15 Fakta tentang Pakaian Adat Jawa Tengah

By |2018-11-08T21:57:45+00:00April 9th, 2017|Fashion, Knowledge|


Source: mister ony

Sebagai suku mayoritas di Indonesia, kamu tentunya sudah tak asing lagi dengan kebudayaan Jawa yang cukup dominan di Indonesia. Pakaian Jawa kini tidak saja digunakan oleh orang suku Jawa lho. Pakaian Jawa seperti kebaya telah menjadi kebudayaan nasional yang digunakan di Indonesia. Ada banyak fakta menarik tentang pakaian adat Jawa. Simak 15 fakta tentang pakaian adat Jawa berikut ini:

1. Jawi Jangkep

https://www.instagram.com/p/BPyw5dchRIf/

Loading...

Jawi Jangkep adalah pakaian adat resmi di daerah Jawa Tengah untuk kaum pria. Sesuai namanya, Jawi berarti Jawa, Jangkep berarti lengkap. Maksudnya adalah pakaian Jawa yang lengkap, termasuk baju beskap sebagai atasannya, kain jarik sebagai bawahannya, blangkon sebagai penutup kepala, dan perangkat lainnya seperti keris dan alas kaki. Untuk alas kakinya biasanya disebut dengan cemila.

2. Blangkon


Source: Crisco 1492

Salah satu bagian dari pakaian adat Jawi Jangkep adalah Blangkon. Blangkon merupakan penutup kepala tradisional yang biasa digunakan oleh para pria, terutama sebagai pelengkap dari pakaian adat. Blangkon biasanya terbuat dari kain batik dan memiliki bentuk yang khas yaitu tonjolan yang ada di bagian belakangnya. Berdasarkan bentuk dan asalnya blangkon dibagi menjadi 4, blangkon Ngayogyakarta, blangkon Surakarta, blangkon Kedu, dan blangkon Banyumasan.

3. Kemben

https://www.instagram.com/p/BSQXOe5jzkP/

Kemben adalah salah satu pelengkap dari pakaian adat Jawa Tengah untuk para wanita. Kemben merupakan penutup dada yang terbuat dari kain panjang dan dililitkan di tubuh pemakainya mulai dari daerah dada sampai ke bagian pinggul. Selain untuk pakaian adat, kemben juga biasa dipakai para wanita Jawa untuk kegiatan sehari-hari. Bahkan dewasa ini banyak model kemben yang dikembangkan menjadi lebih modis dan trendi.

4. Kuluk


Source: Escapade

Seperti halnya blangkon, kuluk juga merupakan penutup kepala bagi pria Jawa. Kuluk adalah kopiah kebesaran yang biasanya berbentuk kaku dan tinggi, digunakan oleh pengantin pria dalam momen tertentu di upacara pernikahan adat Jawa. Selain itu kuluk juga digunakan oleh raja dalam berbagai upacara yang diadakan di istana. Kuluk memang penutup kepala yang dipakai oleh orang tertentu dan acara tertentu saja.

5. Kebaya


Source: Jamieson Teo

Kebaya adalah atasan yang biasa dipakai oleh wanita Jawa, terutama pada acara adat dan upacara pernikahan. Kebaya ada yang berbentuk panjang dan ada yang pendek, yang panjang bisa mencapai lutut sedangkan yang pendek hanya sebatas pinggang. Bahan dari kebaya biasanya terbuat dari kain katun, sutera dan nilon. Model dan warna dari kebaya juga bisa bervariasi tergantung selera dari pemakainya.

6. Surjan

Selain baju beskap, atasan lain untuk pakaian adat resmi dari pria Jawa adalah Surjan. Pakaian ini awalnya dibuat oleh Sunan Kalijaga berdasarkan model pakaian pada jamannya. Setelah itu model pakaian ini dipakai oleh Kraton Yogyakarta, sedangkan Beskap dipakai oleh Kraton Surakarta. Surjan memiliki dua jenis yaitu lurik dan Ontrokusuma. Surjan lurik memiliki motif garis-garis sedangkan Ontrokusuma memiliki motif bunga.

7. Jarik


Source: Alteaven

Jarik adalah kain panjang yang digunakan untuk menutupi bagian bawah tubuh, biasanya digunakan oleh para wanita Jawa dan dipadukan dengan pemakaian kebaya. Jarik mempunyai beragam jenis dan corak yang memiliki fungsi dan makna tersendiri. Pada tradisi masyarakat Jawa hampir semuanya menggunakan jarik, mulai dari digunakan untuk melahirkan, menggendong bayi, naik pelaminan, untuk pakaian sehari-hari, sampai dipakai untuk menutupi jenasah.

8. Stagen

Stagen adalah kain panjang berbentuk gulungan yang biasanya digunakan sebagai pelengkap pakaian adat Jawa. Stagen digunakan untuk menahan kain panjang, misalnya jarik, agar tidak melorot. Setelah memakai jarik dan stagen barulah dipakaikan kebaya atau beskap. Penggunaan stagen bisa membuat perut terlihat lebih kecil, makanya stagen sering juga dipakai oleh ibu-ibu yang baru melahirkan.

9. Batik

Batik merupakan salah satu budaya khas dari Indonesia terutama daerah Jawa. Hampir semua orang di Indonesia mengetahui tentang batik, bahkan sampai ke luar negeri. Batik yang berbentuk kain dengan beragam corak dan jenis ini memang sangat terkenal di nusantara. Dewasa ini, batik tidak hanya digunakan sebagai pelengkap dari pakaian adat Jawa, melainkan diterapkan pada berbagai jenis pakaian seperti kemeja, rok, jaket, dan lain sebagainya.

10. Keragaman Batik

Sebagaimana telah disebutkan, batik memiliki bentuk dan jenis yang beragam. Berdasarkan pembuatannya batik bisa dibedakan menjadi batik tulis, batik cap, dan batik lukis. Batik cap dikerjakan dengan membuat cap sehingga lebih cepat dari cara lainnya. Selain itu batik juga bisa dibedakan berdasarkan motifnya. Misalnya batik Truntum, Wahyu Tumurun, Sido Luhur, Sido Mukti, dan lain sebagainya. Setiap motif memiliki makna tersendiri.

11. Membuat Pria lebih gagah

Pakaian adat Jawa tengah memiliki bentuk yang indah dan memiliki nilai seni tersendiri. Selain itu pakaian adat biasanya memiliki berbagai hiasan pelengkap yang memiliki makna masing-masing. Busana yang bernuansa tradisional dan dilengkapi berbagai hiasan bernilai budaya ini bisa membuat pemakainya, terutama kaum pria, menjadi lebih gagah sebagaimana para rakyat dalam jaman kerajaan terdahulu.

12. Membuat Wanita lebih anggun

Kebaya yang dipakai oleh para wanita merupakan lambang dari kesederhanaan. Selain itu kebaya memiliki filosofi yang berarti kepatuhan, kehalusan dan sikap yang lembut dari seorang wanita. Kain pengikat yang melilit tubuh membuat para wanita harus menjadi lemah gemulai dan bisa menyesuaikan diri. Berbagai makna yang terkandung di dalam setiap bagian inilah yang membuat para wanita yang memakai kebaya akan terlihat lebih anggun.

13. Dilestarikan oleh Kraton

Meskipun saat ini sudah tidak banyak yang masih menggunakan pakaian adat, tetapi untungnya penggunaan pakaian adat itu masih dilestarikan oleh pihak Kraton, baik Kraton Yogyakarta maupun Surakarta. Selain pakaian adat, pihak Kraton juga masih melakukan berbagai tradisi yang diwariskan turun-temurun. Dengan demikian diharapkan berbagai tradisi itu akan terus bertahan, termasuk penggunaan pakaian adat.

14. Perbedaan adat Jogja dan Solo

View this post on Instagram

Walaupun akhir-akhir ini ada pemberitaan tentang konflik yang ada di dalamnya, Namun Bangunan Istana Keraton Kasunanan Surakarta tetap memancarkan sinar dan pesonanya sebagai icon Kota Surakarta. Bagaimana menurutmu? . . . Dibuka untuk umum setiap hari, kecuali hari jumat (tutup) : Senin-sabtu (08.30-14.00 WIB), Minggu (09.00-13.00 WIB) HTM : Rp.10.000,- Location : Keraton Kasunanan Surakarta ? Repost From : @jochr_11 ▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃ S O L O I N D O N E S I A Posting foto terbaik kamu tentang pesona keindahan #kotasolo & sekitarnya, dengan cara : ▶ Follow & tag foto : @soloindonesia ▶ Gunakan hastag #soloindonesia ▶ Jangan lupa cantumkan lokasi & keterangan selengkap mungkin ( jika tempat wisata/kuliner, cantumkan juga harga tiket, jam buka, alamat, dll ) Foto terbaik akan kami repost ▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃ from @jochr_11 usek-usek file lama kayaknya syahduuu #keratonkasunanan #kasunanan #kasunanansurakarta #milkyway #milkywaygalaxy #keratonsurakarta #keratonsolo #exploresolo #eksplorekotasolo #exploresurakarta #exploresragen #exploreboyolali #exploreklaten #explorekaranganyar #explorewonogiri #exploresukoharjo #wisatasolo #wisatasurakarta #wisatakotasolo #wisatasoloraya #wonderfulindonesia #pesonaindonesia #visitjateng #soloraya #indonesia #soloindonesia ▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃ Mention teman kamu yang pengen kamu ajak ke tempat ini ⬇⬇⬇

A post shared by SOLO INDONESIA (@soloindonesia) on

Meskipun sama-sama menjunjung adat Jawa tetapi terdapat berbagai perbedaan antara pakaian adat Jogja dan Solo. Misalnya pada bentuk blangkon, bentuk tonjolan pada blangkon Jogja lebih besar dan menonjol daripada blangkon Solo. Selain itu untuk atasan pakaian adat pria juga berbeda, di Jogja menggunakan Surjan sedangkan di Solo menggunakan Beskap. Bentuk keris dan motif batik dari kedua kraton itu juga berbeda.

15. Digunakan dalam upacara pernikahan adat

https://www.instagram.com/p/BSevG-AFLlj/

Pakaian adat yang dimiliki oleh Jawa Tengah bukan hanya pakaian resmi saja, ada pakaian pengantin tersendiri yang memiliki bentuk beragam disesuaikan dengan acaranya. Beberapa acara yang dilakukan dalam upacara pernikahan adat Jawa Tengah antara lain, Upacara Midodareni, Upacara Ijab, Upacara Panggih dan Upacara setelah Panggih. Pakaian yang digunakan pengantin dalam setiap upacara memiliki bentuk yang berbeda-beda.

Itulah 15 fakta tentang pakaian adat Jawa Tengah yang perlu kamu ketahui, yang bisa mengingatkan kamu akan kekayaan tradisi dan budaya di Nusantara.

Loading...