10 Tanda si Dia adalah Tipe Suami Idaman

By |2018-11-08T18:03:05+00:00March 24th, 2017|Love|

Source: unsplash

Siapa sih yang tidak ingin memiliki suami idaman? Selain syarat-syarat fisik yang sebenarnya tidak terlalu penting, ada beberapa hal lain yang sebaiknya lebih Anda perhatikan ketika menilai apakah si dia cocok untuk dijadikan suami dan ayah bagi anak-anak Anda. Berikut adalah beberapa contohnya:

1. Pendirian akan Moral yang Teguh

Source: Drew Hays

Loading...

Seorang pria yang memiliki pendirian yang teguh dan berpegang pada moral pasti bisa membedakan mana yang baik dan mana yang benar. Pria seperti ini akan mendasarkan semua keputusannya pada kebaikan yang ia percaya dan kemungkinan besar akan menurunkan prinsip-prinsip tersebut pada anak-anak Anda kelak. Pria jenis ini biasanya teguh pendiriannya dan tidak mudah terpengaruh lingkungan yang buruk. Ia juga bisa menjadi penuntun dan ‘guru’ yang baik bagi orang-orang di sekitarnya.

2. Memiliki Hubungan Baik dengan Keluarga

Source: Josh Willink

Sebelum Anda menilai apakah ia bisa akrab dengan orang tua dan saudara-saudara Anda sendiri, coba lihat bagaimana ia memperlakukan keluarganya. Seorang pria yang ideal menjadi suami biasanya memiliki kepedulian tinggi terhadap keluarganya sendiri. Ia selalu menjadi pelindung bagi orang tua dan saudaranya, bahkan jika ia adalah anak paling muda. Pria yang sayang pada keluarga intinya pasti akan menjai suami dan ayah yang akan meletekkan istri dan anaknya di urutan pertama. Jadi mulailah dengan menilai bagaimana interaksinya dengan sepupu, keponakan, dan orang-orang di keluarganya.

3. Berorientasi pada Proses

Source: Kaboompics // Karolina

Seorang pria berkualitas akan menekankan pentingnya proses, bukan hasil. Ia tidak akan menuntut Anda menjadi serta merta sempurna, tapi berusaha mencari kesempurnaan dalam hubungan bersama. Pria seperti ini biasanya juga tidak mudah menyerah jika menemui kegagalan, karena ia menikmati dan belajar dari tiap langkah yang ia ambil. Dalam pernikahan, memiliki sifat seperti ini sangat baik karena memang tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini, kan?

4. Tidak Egois

Source: Clem Onojeghuo

Siapa yang tahan dengan orang egois? Ego pria konon memang lebih besar daripada wanita, walaupun tidak selamanya benar juga. Pria yang ideal dijadikan suami adalah pria yang tidak mementingkan kepentingan diri sendiri, tapi yang bisa melihat apakah keinginannya bermanfaat untuk seluruh keluarga, atau hanya untuk dia sendiri? Pikir dua kali jika calon Anda suka memaksakan kehendak dan marah ketika apa yang dia mau tidak dituruti. Bisa jadi sifat ini dibawa sampai saat Anda menikah nanti. Pria yang tidak egois biasanya juga cenderung lebih romantis, lho!

5. Kritis

Source: Ben White

Pada era sekarang ini pernikahan bukan hanya masalah dapur, ranjang, pekerjaan, dan anak-anak. Suami istri harus bisa berkomunikasi dan berdiskusi akan hal-hal lain di luar pernikahan. Carilah seorang suami yang kritis, suka membaca, dan memiliki wawasan luas. Hal ini akan membuat pernikahan Anda tidak membosankan dan Anda berdua bisa bertumbuh bersama dengan lebih maksimal. Selain itu, memiliki pikiran yang kritis dan wawasan luas konon bisa membuat Anda berdua bisa berpikir lebih jernih dan obyektif saat menghadapi masalah rumah tangga.

6. Berpikiran Positif

Source: Stefan Stefancik

Seorang pria yang berpikiran positif biasanya tidak mudah menyerah. Ia selalu percaya bahwa ada hal baik dari setiap kegagalan sehingga ia tidak ragu untuk mengambil tantangan berikutnya. Hal ini tidak berlaku hanya untuk pekerjaannya, tapi juga dalam hubungan dengan Anda dan anak-anak kelak. Seorang pria yang positif akan membawa energi baik dalam rumah tangga dan bisa berpengaruh besar terhadap keharmonisan Anda berdua.

7. Berjiwa Bebas

Source: Joshua Earle

Pria yang kaku sangat membosankan. Memang mungkin ada beberapa tipe wanita yang suka dengan pria yang diam saja di rumah dan tidak melakukan apa-apa sepulang kerja. Tapi kebanyakan kita semua memiliki jiwa petualangan. Pria yang suka jalan-jalan biasanya memiliki imajinasi tinggi dan lebih sehat secara kejiwaan. Berjiwa bebas juga bisa berarti ia adalah orang yang sangat terbuka, tertarik dengan hal-hal baru, senantiasa mau belajar, memiliki selera humor yang baik, dan tidak berprasangka buruk pada orang. Biarlah anak-anak Anda kelak belajar itu semua dari ayahnya (dan juga ibunya!).

8. Menerima Anda Apa Adanya

Source: Trinity Kubassek

Memang terdengar sangat klise, tapi ini sangat penting, lho! Menerima apa adanya berarti dan yang terutama adalah menerima kekurangan Anda. Kebaikan Anda pasti mudah untuk ia terima. Tapi bagaimana jika ada hal yang ia anggap sebagai kekurangan? Perspektif orang pasti berbeda-beda akan apa yang dianggap kekurangan atau bukan. Jika sekiranya memang sifat Anda mengganggu hubungan, sebaiknya Anda memang harus cukup dewasa untuk mau berubah. Tapi jika hal-hal remeh, sebaiknya pria yang baik tidak terlalu mempermasalahkannya.

9. Memandang Anda sebagai Equal Partner

Source: Joel Carter

Nah ini juga satu hal yang sangat penting. Menjadi suami istri bukan menjadi bos dan karyawan, tetapi menjadi partner, menjadi teman hidup. Salah satu ciri bahwa ia menganggap Anda sebagai rekan yang sejajar adalah bagaimana ia berkomunikasi dengan Anda. Apakah ia mau mengungkapkan kegelisahannya dan berbagi dengan Anda, atau dia menyimpan segalanya sendiri karena merasa Anda tidak akan paham? Dalam pengambilan keputusan, hal ini juga menjadi sangat penting karena jika ia menganggap Anda sejajar, Anda pasti akan diajak berdiskusi dulu.

10. Bisa Dipercaya

Source: unsplash

Sebelum Anda memutuskan untuk menikahinya, jujurlah pada diri sendiri: apakah ia bisa dipercaya? Jika Anda selama ini memiliki kecurigaan bahwa ia tidak setia, apakah itu berdasar? Bagaimana sikapnya selama ini terhadap Anda? Apakah penuh rahasia? Pertanyaan-pertanyaan ini penting karena bisa berpengaruh terhadap hubungan Anda berdua kelak. Sebuah pernikahan yang memiliki bibit-bibit ketidaksetiaan dan kecurigaan tidak akan berjalan dengan baik. Pastikan suami Anda adalah orang yang jujur dan bukalah juga diri Anda untuk menerima kejujurannya yang mungkin tidak selamanya menyenangkan.

Setelah membaca tulisan di atas, Anda mungkin mempertimbangkan ulang keputusan untuk menikahinya. Apapun itu, sebaiknya pilihlah pria yang sesuai dengan kata hati dan cocok dengan prinsip yang Anda pegang. Jangan sampai salah pilih karena pernikahan kita harapkan hanya sekali seumur hidup, bukan?

Loading...