Untuk Para Penderita Anemia, Inilah 15 Makanan Penambah Darah yang Harus Kamu Tahu

Share on Pinterest
Share with your friends










Submit

Source: concord

Anemia tergolong sebagai penyakit yang tidak berbahaya, namun menghambat aktivitas karena membuat Anda merasa cepat letih dan lemas. Anemia yang sudah parah dapat membuat penderita sering mengalami pandangan berkunang-kunang hingga blackout. Untungnya, masalah anemia dapat dikendalikan dengan mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi. Bagi kamu yang menderita anemia, ketahui 15 makanan penambah darah berikut ini:

1. Brokoli


Source: hagelund

Brokoli termasuk salah satu buah yang berguna untuk detoksifikasi karena mengandung zat besi dan vitamin C. Vitamin C tidak hanya diperlukan untuk menjaga daya tahan tubuh, tetapi juga dalam penyerapan zat besi. Zat besi sendiri berperan dalam mengangkut oksigen dari paru-paru untuk kemudian diedarkan ke seluruh tubuh oleh darah. Seporsi brokoli setengah matang sebanyak 3-4 kali seminggu akan membantu mencukupi kebutuhan zat besi dan vitamin. Cuci bersih dengan air garam atau cuka apel untuk menyingkirkan ulat dan residu pestisida.

2. Bayam


Source: quimuns

Dalam budaya populer, bayam dikenal masyarakat sebagai sayuran penguat tubuh kesukaan Popeye, si pelaut. Bayam yang kaya kalium membantun menurunkan tekanan darah tinggi, yang pada gilirannya membuat pembulu darah lebih elastis dan melancarkan peredaran darah. Bayam sangat sedap dimasak sebagai sayur bening dan dijadikan campuran pecel. Khasiat bayam berlipatganda jika dikonsumsi mentah atau dibuat jus.

3. Kedelai


Source: bigfatcat

Kedelai tergolong kacang-kacangan yang memiliki banyak produk turunan seperti tempe, tahu, tauco dan susu kedelai. Kedelai rebus mengandung lebih banyak zat besi ketimbang yang lainnya. Anda pastinya tak asing lagi dengan camilan yang kerap dijajakan oleh pedagang keliling ini. Untuk menjamin kebersihannya, kamu bisa mengukus sendiri kedelainya ketimbang jajan di luar.

4. Buah Naga


Source: wzf-zona

Akhir-akhir ini buah naga semakin banyakan dibudidayakan karena mudah, murah dan banyak peminatnya. Buah yang berwarna merah atau putih ini rasanya manis, dapat dimakan langsung, dibuat jus atau dijadikan sebagai bahan campuran es buah. Bagi penderita anemia, konsumsi buah naga sebagai sarapan dapat menjaga kesehatan pembuluh darah dan aman untuk penderita diabetes.

5. Alpukat


Source: kakuko

Alpukat sering diolah menjadi jus atau bahan campuran es buah di daerah tropis seperti Indonesia. Kandungan zat besinya yang tinggi menjadikan alpukat sebagai pilihan penambah tekanan darah yang baik. Sebenarnya alpukat ini tergolong sayuran lho, makanya jangan heran jika alpukat juga dapat dijadikan sebagai bahan campuran salad sayuran dan sandwich. Kandungan lemak nabatinya yang tinggi tidak akan membuat Anda gemuk.

6. Buah Kurma


Source: jackmac

Buah kurma dianjurkan untuk dikonsumsi sebanyak 3-5 butir per hari bagi penderita anemia karena kandungan zat besinya yang tinggi. Gula alami kurma juga dapat memberikan energi instan untuk beraktivitas. Penderita anemia sangat memerlukan penambah energi mengingat kondisinya yang sering lemas. Adanya mineral seperti fosfor, kalsium dan kalsium pada kurma dapat menjaga kesehatan tulang sehingga produksi darah menjadi terjaga. Produksi darah terjadi di bagian sumsum tulang mengapa. Itulah mengapa penderita anemia harus memperbanyak asupan kalsium.

7. Buah Stroberi


Source: Einladung

Stroberi mengandung vitamin C yang lebih banyak daripada jeruk sehingga sangat baik bagi penderita anemia. Juga mengandung zat besi dan vitamin, serta sejumlah mineral seperti kalium, magnesium dan kalsium. Konsumsi seporsi stroberi 2-3 kali seminggu sebagai sarapan pagi memberikan penderita anemia paket lengkap asupan yang dibutuhkan. Di Indonesia, stroberi hanya tumbuh di daerah-daerah dingin seperti Bandung dan Malang. Tapi jangan khawatir karena stroberi kini banyak tersedia di supermarket.

8. Buah Jeruk


Source: stevepb

Jeruk sangat terkenal sebagai sumber vitamin C karena diiklankan secara masif oleh industri jeruk olahan. Jeruk juga mengandung banyak asam folat yang membantu mengatasi anemia dan baik untuk ibu hamil agar mencegah cacat bawaan pada janin. Jeruk organik dan alami lebih baik ketimbang jeruk kalengan. Bahkan, perasan jeruk aman dikonsumsi setiap hari sebagai minuman sarapan pagi.

9. Buah Jambu Biji


Source: liguoze

Banyak yang tidak mengetahui bahwa buah jambu biji ternyata memiliki vitamin C sebanyak 2 kali lebih banyak daripada buah jeruk. Vitamin C dibutuhkan untuk penyerapan zat besi ke dalam tubuh. Tidak heran jika jus jambu juga menjadi salah satu buah untuk penderita demam berdarah selain buah kurma. Jus jambu dalam kemasan kurang baik dikonsumsi karena mengandung pengawet. Membuat jus jambu sendiri yang bebas gula akan berkhasiat secara signifikan dalam mengatasi penyakit anemia Anda.

10. Daging Merah


Source: RitaE

Daging merah pada umumnya didapat dari daging sapi dan daging kambing. Daging merah kaya akan protein hewani dan zat besi. Namun hindari konsumsi daging yang berlebihan, terutama daging bakar, karena akan meningkatkan resiko penyakit yang berhubungan dengan kardiovaskular. Memasukan daging merah ke dalam menu makanan tak boleh dilakukan setiap hari dan harus diimbangi dengan banyak sayuran.

11. Daging dan Hati Ayam


Source: Stu

Selain pada daging merah, protein hewani juga dapat ditemukan di dalam daging ayam. Ati ayam mengandung zat besi sehingga menjadi salah satu asupan yang dibutuhkan oleh penderita anemi. Pastikan untuk memasak ati ayam dengan benar untuk membunuh bakteri yang mungkin bersarang. Sangat cocok jika dimasak bersama rempah-rempah karena rasanya akan semakin lezat dan baik bagi sistem imun tubuh.

12. Telur


Source: stevepb

Telur ayam juga sangat baik untuk penderita anemia dan darah rendah (hipotensi). Ada bermacam vitamin dan mineral yang terkandung di dalam telur, termasuk zat besi. Jika Anda menderita penyakit anemia atau hipotensi akun, konsumsi telur rebus dua butir per hari. Pastikan telur yang Anda konsumsi adalah telur ayam kampung organik yang mungkin memerlukan sedikit usaha untuk mendapatkannya.

13. Susu


Source: gefrorence

Penderita anemia sangat membutuhkan kalsium untuk memperkuat tulang. Produksi darah terjadi di bagian tulang belakang. Produk susu seperti keju dan yoghurt juga dapat membantu mengurangi gejala anemia. Susu dan produknya lebih baik dikonsumsi yang bebas gula terutama jika Anda memiliki risiko penyakit diabetes. Jika Anda memiliki alergi terhadap susu, tak perlu cemas jika tak bisa minum susu. Alergi ini biasanya terjadi dalam bentuk ruam, gatal, flu dan penurunan kondisi fisik lainnya. Ada banyak alternatif makanan lain untuk memperkuat tulang.

14. Ikan Salmon


Source: cattalin

Ikan salmon terkenal mengandung beragam nutrisi penting untuk menambah produksi darah, seperti vitamin D, omega-3, selenium dan vitamin B12. Sangat dianjurkan untuk dikonsumsi sebanyak dua kali dalam seminggu untuk penderita anemia akut. Pastikan untuk mendapatkan ikan salmon yang bebas merkuri karena pencemaran laut membuat ikan semakin tidak aman untuk dikonsumsi.

15. Kerang


Source: nosheep

Kandungan zat besi yang tinggi membuat kerang termasuk makanan yang dapat mengatasi anemia. Kerang budidaya lebih aman dikonsumsi ketimbang kerang dari laut mengingat bahaya pencermaran yang mungkin membuat kerang terkontaminasi. Namun hati-hati jika Anda adalah penderita alergi makanan laut, karena dapat menyebabkan gatal-gatal di sekujur tubuh. Makanan lainnya dapat menjadi alternatif bagi Anda.

Itulah 15 makanan penambah darah yang bisa Anda konsumsi jika merasakan gejala-gejala anemia seperti pusing, berkunang-kunang dan sulit berkonsentrasi. Pastikan lebih banyak buah dan sayuran dalam menu makanan Anda karena sifatnya yang alkali lebih baik bagi tubuh.

Mager ke salon?? Tinggal pesan Beauty Service mu di HelloBeauty.id, tersedia makeup, hairdo, hijabdo dan masih banyak lagi!

Share on Pinterest
Share with your friends










Submit
Culinary