Tambah Pengetahuanmu dengan 15 Fakta tentang Budaya Jawa Ini

Share on Pinterest
Share with your friends










Submit


Source: Flying Pharmacist

Budaya Jawa adalah budaya yang dianut oleh masyarakat Jawa, khususnya di daerah Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Budaya Jawa merupakan salah satu budaya yang paling banyak diminati di mancanegara. Berikut adalah beberapa fakta mengenai budaya Jawa yang perlu kamu ketahui untuk menambah pengetahuan kamu tentang keragaman budaya Nusantara:

1. Senang dengan Makanan Manis


Source: Christian Razukas

Masyarakat Jawa terkenal menyukai makanan yang manis-manis. Hal ini terbukti dengan makanan Jawa khas Jawa yang kebanyakan bercita rasa manis. Contohnya adalah bakpia, nasi gudeg, opor ayam, tongseng, nasi liwet, rujak petis, onde-onde dan masih banyak lagi yang lainnya. Konon makanan manis ini lahir karena pada jaman Belanda, orang Jawa dipaksa menanam tebu untuk pabrik gula. Setelah gula diperkenankan dikonsumsi orang pribumi, maka segala makanan digulai. Namun, tidak seluruh orang Jawa senang dengan makanan yang manis-manis. Di Jawa Timur cita rasa makanannya tidak manis seperti Jawa Tengah dan Yogyakarta.

2. Bahasa Jawa

Masyarakat Jawa menggunakan bahasa Jawa dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa ini biasanya digunakan penduduk di daerah Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur. Namun tidak hanya di pulau Jawa, bahasa Jawa ini juga digunakan di beberapa kawasan-kawasan luar Jawa seperti di Lampung, Jakarta, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Jambi, Sumatera Selatan, Riau, dan Aceh. Penggunaan bahasa Jawa juga ditemukan di luar negara Indonesia, beberapa di antaranya adalah do Suriname, Belanda, Guyana Perancis dan Venezuela.

3. Tari-Tarian

Masyarakat Jawa memiliki banyak tari-tarian tradisional yang lahir dari keseharian orang Jawa. Beberapa tarian yang terkenal di antaranya tari Ebeg (Banyumas), tari Cakil dan tari Kuda Lumping (Jawa Tengah), tari Golek Menak (Yogyakarta) serta tari Reog (Jawa Timur). Reog merupakan salah satu tarian yang paling terkenal yang berasal dari Jawa. Penari Reog menari hingga mengalami kesurupan, bahkan bisa memakan kaca. Meskipun terasa menyeramkan, namun tarian ini selalu menarik minat para wisatawan.

4. Candi Peninggalan


Source: Gunkarta

Candi merupakan salah satu peninggalan dari kerajaan-kerajaan Jawa yang dulu pernah berdiri. Di pulau Jawa tercatat bahwa terdapat lebih dari 50 buah candi yang masih berdiri teguh. Beberapa candi peninggalan yang terkenal di Jawa adalah Candi Borobudur dan Candi Prambanan. Bahkan Candi Borobudur sempat menjadi bagian dari 7 keajaiban dunia.

5. Gamelan

Salah satu alat musik tradisional yang berasal dari Jawa adalah gamelan. Gamelan merupakan ensemble musik yang menonjolkan metalofon, gambang, gendang dan gong. Gamelan menggunakan 4 macam intrumen yaitu instrument colotomik seperti kempyang, ketuk, gong. Lalu intrumen balungan yang terdiri dari slentho, saron panerus, saron burung, dan lainnya. Kemudian ada juga intrumen panerusan yang terdiri dari bonang, gender, gambang, siter, suling dan rebab. Dan yang terakhir adalah instrument unpitched, yaitu kendang, bedug, kecer, kemanak dan kepyak.

6. Silat

A post shared by @pramana_rizki on

Silat adalah seni bela diri tradisional dari Jawa. Perguruan silat yang pertama kali berdiri bernama Kali Majapahit yang berasal dari kerajaan Majapahit Kuno. Perguruan silat Jawa lainnya adalah Perisai Diri yang didirikan oleh almarhum RM Soebandiman Dirdjoatmodjo. Perguruan silat ini berkembang di seluruh Jawa dan Indonesia, bahkan hingga ke Amerika dan Eropa. Tidak heran jika pertandingan silat kini dihelat dalam berbagai kompetisi silat nasional maupun internasional.

7. Kalender Jawa

A post shared by Dina Adriyani (@dinadriyani) on

Kalender Jawa merupakan kalender perpaduan antara budaya Islam, budaya Hindu-Buddha Jawa dan budaya Eropa. Dalam kalender ini, terdapat dua siklus hari yang dipakai. Pertama adalah siklus mingguan yang terdiri dari 7 hari seperti kalender masehi. Kedua adalah siklus pecan pancawara yang hanya terdiri dari 5 hari pasaran. Hari pasaran sebagai patokan mencari hari baik masih dipertahankan oleh orang Jawa yang memegang tradisinya. Kalender Jawa juga masih tercantum di kalender umum yang memudahkan orang Jawa melihat hari pasaran.

8. Menghargai Pendidikan Tinggi

Masyarakat Jawa sangat menghargai pendidikan. Hal ini terbukti dengan fakta bahwa bapak pendidikan Indonesia yaitu Ki Hajar Dewantara merupakan orang Jawa dan beliau adalah pelopor pendidikan di Indonesia. Sekolah kedokteran yang berdiri pertama kali di Indonesia yaitu STOVIA di dirikan di Jawa. Selain itu, pada masa modern ini Universitas-Universitas di pulau Jawa menempati peringkat terbaik di Indonesia. Bahkan dalam kompetisi Olimpiade Sains Nasional tercatat bahwa daerah yang berada di pulau Jawa paling banyak memenangkan kompetisi sains bertingkat nasional ini.

9. Kapal Jung

Kapal Jung adalah sebuah kapal tradisional masyarakat Jawa yang dipercaya digunakan oleh orang Jawa pada zaman kerajaan terdahulu. Kapal ini juga disebut sebagai kapal Borobudur karena ditemukan penggambaran kapal Jung dalam relief candi Borobudur. Kapal ini dilengkapi dengan dua batang kemudi berbentuk dayung, serta layar yang menyerupai segi empat. Lambung kapal Jung dibuat dengan menyambungkan papan-papan pada lunas kapal, yang kemudian disambungkan pada pasak kayu tanpa menggunakan kerangka, baut ataupun paku besi.

10. Kerajaan Jawa yang Tersisa


Source: Daniel Julie

Pada zaman dahulu, banyak kerajaan yang berdiri di Jawa seperti kerajaan Mataram Hindu, kerajaan Majapahit, kerajaan Singasari, dan kerajaan-kerajaan yang lain. Namun, kini kerajaan Jawa yang tersisa hanyalah 4 kerajaan. Kerajaan-kerajaan tersebut adalah Kesultanan Cirebon, Kesultanan Yogyakarta (Ngayogyakarta Hadiningrat), Kasunanan Surakarta, dan Kesultanan Kanoman Cirebon. Kerajaan-kerajaan ini masih berdiri teguh di tanah air Indonesia dan memegang budaya serta tradisi mereka dengan teguh.

11. Sastra Jawa

A post shared by Jawa Sastra (@jawasastra) on

Sejarah sastra Jawa semenjak abad ke-9 dibagi menjadi 4 masa, yaitu masa sastra Jawa kuna, masa sastra Jawa tengahan, masa sastra Jawa baru dan masa sastra Jawa Modern. Awalnya bahasa Jawa ditulis dalam aksaran turunan aksara Pallawa yang berasal dari India Selatan. Aksara inilah yang kemudian berkembang menjadi aksara Jawa modern yaitu Hanacaraka yang masih digunakan hingga sekarang.

12. Kejawen

A post shared by nenggala pati (@dedengkotjowo) on

Kejawen merupakan sebuah kepercayaan yang dianut oleh suku Jawa dan suku bangsa lainnya yang menetap di Jawa. Sejak zaman dahulu, orang Jawa telah mengakui keesaan Tuhan, yang juga merupakan inti dari ajaran Kejawen. Ajaran Kejawen memiliki beberapa misi, di antaranya yaitu “Mamayu Hayuning Pribadhi”, yang berarti sebagai rahmat bagi diri pribadi dan “Mamayu Hayuning Bhuwana” yang artinya sebagai rahmat bagi alam semesta.

13. Keris


Source: Semar Kris

Keris adalah salah satu senjata tradisional milik suku Jawa. Senjata tradisional ini berujung runcing dan tajam pada kedua sisinya. Keris sangat mudah dibedakan dari senjata tajam lainnya, karena bentuknya yang khas yaitu bilahnya yang berkelok-kelok dan bentuknya tidak simestris di bagian pangkal yang melebar. Pada masa lalu keris digunakan sebagai senjata dalam peperangan. Namun kini keris lebih cenderung menjadi aksesoris berbusana dan simbol budaya.

14. Pakaian Adat

Sehat terus nggih pak, buk… 😘 . . . #wedding#pakaianjawa#bapak#ibu#

A post shared by Anang Prima (@anangprima) on

Pakaian adat masyarakat Jawa disebuat dengan kain kebaya. Namun terdapat sedikit perbedaan dalam cara pemakaian dan motif kebaya yang dikenakan oleh masyarakat Jawa. Contohnya seperti di Jawa Timur, cara pemakaian kebaya mencerminkan ketegasan dan kesederhanaan. Sedangkan cara pemakaian kain kebaya di Jawa Tengah menggambarkan perilaku orang Jawa Tengah yang santun berbalut filosifi dalam kain batik. Selain itu, terdapat perbedaan juga pada penutup kepala yang dikenakan.

15. Batik

Batik merupakan salah satu seni tradisional yang beradal dari Jawa. Kata batik berasal dari bahasa Jawa “tik” yang artinya titik atau membuat titik, yang kemudian berkembang menjadi istilah “batik”. Batik adalah sebuah kain bergambar yang terbuat dari malam. Awalnya batik dibuat di atas kain kapas berwarna putih yang dinamakan kain mori. Namun pada zaman modern ini kain batik dibuat di atas bahan lain seperti sutera dan poliester. Motif batik digambar menggunakan canting yang mengeluarkan cairin lilin.

Demikian beberapa fakta mengenai budaya Jawa, yang merupakan salah satu warisan kebudayaan Indonesia. Bahkan beberapa budaya Jawa seperti kebaya dan batik telah menjelma menjadi salah satu budaya nasional yang dikenakan bukan oleh orang Jawa saja, tetapi juga umumnya orang Indonesia.

Lagi butuh make up artist? Yuk cobain di HelloBeauty.id aja, cool banget!

Share on Pinterest
Share with your friends










Submit
Knowledge