10 Cara Memilih Pembalut yang Aman Untuk Daerah Kewanitaan

By |2018-11-07T04:53:10+00:00January 17th, 2017|Health, Lifestyle|

Source : jill111

Pembalut adalah perlengkapan yang penting dan masih menjadi pilihan mayoritas wanita Indonesia ketika datang bulan. Namun sudah yakinkah bahwa pembalut yang Anda gunakan aman dan tidak menyebabkan berbagai penyakit? Simak 10 cara berikut untuk memilih pembalut yang aman bagi daerah kewanitaan.

1. Permukaan Halus

Source : kelin

Loading...

Cara pertama untuk melihat apakah suatu pembalut aman atau tidak adalah dengan meraba tekstur permukaannya. Tekstur pembalut yang halus tentunya tidak akan membuat daerah kewanitaan iritasi , apalagi saat menstruasi saat kondisinya cukup lembab. Permukaan yang halus juga menandakan bahwa pembalut tersebut dibuat dengan proses yang baik dan akan lebih mudah menyerap darah menstruasi.

2. Jangan Membuat Alergi

Source : Unsplash

Jika Anda pernah merasakan gatal-gatal saat menggunakan salah satu jenis pembalut, bisa jadi hal tersebut dikarenakan pembalut yang Anda gunakan memiliki kandungan bahan yang memang membuat Anda alergi. Berbeda-beda brand pembalut tentunya berbeda pula bahan pembentuknya. Oleh karena itu, jika Anda mulai merasa gatal-gatal, sebaiknya jangan gunakan lagi satu merk pembalut tertentu dan cobalah menggantinya dengan brand lain yang mungkin lebih cocok untuk Anda.

3. Ketebalan Disesuaikan Dengan Waktu Pemakaian

Source : WolfBlur

Perhatikan pula jumlah darah menstruasi yang keluar. Biasanya, di hari pertama hingga hari ketiga, darah yang keluar masih sangat banyak, sehingga tentunya Anda akan lebih nyaman menggunakan pembalut yang lebih panjang. Anda juga perlu mengganti pembalut sering-sering agar tidak menjadi tempat tumbuh bakteri. Di hari-hari pertama, usahakan ganti pembalut hingga 3-4 kali dalam sehari. Namun di hari-hari terakhir yang biasanya sudah jauh berkurang pengeluaran darahnya, cobalah untuk menggantinya 1-2 kali saja.

4. Tidak Mengandung Pewangi

Source : Pexels

Pembalut yang normal seharusnya tidak memiliki bau tertentu akibat penambahan komponen parfum di dalamnya. Penambahan parfum justru seringkali dapat menyebabkan adanya iritasi kulit, apalagi bagi Anda yang kulitnya cenderung kering. Sebaiknya pilih saja pembalut yang ketika dibuka bungkusnya tidak menunjukkan tanda-tanda adanya penambahan parfum. Penambahan parfum juga sebetulnya tidak begitu berpengaruh karena toh setelah menggunakan pembalut bau amis darah tidak akan tercium dari luar.

5. Terbuat dari Bahan Mudah Menyerap

Source : Hans

Pastikan pembalut yang Anda gunakan terbuat dari bahan yang mudah menyerap seperti kapas. Jangan sampai Anda memakai pembalut yang terbuat dari bahan yang terlalu padat sehingga sangat sulit untuk menyerap darah menstruasi yang berlimpah. Penggunaan pembalut yang dapat menyerap banyak akan mengurangi pula frekuensi penggantian pembalut.

6. Gunakan Pembalut Bersayap

Source : dannymoore1973

Jika Anda cukup aktif bergerak dan merasa kurang yakin pembalut akan tetap berada di posisinya yang tepat saat Anda beraktivitas, maka pilihlah pembalut yang memiliki sayap di kedua sisinya untuk ditempelkan pada pakaian dalam. Hal ini akan membuat pembalut aman berada di posisinya dan tidak terus menerus tergeser karena pergerakan Anda.

7. Pembalut Dengan Isi Gel

Source : GiselaFotografie

Anda yang menyukai permukaan pembalut yang selalu terasa kering saat menstruasi, cobalah memilih pembalut yang memiliki isi gel yang dapat menyerap lebih banyak cairan sehingga pembalut selalu terasa kering. Pembalut dengan gel ini juga cukup aman digunakan, karena dengan permukaan yang selalu kering, daerah kewanitaan Anda akan terbebas dari bakteri dan mikroorganisme membahayakan lainnya.

8. Memiliki Antiseptik

Source : animatedheaven

Sebagai tempat menampung darah kotor yang dikeluarkan tubuh, ada baiknya Anda memilih pembalut yang menggunakan zat antiseptik sehingga jika Anda bakteri atau jamur yang ikut serta dalam aliran darah menstruasi, tidak akan berbahaya bagi kesehatan daerah kewanitaan Anda karena dapat dibasmi oleh zat antiseptik ini.

9. Tidak Mengandung Dioxin

Source : PublicDomainPictures

Dioksin adalah salah satu bahan kimia beracun yang terkadang digunakan sebagai bahan pembuat pembalut. Dioksin dapat terbentuk dari proses pemutihan bubuk kertas, sehingga seringkali ditemukan pada pembalut yang memiliki bahan baku dari kertas dan kayu yang diputihkan. Pastikan pembalut yang Anda gunakan tidak mengandung komponen beracun ini.

10. Terbuat dari Kapas

Source : Heidi1949

Untuk pilihan yang paling aman, Anda bisa menggunakan pembalut yang terbuat dari kapas seperti pembalut herbal atau pembalut avail. Pembalut dari kapas akan lebih banyak menyerap darah serta sangat aman untuk kesehatan organ kewanitaan. Demikianlah 10 cara untuk memilih pembalut yang aman bagi Anda wanita yang masih berada dalam masa suburnya.

Yuk, lebih cermat memilih pembalut yang aman!

Loading...