15 Hewan yang Dilindungi di Indonesia

By |2018-11-08T17:00:59+00:00March 26th, 2017|Knowledge|


Source: Kaz

Istilah “langka” sebenarnya tidak dikenal dalam dunia konservasi. Spesies “terancam” adalah istilah yang digunakan untuk mengenali status hewan-hewan yang kini dilindungi oleh pemerintah ini. Berikut ini kami berikan daftar hewan-hewan yang dilindungi di Indonesia karena jumlahnya yang semakin langka:

1. Mola-Mola


Source: Common Wikipedia

Loading...

Mola-mola atau sunfish (ikan matahari) ini mungkin salah satu hewan bertulang belakang terbesar di dunia. Bobotnya bisa mencapai 2000 kg dan panjangnya mencapai 3 meter. Bentuknya bulat seperti matahari. Para penyelam di Bali biasanya mendapatkan kesempatan untuk melihat hewan menakjubkan ini. Populasinya kini banyak berkurang disebabkan oleh perburuan secara ilegal.

2. Komodo


Source: Mark Dumont

Kadal raksasa ini dikenal sebagai spesies kadal terbesar yang pernah ada. Panjang rata-rata komodo dapat mencapai 3 meter dan beratnya dapat mencapai 60 kilogram. Komodo atau Komodo dragoensis dapat ditemukan di Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur. Pulau ini merupakan habitat asli hewan karnovira ini, sekaligus merupakan Taman Nasional Komodo di Indonesia. Para ahli mengatakan bahwa kadal ini adalah hewan zaman prasejarah yang masih eksis hingga kini. Komodo juga merupakan hewan pemakan bangkai, dia dapat memangsa hewan yang lebih besar dari tubuhnya. Di dalam mulut komodo terdapat ribuan bakteri, dan gigitan komodo dapat menyebabkan infeksi hingga kematian.

3. Orangutan


Source: Unsplash

Primata satu ini dapat dibedakan dari primata lainnya dari rambutnya yang panjang dan berwarna cokelat kemerahan di seluruh tubuhnya. Orangutan terbagi dalam dua jenis, yaitu Pongo pygmaeus (orangutan Borneo/Kalimantan) dan Pongo abelii (orangutan Sumatera). Mereka tinggal di hutan hujan tropis dan memakan berbagai macam buah. Hewan ini dilindungi karena jenis orangutan Sumatera saat ini populasinya hanya tinggal 500 ekor akibat hutan tempat tinggal mereka berkurang drastis karena dijadikan perkebunan kelapa sawit. Betinanya hanya berkembang biak selama 7-8 sekali sehingga kehilangan seekor orangutan saja sudah menjadi ancaman kepunahan.

4. Harimau Sumatera


Source: Skeeze

Tahukah kamu kalau, seperti sidik jari manusia, tidak ada dua harimau yang memiliki pola atau garis-garis yang sama persis di tubuhnya?
Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) memiliki ukuran terkecil di spesies harimau. Namun begitu, Harimau Sumatera adalah mamalia daratan terbesar yang hanya memakan daging. Ironisnya, hanya ada sekitar 500 spesies hewan ini di alam liar. Penggundulan hutan, penebangan dan perburuan ilegal adalah penyebab utama kelangkaan hewan cantik ini.

5. Kupu-Kupu Sayap Surga


Source: Joe Mabel

Kupu-kupu ini memiliki nama latin Ornithoptera paradisea, yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan Paradise Birdwing. Dia dapat ditemukan di Papua dan banyak diburu untuk dijadikan bahan koleksi. Kupu-kupu jantannya berwarna dan bercorak lebih cantik ketimbang yang betina. Paradise Birdwing dikenal sebagai kupu-kupu besar karena panjangnya bisa berkisar antara 14 hingga 19 cm.

6. Belalang Anggrek


Source: Pavel Kirillov

Belalang Anggrek (Orchid Mantis) atau Hymenopus coronatus adalah serangga berwarna merah jambu dan putih yang bercuping di bagian kaki-kakinya, sehingga mirip seperti bunga. Meski spesies tidak tinggal/menempel pada anggrek, namun bentuknya amat mirip dengan bunga terutama anggrek. Hewan ini dapat ditemui di Sumatera dan Malaysia, tapi karena dia teramat kecil (yang jantan hanya sepanjang 2,5 cm dan yang betina 6-7 cm) maka sulit sekali untuk ditemukan.

7. Anoa


Source: The Land

Anoa dikenal sebagai banteng mini, atau sapi hutan. Dia tinggal di hutan hujan tropis di pulau Sulawesi, baik di dataran tinggi maupun rendah. Anoa dewasa dapat berlari begitu cepat hingga 10 km/jam. Sayangnya, penduduk setempat memburu hewan ini untuk dimakan. Hal ini menyebabkan populasinya terus menurun dengan cepat dan tidak ada tanda-tanda meningkat setiap tahunnya. Bubalus depressicornis ini memiliki tanduk yang tajam yang dapat tumbuh hingga 30 cm panjangnya.

8. Elang Jawa


Source: Midori

Elang Jawa merupakan elang berukuran sedang (tinggi sekitar 60 cm) yang dapat ditemukan di pulau Jawa, Indonesia. Kondisinya terancam karena habitatnya dirusak; hutan tempat tinggalnya digunduli, adanya perubahan iklim, dan perburuan ilegal membuat populasinya kian berkurang. Elang ini sengaja ditangkap untuk dipelihara atau dijual. Kini hanya ada sekitar 250 spesies Elang Jawa di alam liar.

9. Singapuar


Source: Sakurai Midori

Singapuar (Tarsius bancanus) adalah hewan kecil bermata lebar (diameternya sekitar 16 mm), berekor panjang (antara 135-275 mm), dan berbobot amat ringan (sekitar 80-160 gram) yang biasa ditemukan di pulau Sumatera atau Kalimantan. Dia juga dikenal sebagai primata terkecil di dunia. Singapuar adalah hewan nocturnal, yaitu hewan yang berburu di malam hari, dan memakan serangga kecil. Matanya yang lebar digunakan untuk memburu dan mengejar mangsanya.

10. Babirusa


Source: Masteraah

Babirusa masuk dalam keluarga babi dan ditemukan di Wallasea, kepulauan Sulawesi. Dia mudah dikenali melalui gading yang di bagian depan wajahnya. Babyrousa babyrussa memakan buah-buahan, tanaman, jamur, dan dedaunan. Perburuan adalah ancaman utama bagi babirusa, disamping berkurangnya habitat mereka, sehingga mengurangi tempat mereka berlindung dan membuat mereka semakin terekspos oleh pemburu.

11. Bekantan


Source: PublicDomainPictures

Bekantan, atau kera proboscis (Nasalis larvatus) adalah kera berhidung panjang dan besar serta tubuhnya berwarna merah kecokelatan dan tinggal di pulau Kalimantan, di area bakau. Makanannya adalah buah-buahan dan dedaunan. Angka populasi mereka di tahun 1977 adalah 6700 dan kini hanya ada sekitar 1000 ekor, hal ini disebabkan oleh penanaman kelapa sawit di hutan-hutan tempat mereka tinggal. Perburuan bekantan juga dilakukan karena dagingnya digunakan sebagai santapan dan juga pengobatan tradisional a la Cina.

12. Cendrawasih Hijau


Source: Pixabay

Cendrawasih hijau jantan dapat tumbuh hingga 3 meter bila panjang ekornya turut diukur. Bulu-bulunya yang cantik digunakan untuk menarik perhatian si betina yang berukuran relatif lebih kecil dan corak bulunya kurang menarik. Hewan ini dapat ditemui di pulau Jawa. Populasinya juga sudah menurun drastis akibat perdagangan dan perburuan ilegal guna mendapatkan bulunya.

13. Badak Jawa

Populasi badak Jawa di alam liar kian menyusut dari tahun ke tahun karena penduduk setempat memburu badak ini untuk mengambil culanya guna dijual dan dijadikan koleksi. Terima kasih pada Taman Nasional Ujung Kulon yang menjadi konservatori bagi spesies ini, tahun lalu dikabarkan telah menaungi sekitar 63 ekor badak. Keberadaan badak juga terancam karena sumber pakannya yang semakin berkurang.

14. Jalak Bali


Source: Sakurai Midori

Burung ini merupakan burung khas daerah Bali. Bulunya berwarna putih dengan warna biru di sekitar area mata, namun kakinya berwarna keabu-abuan. Burung ini banyak diburu untuk dijadikan peliharaan dan kini hanya ada sekitar 1000 ekor Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) di alam liar. Burung cantik ini juga banyak diburu karena ditengarai memiliki suara yang merdu.

15. Penyu


Source: Bphelan

Penyu merupakan salah satu makhluk kuno di dunia ini. Spesies yang dapat ditemukan hari ini diperkirakan sudah ada di bumi selama 110 juta tahun, yaitu sejak zaman dinosaurus. Warnanya bervariasi antara kuning, hijau, dan hitam, bergantung pada spesiesnya. Enam dari tujuh spesies penyu di dunia kondisinya kini terancam akibat ulah manusia.

Sedih bukan mengetahui hewan-hewan di atas kini jumlahnya berkurang drastis yang mayoritas penyebabnya adalah manusia? Mari kita lindungi mereka yaitu dengan tidak berpartisipasi merusak tempat tinggal mereka, atau bila kamu mengetahui ada yang sengaja memperjualbelikan hewan-hewan ini secara ilegal, kamu bisa melaporkannya ke pihak berwajib. Ayo kita jaga dan sayangi makhluk hidup di sekitar kita.

Loading...