kekurangan sel trombosit dimana sel in berguna dalam proses pembekuan darah.

7.TB ekstra paru


Source:By Otis Historical Archives Nat’l Museum of Health & Medicine

Tb ekstra paru adalah infeksi bakteri mikobakterium tb pada jaringan selain jaringan paruInfeksi ini dapat terjadi pada kelenjar limfe, tulang, ginjal dan selubung perut. Yang paling sering adalah pada tulang terutama tulang vertebra. Infeksi kuman TB pada tulang vertebrata disebut spodilosis TB. Bakteri yang menginfeksi tulang akan menyebabkan infeksi tulang dan menyebabkan tulang menjadi berbentuk sudut yang disebut gibbus. Jika pasien HIV sudah menderita penyakit ini maka stadium penyakit HIVnya adalah grade III.

8.Imunologi


Source:NIAID

Hitung jenis sel leukosit CD4 adalah tes laboratorium yang secara umun diterima sebagai indikator terbaik dari adanya gangguan pada status imunologi seseorang, terutama pada pasien infeksi HIV. Pengukuran ini secara langsung dibuat dengan menghitung prosentase sel T CD4. Berdasarkan sebagian besar pedoman, hitung jenis CD4 kurang dari 350 sel/ul adalah indikasi dimulainya terapi obat HIV yang disebut antiretroviral. HIV termasuk dalam kelompok retrovirus. Sedangkan, jika terjadi penurunan CD4 >25% peru dilakukan perubahan jenis obat antiretroviral.

9.Tes sensitivitas HIV


Source:DrakoStajanovic

Tes sensitivitas HIV, menurut pedoman nasional terdapat 3 sasaran. Program ini bertujuan agar diagnosis HIV pada 3 titik tangkap pemeriksaan sensitivitas antibodi. Uji sensitivitas antibodi infeksi HIV menggunakan reagen fase cepat atau ELISA. Untuk target pertama, pemeriksaan yang dilakukan mengutamakan sentivitas 99%, artinya pemeriksaan ini cepat memberikan hasil positif. Sedangkan untuk sasaran ke 2 dan ke 3 yang dicari adalah spesifisitas 99%, artinya pada pemeriksaan hasil positif harus menunjukan hasil yang spesifik infeksi HIV

10.Virus HIV


Source:Bill Branson

Virus HIV memiliki kepanjangan yaitu Human Immunodeficiency virus. Virus ini termasuk virus RNA dimana virus ini memerlukan sel hidup untuk bertahan hidup. Virus ini dapat mati jika terkena sinar matahari. Virus HIV akan mengganggu pembentukan protein sel yang diinfeksi dalam hal ini adalah sel darah putih limfosit CD4. Virus ini ditularkan melalui cairan tubuh lewat hubungan seksual, plasenta, jarum suntik yang digunakan berulang dan transfusi darah.

Itulah tadi serba-serbi mengenai infeksi virus HIV. Infeksi HIV tidak mudah menular tanpa melakukan aktivitas yang berisiko tinggi infeksi HIV. Berjabat tangan dengan penderita asalkan pada tangan anda tidak ada luka merupakan hal yang tidak menular.Semoga anda sehat selalu!

Loading...