15 Fakta Mengenai Pulau Sumatra dan Ragam Budaya Uniknya

By |2018-11-08T19:51:53+07:00April 22nd, 2017|Knowledge, Trip and Travel|Comments Off on 15 Fakta Mengenai Pulau Sumatra dan Ragam Budaya Uniknya


Source: oyi kresnamurti

Sumatra adalah bagian dari Indonesia yang terletak di sebelah barat Pulau Jawa yang juga dikenal dengan Andalas, Pulau Percha, atau Bumi Malayu. Pulau ini merupakan nomor enam sedunia dalam hal luas. Karena itulah, di pulau ini terdapat banyak wilayah yang didiami oleh suku dan kelompok etnis yang berbeda-beda, masing-masing dengan keunikan dan cirinya sendiri. Hal itu membuat Sumatra menjadi sebuah tempat yang penuh keragaman. Berikut adalah beberapa hal menarik mengenai Pulau Sumatera dan budayanya yang mungkin belum kamu kenal.

1. Berasal dari Nama Samudera


Source: Doni Ismanto

Kerajaan Samudera atau Samudera Pasai dulu terletak di pesisir pulau Aceh. Ibnu Batutah yang merupakan seorang saudagar dari Maroko mengunjungi kerajaan ini pada tahun 1345. Karena perbedaan bahasa, ia kesulitan melafalkan Samudera menjadi Samatrah, kemudian Sumatra dan Sumatera. Sejak saat inilah nama ini menyebar hingga tercantum di peta buatan Portugis. Sehingga, dunia pun kini mengenal pulau ini sebagai Sumatera. Padahal nama asli yang tercatat di kitab-kitab dan cerita rakyat adalah Suwarnadwipa yang berarti Pulau Emas serta Suwarbhumi yang berarti tanah emas dan sebutan-sebutan lainnya.

2. Kopi Saring

A post shared by silvi dewi (@silvi_dw) on

Loading...

Di Aceh, ada jenis kopi hitam yang penyajiannya sangat unik. Kopi ini tidak hanya diseduh begitu saja, tetapi juga disaring berkali-kali untuk menghilangkan ampasnya sampai bersih. Sang pembuat kopi akan mengangkat kopi yang telah diseduh tinggi-tinggi lalu menuangkannya ke atas saringan, begitu berkali-kali. Kopi yang siap dihidangkan rasanya tentu mantap dan halus walaupun kopi hitam.

3 . Negeri 1000 Warung Kopi

Kebiasaan menyaring kopi bukan satu-satunya budaya populer unik masyarakat Aceh terkait kopi.. Provinsi ini juga sering disebut negeri 1000 warung kopi akibat banyaknya warung kopi yang berjajar di berbagai tempat. Di setiap meter, Anda bisa menjumpai setidaknya satu warung berdiri. Kopi saring hitam yang jadi khas pun dinikmati oeh semua khalayak. Bukan hanya orang tua, tapi juga remaja. Bukan hanya  kelas pekerja, tapi juga pejabat dan bangsawan, semua memiliki hobi nongkrong di warung kopi.

4. Keunikan Rencong

A post shared by Deny Joefakri (@denyjoefakri) on

Rencong adalah senjata tradisional Aceh yang sangat unik. Dalam legenda. Rencong dikisahkan merupakan senjata yang pertama kali dipakai untuk membunuh burung Geureuda atau burung garuda yang rakus. Senjata-senjata lain tak mampu melukainya. Seorang pandai besi membuat rencong setelah puasa, shalat dan berdoa kkepada Tuhan. Senjata ini pun bentuknya unik, seperti tulisan kaligrafi dari kalimat basmalah. Senjata ini merupakan lambang kebesaran dan keberanian.

5. Budaya Matrilineal

Suku Minangkabau adalah kelompok etnis terbesar di wilayah Sumatera Barat. Suku ini menganut sistem budaya unik, yaitu matrilineal. Garis keturunan dari suku ini berbeda dengan kebanyakan budaya lain yang mengikuti ayah. Di sini, keturunan justru mengikuti suku ibu. Konon, sistem ini merupakan sistem keluarga yang paling tua di dunia. Selain suku Minang, yang masih menganup adalah suku Mosuo di Tiongkok.

6. Rumah Gadang


Source: ThrillSeekr

Satu lagi yang unik dari kekayaan masyarakat Minangkabau adalah rumah gadangnya yang unik dengan bentuk atap yang menyerupai tanduk kerbau. Konon, bentuk atap ini bermula dari legenda rakyat Tambo Alam Minangkabau. Di cerita ini dikisahkan penduduk Minang yang menang dalam adu kerbau lawan seorang warga Jawa. Rumah ini terutama masih bisa kita temukan di daerah Lima Puluh Kota, Agam, Tanah Datar, dan Solok.

7. Merantau


Source: Hermann

Sudah menjadi sebuah stereotipe bahwa orang-orang dari suku Minang memiliki hobi merantau. Hal ini memang berdasar, karena beberapa faktor seperti kurangnya lapangan pekerjaan di kampung halaman sehingga harus mencari kerja atau berdagang di kampung orang. Begitu pula dengan faktor tingginya minat menempuh pendidikan yang lebih baik. Oh ya, asti Anda akrab kan dengan kelezatan masakan rumah Padang? Inilah salah satu hasil budaya perantauan warga suku Minang. Konon seringkali, pemilik restoran Padang berasal dari Pariaman.

8. Kenikmatan Rendang


Source: Kyle Lam

Siapa yang tidak tergiur dengan kenikmatan rendang? Sumatera Barat adalah tempat makanan nikmat ini berasal. Yang menarik dari rendang selain rasanya adalah kemampuannya bertahan cukup lama tanpa menjadi basi padahal terbuat dari daging asli. Selain itu, masakan ini juga dinobatkan oleh CNN Internasional sebagai salah satu masakan paling nikmat di seluruh dunia. Bangga pasti senagai orang Sumatera!

9. Membeli Laki-laki


Source: Ivanatman

Di Padang, ada sebuah adat unik yaitu adat “membeli” laki-laki. Hal itu khususnya terjadi di kalangan suku Minang Pariaman. Jangan bayangkan proses transaksi manusia, yang dimaksud di sini lebih seperti mahar pernikahan. Dalam prosesi pernikahan, pihak mempelai wanita biasa memberikan sejumlah uang sebagai uang jemputan kepada pihak laki-laki. Tujuannya adalah untuk memberikan bekal kepada sang calon pengantin tersebut untuk menjalankan rumahtangganya. Besaran uang jemputan ini biasanya tergantung pada penghasilan dan profesi laki-laki.

10. Membeli Perempuan


Source: Dan Lundberg

Sebaliknya, ada juga kebiasaan adat istiadat dimana pihak mempelai laki-laki yang “membeli” calon pengantin perempuan. Di kalangan orang Batak tradisional, ini biasa dinamakan uang tuhor. Uang yang diberikan kepada pengantin perempan ini nantinya akan digunakan untuk mencukupi kebutuhan pernikahan dan biaya-biaya lainnya. Hampir mirip, seberapa besar jumlah tuhor ini juga tergantung pada tingkat pendidikan dan profesi sang perempuan.

11. Pernikahan Sepupu

Di kalangan kerabat Batak, ada ungkapan bahwa sepupu atau pariban adalah jodoh. Namun, ini bukan berarti seruan untuk menikahkan sembarang sepupu dalam suku ini. Di sini dimaksud bahwa seorang perempuan Batak bisa menikah dengan anak dari adik perempuan bapak. Begitu pun sebaliknya, seorang lelaki Batak bisa menikah dengan anak dari adik laki-lak sang ibu.

12. Martarombo

A post shared by Halak Batak (@halakbatakcom) on

Martarombo adalah sebuah kebiasaan di antara orang-orang Batak untuk saling mencari hubungan persaudaraan antra satu sama lain. Ketika beberapa orang Batak berkumpul, mereka akan selalu menanyakan marga dan berupaya mencari-cari pertalian di antara kedua marga. Seringkali memang orang Batak memiliki hubungan saudara dengan sesama orang Batak lain yang ditemuinya.

13. Mandok Hata

Orang-orang dari suku Batak memang sangat suka menjalin tali persaudaraan. Sebelum malam tahun baru, ada kebiasaan untuk berkumpul dan saling bercakap-cakap di antara satu keluarga besar. Dalam acara ini, para anggota keluarga saling bercerita dan melakukan refleksi, bermaaf-maafan, dan kemudian mendiskusikan rencana-rencana berikutnya di tahun mendatang. Setiap anggota keluarga bergantian mengungkap dari orangtua ke anak-anak.

14. Larangan Nikah Satu Marga

A post shared by razali siregar (@razalisiregar) on

Di dalam adat istiadat suku Batak, sepasang lelaki dan wanita dilarang menikah jika mereka memiliki marga yang sama atau memiliki pertalian persaudaraan secara silsilah tapi tidak semarga. Karena itu, bila sesama orang Batak berlawanan jenis berkenalan, mereka akan menanyakan marga masing-masing. Pasalnya, jika mereka ternyata memiliki marga yang sama, mereka akan dianggap satu keluarga sehingga dilarang untuk berhubungan secara romantis dan menikah.

15. Legenda Gunung Kerinci


Source: buitenzorger

Gunung Kerinci adalah puncak tertinggi di Sumatera, sekaligus gunung berapi tertinggi di Indonesia. Gunung berketinggian 3.805 m ini meruakan habitat harimau dan badak sumatera. Namun, bukan hanya itu saja. Di gunung ini juga terdapat banyak mitos dan legenda. Cerita kakak beradik Calungga dan Calupat dimana sang kakak berubah menjadi naga serta menyebabkan terjadinya Danau Kerinci adalah salah satu legenda yang paling terkenal.  Selain itu, ada juga mitos mengenai orang-orang pendek yang katanya hingga sekarang masih berkeliaran di dalam hutan taman nasional Kerinci.

Masih banyak lagi kekayaan budaya Sumatra yang menarik untuk dipahami, bangga sekali kan?

Loading...