Buat Para Calon Ibu, Penting Untuk Tahu!! 15 Makanan dan Buah Untuk Ibu Hamil yang Perlu Dihindari

Share on Pinterest
Share with your friends










Submit


Source: futurestreet

Masa kehamilan menjadi salah satu fase kehidupan paling mengagumkan yang bisa dialami oleh seorang wanita. Selama proses kehamilan, beberapa wanita nantinya akan mengalami banyak perubahan signifikan, terutama dari segi fisik. Perubahan dari segi fisik termasuk bentuk tubuh wantia saat hamil biasanya juga akan mempengaruhi kebiasaan sehari-hari, hingga pola dan porsi makannya.
Bicara soal pola makan, tentunya akan menjadi aspek krusial bagi ibu dan perkembangan janin, terutama pada masa awal kehamilan. Jadi, jangan hanya menyamakan pola makan Anda saat tidak berbadan dua, karena ada beberapa hal yang masih aman untuk dikonsumsi dan ada juga yang tidak.
Seperti kita tahu, asupan gizi yang baik pada masa kehamilan bukan hanya memengaruhi si calon ibu, tetapi juga bagi bayi di dalam kandungannya. Di antara banyaknya makanan dan buah untuk ibu hamil, ternyata ada sekitar 15 jenis makanan dan buah-buahan yang juga perlu diwaspadai dan dihindari berdasarkan laman Mom Junction dan Onlymyhealth.com.

1. Ikan


Source: brownpau

Anda tidak usah panik, karena tidak semua jenis ikan mesti dihindari untuk dikonsumsi selama masa kehamilan. Beberapa jenis ikan yang diketahui terkontaminasi bahan kimia seperti merkuri adalah makanan yang sangat perlu Anda hindari karena berpotensi menyebabkan kerusakan otak dan keterlambatan perkembangan mental pada janin.

Beberapa jenis ikan yang diketahui mengandung kadar merkuri tinggi seperti king mackerel, ikan todak, hiu, dan tilefish. Beberapa olahan makanan laut yang diasap juga sebaiknya perlu dihindari karena dikhawatirkan terkontaminasi oleh Bakteri Listeria. Selain itu, hindari juga ikan yang dibudidayakan di daerah sungai atau danau yang tercemar Polychlorinated biphenyls, seperti yang biasanya ada pada jenis ikan salmon, ikan bass bergaris, dan bluefish.

Makanan laut lainnya yang harus dihindari oleh ibu hamil adalah beberapa jenis kerang, tiram, dan sejenisnya. Solusi terbaik untuk tetap bisa menikmatinya adalah dengan memilih jenis ikan dari air tawar dengan porsi yang sewajarnya, yaitu kisaran dua porsi dalam seminggu. Selain itu, usahakan untuk memilih jenis ikan segar berkadar merkuri rendah seperti salmon, udang, dan lainnya.

2. Telur Mentah atau Setengah Matang


Source: Matthew Murdoch

Beberapa dari kita pasti ada yang menyukai menu telur mentah atau bahkan setengah matang. Tapi tahukah Anda kalau ada bahaya yang mengintai Anda dan janin jika mengonsumsinya? Apapun sajian makanan Anda, baik itu sebagai menu sarapan atau bahkan campuran, telur setengah matang atau mentah tetap berbahaya, karena mungkin saja mengandung Bakteri Salmonella yang dapat menyebabkan muntah hingga diare.

Solusi untuk tetap bisa menikmati menu telur kesukaan Anda adalah dengan memasaknya hingga matang secara keseluruhan. Atau, Anda juga bisa memilih dan mengonsumsi telur yang telah di pasteurisasi.

3. Daging dan Unggas yang Dimasak Tidak Matang


Source: Unsplash

Rasanya, jenis daging dan unggas sudah menjadi menu kegemaran hampir banyak orang, tak terkecuali bagi wanita hamil. Tetapi, para wanita yang berbadan dua harus sangat berhati-hati dengan menu daging dan unggas, terutama jika diolah setengah matang, apalagi menyisakan bagian tertentu yang masih mentah.

Daging yang diolah setengah matang atau masih mentah berpontensi mengandung parasit Toxoplasma gondii, sehingga sangat berisiko bagi ibu hamil. Akibat yang ditimbulkan bisa beragam, mulai dari muntah-muntah, keracunan makanan, kerusakan janin, hingga keguguran.

Solusi yang baik dan aman untuk tetap bisa mengonsumsi berbagai jenis daging dan unggas adalah dengan memasaknya sampai matang secara keseluruhan dalam suhu minimun berkisar 160 derajat Fahrenheit. Suhu tersebut menjadi batas minimal daging bisa layak dikonsumsi, karena bakteri dan parasit yang dikhawatirkan sudah lenyap.

4. Susu yang Tidak Dipasteurisasi


Source: Devanath

Seperti yang kita tahu, susu memiliki nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh, mulai dari kalsium, protein, hingga mineral. Tapi tidak semua jenis susu aman bagi ibu hamil dan janinnya. Jenis susu yang tidak dipasteurisasi terindikasi lebih berbahaya bagi ibu hamil karena dapat menyebabkan keracunan.

Jika Anda ingin tetap menikmati segelas susu di pagi atau malam hari, lebih baik lebih selektif dalam memilih susu. Jika Anda ingin mengonsumsi susu segar, pastikan susu tersebut telah mengalami proses perebusan sehingga lebih aman. Atau, lebih praktisnya, Anda bisa juga mengonsumsi susu segar yang sudah melalui proses pasteurisasi. Solusi lainnya adalah dengan menikmati jenis susu lainnya yang jauh lebih aman seperti rice milk, susu kedelai, oat milk, dan almond milk.

5. Keju lembut (Soft Cheese) yang tidak dipasteurisasi


Source: RBerteig

Periode kehamilan seharusnya membuat calon ibu lebih membatasi jenis makanan yang  akan dikonsumsinya, karena nantinya juga akan berpengaruh terhadap kesehatan dan keselamatan si calon ibu sendiri dan janinnya. Keju yang tidak melalui proses pasteurisasi seperti brie, feta, camembert, queso fresco, dan lainnya harus Anda hindari, karena mengandung Bakteri Listeria.

Bakteri jenis tersebut punya kontribusi terhadap keguguran, kelahiran prematur atau kelahiran cacat. Pilihan yang aman bagi ibu hamil adalah hanya mengonsumsi keju padat seperti jenis cheddar atau Keju Swiss. Dan seperti Anda tahu bahwa keju terbuat dari susu, makan pastikan juga susu yang digunakan sudah dipasteurisasi. Biasanya, Anda bisa menemukan label yang menandakan bahwa keju tersebut telah mengalami proses pasteurisasi pada kemasannya.

6. Buah dan Sayur yang Tidak Dicuci


Source: U.S. Department of Agriculture

Mulai sekarang jangan lagi menyepelekan kebiasaan mengonsumsi buah dan sayuran tanpa dicuci terlebih dahulu. Kebiasaan itu setidaknya mulai sekarang harus Anda hentikan, karena buah dan sayuran kemungkinan juga telah terpapar oleh pestisida atau parasit Toxoplasma gindii dan Listeria.

Beberapa kandungan pestisida, parasit, hingga bakteri tersebut berisiko dapat merusak janin Anda. Demi alasan keamanan, kesehatan, dan keberlangsungan hidup janin Anda, sebaiknya terapkan kebersihan sebelum mengonsumsi sayur dan buah. Selain itu, jangan lupa juga untuk mengupas kulit buah sebelum dikonsumsi, agar kebersihannya lebih terjamin.

7. Kecambah Mentah


Source: Stacy Spensley

Kecambah mentah memang kaya akan vitamin dan bermanfaat bagi kesehatan. Namun, jika Anda mengonsumsinya dalam keadaan mentah justru akan berisiko tinggi. Kecambah mentah bisa saja mengandung Bakteri E. Coli dan virus yang menyebabkan keracunan makanan.

Walaupun jenis-jenis kecambah ini terasa lebih segar jika dikonsumsi mentah, lebih baik Anda memasaknya, supaya bakteri dan virusnya dapat ikut mati dan hilang.

8. Kacang-kacangan yang dapat Menyebabkan Alergi


Source: theilr

Alergi biasanya dapat muncul jika faktor pemicunya datang. Sedangkan faktor pemicunya sendiri bisa berasal dari banyak hal, salah satunya dari jenis kacang-kacangan yang biasa dikonsumsi, seperti pada kacang tanah, kacang mete, hazelnut, kacang macadamia, dan kenari.

Munculnya efek alergi dari mengonsumsi jenis kacang-kacangan bisa bervariasi, dan gejala yang paling umum biasanya ditandai dengan munculnya ruam kulit pada tubuh. Demi kebaikan Anda dan janin, lebih baik batasi konsumsi jenis makanan ini, karena biasanya bisa menyebabkan pembengkakan pada bagian tertentu pada tubuh.

Karena pemicu dan dampak alergi bisa berbeda pada masing-masing orang, sebaiknya segera konsultasikan langsung pada dokter. Dengan berkonsultasi ke dokter, Anda juga bisa mendapatkan penjelasan mengenai alergi secara lengkap sekaligus mendapat anjuran diet kehamilan yang tepat untuk mencegah alergi.

9. Jus yang Tidak Dipasteurisasi


Source: Mauro Gonzalez

Buah untuk ibu hamil kelihatannya memang baik, apalagi jika diolah menjadi jus. Selain rasanya yang segar dan menyehatkan bagi tubuh, jus juga baik sebagai salah satu program diet. Tapi perlu diingat, buah-buahan dan sayuran mentah yang biasanya jadi bahan baku pembuatan jus terkadang tidak luput dari Bakteri Salmonella dan E.Coli, sehingga berisiko bagi kehamilan.

Lalu bagaimana solusi terbaiknya? Jika Anda ingin mengonsumsi jus yang sehat dan aman bagi perkembangan janin, sebaiknya pilihlah jus yang sudah mengalami pasteurisasi dan disimpan dalam kulkas.

10. Makanan Berkadar Gula Tinggi


Source: Michael Stern

Beberapa wanita hamil mungkin memiliki selera makan yang lebih besar dari biasanya, sehingga tak heran beberapa camilan manis nan menggoda kerap jadi santapan di kala senggang. Kebiasaan yang kian lama bisa menjadi ketagihan ini sebaiknya dibatasi, terutama camilan manis yang berkadar gula tinggi.

Kebiasaan tersebut bisa menyebabkan kadar gula darah dalam tubuh melonjak tinggi, sehingga berisiko terhadap janin. Lebih baik batasi porsi camilan manis Anda, paling tidak selama periode kehamilan.

11. Makanan Berlemak


Source: reynermedia

Selama periode kehamilan bergulir, mungkin Anda berpikir kalau makan-makanan berlemak tidak akan berpengaruh pada postur tubuh, karena pada akhirnya tubuh akan tetap membesar sampai pada bulan ke sembilan.

Sebaiknya Anda berpikir ulang, karena jika kebiasaan tersebut terus berlangsung selama sembilan bulan, maka kolesterol tubuh akan melonjak naik. Anda pun baru menyesal ketika periode kehamilan sudah lewat, lemak akan tetap bersemayam dalam tubuh Anda. Belum lagi, risiko penyakit jantung dan obesitas yang mengintai kesehatan Anda.

Jadi, sebelum terlambat, lebih baik Anda mengonsumsi makanan berlemak yang sewajarnya. Jangan lupa juga untuk melengkapi asupan tubuh Anda dengan makanan yang mengandung omega tiga, enam, dan sembilan.

12. Pemanis Buatan


Source: Mark Bonica

Jika mengonsumsi makanan yang berkadar gula asli secara berlebihan saja berpotensi membahayakan tubuh dan janin Anda, apalagi dengan makanan dengan pemanis buatan? Berbagai jenis pemanis buatan terutama sakarin, tidak bisa disaring oleh plasenta.

Dengan kata lain, saat mengonsumsi makanan yang mengandung pemanis buatan, Anda juga turut memberikan asupan serupa kepada janin. Saran terbaik untuk Anda adalah lebih selektif lagi dalam memilih makanan. Usahakan memilih makanan yang mengandung gula asli dengan kadar yang sewajarnya.

13. Makanan Kaleng


Source: F Delventhal

Praktis, instant, dan efisien adalah kemudahan yang dihadirkan oleh makanan kaleng. Namun, dibalik kepraktisan tersebut, ternyata makanan kemasan kaleng punya beberapa kandungan yang berbahaya, terutama bagi janin Anda.

Ada beberapa alasan yang mengharuskan Anda untuk berpikir ulang dalam mengonsumsi makanan kaleng. Pertama, makanan bisa saja terkontaminasi Bisphenol A (BPA) dari lapisan kaleng yang menjadi wadahnya. Bispenol nantinya akan berdampak terhadap aktivitas endokrin pada janin.

Kedua, makanan yang tersimpan dalam jangka lama di dalam kemasan kaleng bisa saja terkontaminasi oleh bakteri berbahaya. Jadi, alternatif terbaik adalah mengganti segala makanan kalengan Anda dengan bahan yang segar dan alami, baik itu sayuran, buah-buahan, daging, ataupun ikan. Selain rasanya lebih segar dan enak, nutrisi dan manfaat yang bisa Anda dan janin dapatkan jauh lebih maksimal.

14. Buah Pepaya


Source: Japanexperterna.se

Memilih buah untuk ibu hamil tentunya tidak boleh sembarangan. Selain kesegarannya yang harus terjaga, buah juga harus bebas pestisida, bakteri, hingga virus yang terpapar dari luar.

Tapi ternyata, bukan faktor eksternal saja yang menjadikan buah bisa layak dikonsumsi oleh calon ibu dan janinnya. Seperti dikutip dari laman onlymyhealth.com, kabarnya banyak wanita Sri Lanka, Bangladesh, India, hingga Pakistan telah menggunakan pepaya sebagai bahan untuk aborsi. Jenis pepaya mentah atau setengah matanglah yang dianggap berbahaya bagi ibu hamil, karena kaya akan kandungan lateks yang berpotensi memicu kontaksi rahim.

Tapi tenang saja, mengonsumsi pepaya matang justru sangat baik bagi kesehatan. Pepaya matang kaya akan vitamin, seperti vitamin C dan nutrisi sehat lainnya yang baik untuk mencegah timbulnya rasa mulas hingga mencegah sembelit. Bahkan, campuran antara pepaya, madu, dan susu ternyata bisa menjadi semacam suplemen yang baik bagi wanita hamil dan menyusui.

15. Buah Nanas


Source: Pineapple Supply Co.

Buah untuk ibu hamil lainnya yang perlu dihindari adalah buah nanas. Dibalik kesegaran dan rasa asamnya yang begitu menggugah, nanas kaya akan kandungan bromelain, sehingga bisa memperlemah leher rahim dan menyebabkan kelahiran prematur.

Sebaiknya Anda benar-benar menghindari buah berwarna kuning ini, terutama pada periode tri semester pertama, untuk menghindari kejadian yang tak diinginkan, seperti pelemahan leher rahim.

Lagi butuh make up artist? Yuk cobain di HelloBeauty.id aja, cool banget!

Share on Pinterest
Share with your friends










Submit
Anak, Kehamilan