10 Fakta Drama Sunda Ini Akan Membuatmu Makin Mencintai Kebudayaan Tradisional Indonesia

By |2018-11-08T20:30:24+00:00April 15th, 2017|Knowledge|

Source: Wikipedia

Kebudayaan Sunda telah menjadi tak terpisahkan dalam khazanah kebudayaan tradisonal Indonesia. Salah satu kebudayaan Sunda yang paling menonjol dan banyak dikenal orang adalah kesenian musik seperti angklung, deging dan rampak gendang serta tarian Jaipong dan wayang golek. Tak banyak yang tahu bahwa bumi Parahyangan juga memiliki kesenian drama Sunda yang begitu unik dan sarat akan nilai kehidupan yang dibungkus apik dalam tataran bahasa Sunda dan unsur-unsur tradisional lain. Sayangnya, di zaman modern ini kesenian drama Sunda mulai ditinggalkan karena tergusur oleh kesenian modern dan pesatnya arus perkembangan masyarakat. Berikut ini adalah daftar 10 fakta drama Sunda yang harus kamu baca untuk bisa memahami lebih jauh tentang kesenian drama Sunda dan kondisinya di masa kini sehingga paling tidak kamu bisa sedikit mengenal mengenai kesenian ini. Sok atuh!

1. Termasuk Salah Satu Kebudayan Asli Sunda yang Mulai Punah

A post shared by Awit Suqma (@awitsuqma) on

Loading...

Jawa Barat memiliki beragam kebudayaan Sunda yang jumlahnya tak kurang dari 300 jenis kesenian. Namun sayangnya seiring dengan perkembangan sosial masyarakat Sunda dan masuknya beragam kebudayaan luar, kesenian drama Sunda mulai ditinggalkan dan kini tak banyak orang bahkan sangat sedikit sekali yang masih menekuni kesenian ini.

2. Ditampilkan dengan Bahasa Sunda Halus

A post shared by mannnn (@mandaaa.zz) on

Dalam kesenian drama Sunda, alur cerita ditulis menggunakan bahasa Sunda halus dan juga dipentaskan dalam bahasa tersebut. Meski seiring dengan perkembangan zaman kesenian drama Sunda juga telah bercampur dengan bahasa Sunda modern yang banyak digunakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

3. Mengangkat Kisah Kehidupan dengan Nilai Moral yang Dibalut Lawakan

A post shared by BarakTeater (@barakteater15) on

Kesenian drama Sunda bisa dibilang adalah sebuah paket lengkap. Drama ini ditampilkan dengan jalinan cerita yang mengangkat kisah-kisah kehidupan yang lekat dengan keseharian masyarakat dan banyak dibumbui banyolan serta humor segar khas Sunda. Drama ini juga menyajikan pesan-pesan moral kehidupan yang dapat dirasakan penonton.

4. Teater Rakyat Longser

A post shared by ariz_sutrysno (@arizsutrysno2) on

Salah satu jenis kesenian drama Sunda disebut dengan Longser. Longser adalah sebuah teater rakyat Sunda yang sudah berkembang lama khususnya bagi masyarakat Bandung. Kesenian Longser ini adalah sedikit dari 34 jenis kesenian tradisional yang masih berakar dan terpelihara ditengah-tengah kehidupan masyarakat.

5. Ronggeng Sebagai Ciri Khas

Dalam kesenian drama Sunda khususnya teater Longser, terdapat sebuah ciir khas khusus yaitu keberadaan Ronggeng. Ronggeng adalah penari sekaligus penyanyi yang bertugas menarik perhatian penonton dengan liukan tubuh yang gemulai dan lincah. Ronggeng baisa menari diiringi dengan lagu Sunda dari jenis ketuk tilu.

6. Sering Dipentaskan Tanpa Skenario

A post shared by Asep Ndog (@asepndog) on

Salah satu keunikan drama Sunda yang jarang dimiliki kesenian lain adalah pementasan yang kerap kali disuguhkan ke penonton tanpa skenario. Biasanya, sesaat sebelum tampil para pemain akan berdiskusi dan secara kilat menyusun plot-plot drama yang akan dimainkan. Tujuannya agar drama berjalan natural dengan sisi humor yang lebih kental. Ini justru menjadi keunikan dan daya tarik tersendiri bagi kesenian drama Sunda.

7. Umumnya Ditampilkan di Tengah-tengah Penonton

A post shared by Asep Ndog (@asepndog) on

Kesenian drama Sunda Longser dipentaskan di tengah penonton dan bahkan dulu pada masa-masa awal kesenian ini berjalan, pementasan dilakukan di tempat-tempat tanpa panggung. Drama Sunda memang lebih mementingkan dimana ada penonton, maka disitu kesenian akan digelar. Tak heran bila dulu orang-orang dapat dengan mudah menemukan kesenian ini digelar di tempat-tempat seperti alun-alun, terminal, stasiun bahkan di pinggir perkampungan.

8. Menggunakan Kostum Tradisional Sunda

A post shared by davit cuhend (@davit_cuhend) on

Kesenian drama Sunda memang sangat totalitas. Hampir semua elemen di dalamnya menggunakan unsur khas Sunda seperti bahasa, alat musik, hingga kostum. Dalam drama Sunda, kostum yang digunakan adalah pakaian tradisional khas Sunda seperti kebaya dan pangsi. Hal ini memang disengaja supaya lakon cerita berjalan senatural mungkin sesuai dengan gambaran kehidupan masyarakat sehari-hari.

9. Saat Ini Ditampilkan di Momen Tertentu Saja

A post shared by Asep Ndog (@asepndog) on

Berbeda halnya dengan di masa lalu yang mana pementasan drama Sunda masih sering dilakukan di berbagai tempat dan dalam frekuensi yang sering, makin kesini kesenian drama Sunda makin jarang ditampilkan. Hanya pada momen tertentu seperti pertunjukan seni tradisional, pertunjukan mata pelajaran bahasa Sunda, pameran, upacara adat atau perayaan tertentu saja yang menampilkan kesenian drama Sunda.

10. Bodor Sebagai Ciri Khas

A post shared by Asep Ndog (@asepndog) on

Selain ronggeng, karakter penting lain yang selalu ada di setiap pementasan drama Sunda adalah bodor. Bodor adalah pelawak yang hadir setelah penari ronggeng tampil dengan tarian pembuka. Bodor akan meniru ronggeng dengan mimik yang sangat kocak dan gerakan konyol. Tugas bodor adalah memperkenalkan komponen grup teater yang sedang berpentas dengan bahasa Sunda yang komunikatif dan dilengkapi humor.

Itulah 10 fakta drama Sunda yang sekarang telah kamu ketahui. Bagaimana, menambah ilmu pengetahuanmu tentang budaya tradisional Indonesia bukan? Sok kapan-kapan cobalah datang ke Jawa Barat dan carilah tontonan drama Sunda yang dapat kamu saksikan secara langsung.

Loading...