15 Sumber Alergi Makanan yang Wajib Anda Waspadai

Share on Pinterest
Share with your friends










Submit


Source : buffetcrush

Pernahkah anda mengalami kejadian yang aneh ketika beberapa saat setelah mengkonsumsi makanan terntentu anda mengalami gatal-gatal, sakit perut atau bahkan diare? Jika pernah, bisa jadi hal ini disebabkan karena anda memiliki alergi terhadap suatu makanan. Alergi makanan berpotensi terjadi pada hampir semua orang dan menimbulkan efek yang bisa berbeda pada orang yang satu dengan yang lainnya. Reaksi alergi bisa bervariasi mulai dari yang ringan seperti terjadinya gatal-gatal hingga parah seperti terjadinya anafilaksis yang dapat menyebabkan kematian.

Untuk lebih jelasnya, alergi makanan merupakan kondisi dimana reaksi sistem kekebalan tubuh keliru mengenali protein makanan sebagai zat berbahaya. Oleh karena itu kebanyakan makanan yang mengandung protein yang tinggi biasanya menjadi pemicu alergi terhadap suatu makanan. Setidaknya diketahui ada 8 jenis makanan yang berpotensi hingga 90 persen menjadi makanan penyebab alergi yaitu susu, telur, kacang tanah, kacang pohon, gandum, kedelai, ikan, kerang (custacea dan moluska). Berdasarkan data dari Food Allergy Research and Education (FARE) total ada sekitar lebih dari 170 makanan dilaporkan menjadi sumber alergi. Berikut ulasannya.

1. Susu

Source : Kurious

Susu sapi umumnya menjadi pemicu alergi. Menurut sejumlah sumber alergi susu sapi kerap terjadi pada anak anak. Setidaknya 2,5 persen anak-anak dibawah usia tiga tahun alergi terhadap susu. Dilansir dari laman DetikHealth, Sumadiono, SpA(K), Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran UGM menuturkan bahwa untuk sembuh dari alergi, terapi yang paling utama adalah avoidance yaitu menghindari mana yang positif menyebabkan alergi. Mentega, krim keju, es krim, yoghurt, mayones dan pudding merupakan sebagian yang dihindari bagi yang memiliki alergi terhadap susu sapi.

2. Telur


Source : Kurious

Telur juga merupakan sumber alergi. Terdapat penelitian yang mengatakan bahwa alergi telur atau makanan lain bisa disembuhkan dengan memberikan telur dengan bertahap, sedikit demi sedikit. Namun hal ini tegas dibantah oleh Budi Setiabudiawan, konsultan alergi dan imunologi anak dari RS Hasan Sadikin Bandung, seperti yang dilansir dari laman Liputan6. Menurutnya, cara penyembuhan alergi adalah dengan avoidance (menghindari) allergen atau makanan atau hal pemicu alergi.

3. Kacang Tanah

Source : Kurious

Selain susu sapi dan telur, kacang tanah merupakan makanan yang juga mengandung protein yang tinggi. Inilah yang membuat kacang tanah menjadi salah satu makanan yang berbahaya jika dikonsumsi penderita alergi kacang tanah. Dibandingkan makanan lainnya, ketiga jenis makanan ini, kacang tanah, kacang pohon dan kerang disebut berpotensi lebih tinggi menimbulkan gejala antiflaksis.

4. Kacang Pohon


Source : ajcespedes

Kacang pohon berbeda dari kacang tanah. Perbedaannya jelas nampak dari tempat tumbuhnya sesuai dengan namanya. Beberapa kacang pohon diantaranya adalah almond, walnut, kacang mede, kacang Brazil, kemiri, kacang macadamia dan lainnya. Beberapa jenis kacang tersebut patutnya dihindari untuk dikonsumsi terutama bagi penderita alergi. Beberapa orang bisa alergi terhadap hanya satu jenis kacang. Namun ada juga yang mengalami alergi semua jenis kacang.

5. Kedelai

Source : Kurious

Alergi kedelai merupakan salah satu alergi makanan yang sudah umum terjadi. Alergi kedelai biasanya terjadi pada balita dan anak-anak. Penelitian menunjukkan bahwa alergi kedelai bisa terjadi pada awal masa kanak-kanak. Hindari mengonsumsi kedelai dan beberapa jenis makanan mengandung kedelai seperti tahu, tempe, kecap, youghurt dari kedelai dan beberapa makanan lainnya yang terbuat dari kedelai.

6. Gandum


Source : BRRT

Kandungan gluten yaitu jenis protein dalam gandum menjadi penyebab makanan ini masuk dalam kategori makanan pemicu alergi. Protein gandum dapat ditemukan dalam banyak makanan diantaranya sereal, roti yang terbuat dari gandum, muffin, bagel, croissant, burger bahkan pizza. Bagi pengidap alergi gandum, anda dapat mengkonsumsi roti yang terbuat dari tepung kentang atau tepung beras sebagai ganti pengganti gandum.

7. Tepung Terigu

Source : Kurious

Kandungan gluten yang juga terdapat dalam tepung terigu menjadi penyebab alergi. Roti merupakan makanan yang paling umum terbuat dari tepung. Oleh karena itu hindari mengonsumsi roti. Pastikan roti yang anda beli mencantumkan keterangan bebas gluten. Sebagai pencegahan alergi, pilihlah roti yang terbuat dari kentang atau tepung beras yang telah banyak beredar di pasaran.

8. Ikan


Source : Kurious

Parvalbumin yaitu sebutan protein yang terkandung dalam tubuh ikan menyebabkan ikan masuk dalam makanan pemicu alergi. Ada banyak macam ikan laut yang menimbulkan reaksi alergi. Beberapa diantaranya adalah ikan tuna, salmon, tongkol, sardine, kakap, cod dan makerel. Alergi bisa terjadi bukan hanya akibat dari mengonsuminya secara langsung. Menyantap hidangan yang mengandung unsur ikan juga mampu memicu alergi.

9. Kerang (Crustacean dan Moluska)

Source : Kurious

Makanan laut jenis crustacea (kepiting, lobster, dan udang) dan moluska (cumi-cumi, remis, tiram dan kerang) merupakan makanan yang dapat memicu reaksi alergi yang juga perlu anda waspadai. Menurut American College of Asthma, Allergy, & Imunology (ACAAI), kerang bersama kacang tanah dan kacang pohon merupakan makanan yang berpotensi tinggi menimbulkan gejala antiflaksis.

10. Sayuran


Source : Security

Wortel, seledri, tomat, kentang, kubis, kembang kol, kentang dan labu merupakan beberapa jenis sayuran yang dapat menyebabkan reaksi alergi. Alergi sayuran bisa jadi disebabkan oleh beberapa hal. Sejumlah studi mengungkap bahwa alergi sayuran bisa terjadi karena seseorang memang murni mengidap alergi sayur atau juga karena adanya paparan pestisida pada sayur.

11. Buah

Source : romanov

Beberapa buah-buahan juga menjadi sumber pemicu alergi. Beberapa diantaranya adalah apel, melon, semangka, pisang, kiwi, serta alpukat, stroberi, jeruk, lemon dan anggur. Alergi ini terkait dengan kandungan profilins dalam buah. Jenis profilins nabati merupakan salah satu yang mungkin mengakibatkan alergi pada seseorang. Sama halnya dengan alergi sayuran. Alergi buah bisa terjadi karena adanya paparan pestisida pada buah.

12. Jagung


Source : Alexas_Fotos

Menurut Food Allergy Research and Education (FARE) jagung juga menjadi pemicu reaksi alergi. Meskipun jarang terjadi namun ada beberapa kasus mengungkapkan bahwa reaksi terhadap jagung bisa parah. Reaksi alergi ini bisa timbul dari jagung mentah maupun jagung yang dimasak. Untuk mengetahui kasus alergi jagung ini perlu panduan para ahli untuk mendapatkan informasi dan penanganan yang tepat.

13. Daging

Source : webandi

Selain jagung, Food Allergy Research and Education (FARE) juga melaporkan bahwa daging menjadi pemicu reaksi yang meskipun jarang namun terjadi pada sejumlah kasus. Daging tersebut adalah daging sapi, ayam, kambing atau babi. Daging merupakan salah satu pokok sumber protein hewani namun justru bisa mendatangkan bahaya dalam kasus tertentu. Alergi daging biasanya terjadi karena kompenen gula tertentu yang disebut alpha-galactose pada daging.

14. Biji-bijian


Source : PublicDomainPictures

Bersama dengan jagung dan daging, makanan lainnya yang dapat memicu reaksi alergi adalah biji-bijian tertentu seperti biji wijen dan biji bunga matahari seperti yang dilaporkan oleh Food Allergy Research and Education (FARE). Biji-bijian ini seringkali digunakan dalam roti hingga produk perawatan rambut. Oleh karena itu penderita alergi biji-bijian ini harus lebih teliti lagi saat mengonsumsi makanan yang mengandung minyak dari biji-bijian tersebut.

15. Rempah-rempah

Source : webvilla

Mungkin anda pernah mengalami reaksi aneh ketika memakan hidangan yang mengandung rempah tertentu. Bisa jadi itu adalah alergi. Alergi terhadap rempah-rempah juga menjadi salah satu alergi yang sedikit aneh namun ada terjadi seperti yang pernah dilaporkan pada Food Allergy Research and Education (FARE). Beberapa rempah-rempah tersebut adalah ketumbar, bawang putih, dan mustard. Alergi rempah-rempah ini jarang terjadi dan dilaporkan memiliki reaksi yang ringan.

Itulah sejumlah alergi makanan yang patut diwaspadai. Di sejumlah negara maju beberapa produk makanan yang dijual di pasaran diberikan label sebagai penanda agar masyarakat yang mengidap alergi terhadap suatu makanan atau kandungan didalamnya bisa waspada. Oleh karena itu berhati-hatilah dalam mengonsumsi makanan bila anda menderita alergi dan pastikan memeriksa kandungan makanan yang anda konsumsi sebagai langkah pencegahan reaksi alergi yang dapat membahayakan nyawa anda.

Share on Pinterest
Share with your friends










Submit
Kesehatan, Makanan