15 Fakta Menarik tentang Kopi Vietnam yang Wajib Kamu Ketahui

By |2018-11-08T05:19:45+09:00April 7th, 2017|Knowledge, Lifestyle|Comments Off on 15 Fakta Menarik tentang Kopi Vietnam yang Wajib Kamu Ketahui


Source: Paul Arps

Vietnam merupakan salah satu negara produsen kopi terbesar di dunia dengan kontribusi utama berupa robusta. Hal ini menjadikan Vietnam sebagai eksportir robusta nomor satu di seluruh dunia karena kopi jenis tersebut banyak digunakan sebagai kopi instan dan bahan dasar modifikasi minuman kopi.

Ada banyak hal menarik tentang kopi Vietnam ini, lho. Yuk, kita baca satu per satu:

1. Terima kasih, Perancis!


Source: Wikipedia

Kopi diperkenalkan oleh orang Perancis di Vietnam pada tahun 1857, tepatnya pada saat Vietnam masih berada di bawah teritori kolonial Perancis. Sejak saat itu Vietnam tumbuh menjadi salah satu negara produsen kopi di Asia. Produksi kopi sempat mengalami interupsi saat terjadi Perang Vietnam, namun setelah perang usai dan Vietnam mengalami reformasi ekonomi, produksi kopi mencapai lebih dari 900.000 ton per tahunnya.

2. Penghasil Robusta Terbesar


Source: DXLINH

Bila Indonesia adalah penghasil robusta terbaik, Vietnam adalah produsen robusta terbesar di dunia. Negara ini menyuplai 50% dari jumlah robusta di seluruh dunia dan mengalami penjualan dengan pertumbuhan yang solid selama satu dekade dengan nilai ekspor mencapai 3 milyar dolar per tahun. Namun pada tahun 2012-2013 Vietnam mengalami kelebihan panen secara global sehingga menyebabkan harga kopinya turun sebanyak 10%.

3. Memberi Lapangan Pekerjaan


Source: MTC Group

Pada tahun 2009, Reuters melaporkan bahwa kopi merupakan produk agrikultur terbesar kedua di Vietnam setelah beras. Seiring dengan berkembangnya ekonomi Vietnam, panen kopi pun semakin meningkat. Hal ini menciptakan lapangan pekerjaan dan mengurangi tingkat kemiskinan di daerah-daerah terpencil Vietnam. Standar hidup rakyat pun meningkat setara dengan petani beras yang memang paling makmur di sana. Di tahun 2014, BBC melansir bahwa industri ini mempekerjakan sekitar 2.6 juta orang.

4. Produsen Skala Kecil


Source: Ian Armstrong

Perkebunan kopi Vietnam 80% berada di dataran tinggi tengah Vietnam dan daerah selatan diutamakan untuk menghasilkan robusta, arabika dihasilkan di daerah utara Vietnam. Sama dengan di Indonesia, mayoritas perkebunan kopi di sana berukuran kecil hingga medium, yaitu antara kurang dari satu hektar hingga 50 hektar. Hanya ada kurang dari 5% perkebunan dengan skala besar, yaitu lebih dari 500 hektar. Vietnam hanya memanen satu robusta tiap tahunnya, berlangsung antara Oktober hingga September tahun depannya. Jadi bisa kamu bayangkan seberapa banyak perkebunan kopi di Vietnam?

5. Orang Vietnam Lebih Suka Minum Teh


Source: Peter van der Sluijs

Ternyata minuman tradisional orang Vietnam sebenarnya adalah teh, lho! Sedangkan kopi ditanam untuk memenuhi kebutuhan ekspor. Orang Vietnam juga minum kopi, namun mereka telah memodifikasi cara meminumnya. Nanti akan kami bahas satu per satu di poin selanjutnya. Kembali ke soal teh, di tahun 2009 Vietnam merupakan eksportir teh terbesar kelima di dunia, lho.

6. Lemak Kakao dan Kecap Ikan


Source: Greg

Biji kopi yang tidak diekspor dan digunakan untuk memenuhi permintaan pasar lokal melalui pemrosesan menggunakan lemak kakao, gula, garam, dan kecap ikan setelah dijemur. Kecap ikan? Ya, betul! Makanya kadang seperti ada noda minyak di kopi mereka yang baru diseduh. Jangan keburu jijik, lho, sebelum kamu mencicipi rasanya. Karena pemrosesan tersebut justru menambah keunikan dan dimensi rasa kopi Vietnam.

7. Cà phê sữa đá

https://www.instagram.com/p/BRPr0zCh-BP/

Ini adalah nama lain dari iced milked coffee, alias kopi dingin dengan susu kaleng (atau yang biasa kita sebut dengan susu kental manis). Kok, menggunakan susu kental manis, sih? Kenapa tidak menggunakan susu segar? Awalnya hanya karena ketersediaan suplai; susu segar dulu tidak mudah didapatkan dan tidak tahan lama karena cuaca di Vietnam yang panas. Maka diperkenalkanlah susu kental manis yang harganya lebih murah dan dapat disimpan lama. Dengan susu ini pula, kopi robusta Vietnam yang kental akan bertambah creamy.

8. Cà phê đen đá

https://www.instagram.com/p/8hRwEdpsTf/

Ini berarti iced black coffee atau kopi hitam dingin. Nah, kalau kamu sedang berada di Vietnam dan ingin menikmati kopi asli racikan sana, ada baiknya kamu mengingat-ingat frasa Vietnam khong đường, yang berarti “tanpa gula”. Karena meskipun nama minuman ini adalah kopi hitam, orang Vietnam biasa menyajikannya dengan beberapa sendok teh gula. Jadi jangan kaget, ya, kalau kamu mengharapkan kopi hitam pekat namun malah mendapatkan “kejutan manis”.

9. Cà phê sữa nóng

https://www.instagram.com/p/BLvwG7ABHOd/?tagged=caphesuanong

Kopi yang ini sama dengan cà phê sữa đá namun disajikan secara panas. Biasanya kopi di Vietnam disajikan dengan phin, yaitu filter yang digunakan untuk memasak kopi, dan dalam kondisi yang belum siap saji. Sehingga kamu harus bersabar selama sekitar 8-10 menit untuk menunggu proses dripping selesai sebelum bisa menikmatinya. Inilah yang khas dari kopi Vietnam, semakin lama proses dripping, semakin nikmat pula kopi yang dihasilkan.

10. Cà phê đen nóng

https://www.instagram.com/p/BOyhgyOj8un/

Ingat-ingat frasa khong đường tadi ya, bila kamu ingin memesan kopi ini. Kamu juga bisa meminta agar gulanya dipisah, sehingga kamu bisa mengatur sendiri tingkat kemanisan kopi yang sesuai dengan selera kamu. Kopi dengan es adalah varian yang paling populer di Vietnam, selain karena cuaca yang panas dan minuman tersebut dapat menyegarkan dahaga, proses dripping yang lebih dari lima menit akhirnya hanya akan menghasilkan kopi hangat. Jadi kalau ingin nampak membaur dengan penduduk lokal, pesan saja kopi dengan es!

11. Cà phê trứng

https://www.instagram.com/p/BNLCMpCgzQB/

Hampir setiap kedai kopi di Hanoi menyediakan minuman spesial ini. Cà phê trứng adalah kopi dengan telur. Harusnya orang Indonesia tidak perlu heran, ya, dengan minuman semacam ini? Kan, kita sudah akrab dengan STMJ alias “susu telur madu jahe”.
Nah, orang Vietnam mengombinasikan kuning telur yang dikocok dengan susu kental manis, lantas dituangi drip kopi. Untuk varian yang satu ini lebih nikmat dinikmati saat panas. Beberapa kedai di Vietnam bahkan menyajikan gelas kopi ini dalam semangkuk air panas agar kehangatannya tetap terjaga dan kamu bisa menikmatinya sesendok demi sesendok. Inilah yang membuat kopi ini lebih mirip dengan dessert ketimbang minuman.

 

12. Sữa chua cà phê

https://www.instagram.com/p/BPrpcoflIn_/

Untuk yang satu ini, proses dripping kopi Vietnam dilakukan di atas yogurt, sehingga rasa yang dihasilkan varian kopi satu ini mirip smoothie kopi. Bayangkan rasa kopi Vietnam yang tajam, ditambah susu kental manisnya, dan rasa yogurt yang asam. Hmm… teksturnya yang kental dan padat akan membuatmu merasa kenyang hanya dengan meminumnya segelas saja.

13. Disajikan di Gelas Kaca

https://www.instagram.com/p/BSgibl8gaHi/

Apakah kamu memperhatikan cara penyajian kopi di Vietnam dari gambar-gambar di atas? Ya, kedai-kedai di Vietnam banyak yang masih menyajikan kopinya dengan gelas kecil ketimbang cangkir, itulah cara penyajian tradisional khas Vietnam. Memang ada banyak juga kedai yang kini tampil dengan nuansa dan penyajian yang lebih modern pula, tapi kalau kamu ingin membaur dengan penduduk lokal dan merasakan cara menikmati kopi Vietnam yang sebenarnya, mampirlah ke kedai yang masih mengusung nuansa tradisional.

14. Efek terhadap Lingkungan


Source: Thomas Wanhoff

Terlepas dari pertumbuhan ekonomi yang meningkat pesat selama tiga dekade terakhir dan diikuti pula oleh standar hidup rakyat Vietnam, lembaga PBB World Wildlife Fund (WWF) memperkirakan ada 40.000 meter persegi hutan di Vietnam telah dipangkas habis sejak tahun 1973 dan sebagian dijadikan perkebunan kopi. Para ahli lingkungan mengatakan bahwa lahan yang digunakan untuk menumbuhkan kopi kini tidak lagi produktif.

15. Berjuang Melawan Korporat Raksasa


Source: Kmf164

Kedai-kedai kopi kecil dan tradisional di Vietnam tidak mau kalah dengan kehadiran coffee shop semacam Starbucks dan The Coffee Bean. Starbucks di Vietnam, yang sudah membuka 24 kedai sejak debutnya empat tahun lalu, ternyata paling jarang dikunjungi dibandingkan dengan Starbucks di negara-negara lain di Asia Tenggara. Hal ini dikarenakan sebagian penduduk lokal lebih memilih rasa asli kopi Vietnam yang kuat, ditambah pengusaha lokal yang responsif terhadap tuntutan konsumen kelas urban (menengah atas) yang juga menginginkan kedai dengan nuansa tertentu.

Ada sebuah kedai kopi di setiap blok Saigon dan Hanoi. Kedai-kedai tersebut ramai diisi oleh konsumen lokal maupun wisatawan. Kalau kamu berkunjung ke Vietnam, cobalah mampir ke sana untuk merasakan cita rasa dan nuansa asli kopi Vietnam. Selamat mencoba!

Loading...