Apakah Kamu Tahu 15 Kopi dari Indonesia Berikut Ini? Kamu Wajib Mencobanya!

Share on Pinterest
Share with your friends










Submit


Source: Acekreations

Indonesia adalah salah satu negara penghasil kopi terbesar kedua di dunia setelah Brazil. Kondisi iklim dan struktur tanahnya merupakan kombinasi yang baik sebagai tempat tumbuh kopi. Ada banyak sekali kebun kopi yang tersebar di berbagai daerah di negara kita, dan kopi yang tumbuh di setiap tempat itu memiliki karakteristik yang berbeda dan unik.

Apa saja, sih, jenis-jenis kopi di Indonesia? Yuk, kita simak ke-15 daftarnya berikut ini:

1. Kopi Jawa


Source: Chrizzel_lu

Pulau Jawa terkenal dengan kopi Arabikanya. Biji kopi ini cocok ditanam di ketinggian lebih dari 1500 m dan tumbuh di suhu 16-20 derajat celsius. Karena tanaman untuk biji kopi ini lebih rentan terkena penyakit, para petani harus berhati-hati dalam merawatnya. Biji kopi jawa (Java coffee) ini dapat disimpan hingga 2-3 tahun, hal ini akan menambah kekuatan rasa Arabika yang memang khas.

2. Kopi Sumatera

Kopi Sumatera adalah salah satu kopi yang terkenal di dunia, di antaranya yang berasal dari Sumatera Utara. Rasanya kuat dan merupakan salah satu jenis kopi paling kompleks di seluruh dunia. Pemerhati kopi mengatakan bahwa kopi Sumatera unik karena teksturnya yang halus namun pedas akibat aroma rempah dan tanah. Kopi Sumatera diproses dengan dua cara, yaitu pemrosesan setengah basah dan kering.

3. Kopi Sulawesi


Source: Freefaithgraphics

Pulau Sulawesi juga merupakan pulau penghasil kopi di Indonesia. Kopi di sini biasanya diproses dengan metode kering. Kopi yang terkenal dari pulau ini berasal dari Toraja, di mana kopi tumbuh di area pegunungan di ketinggian sekitar 1500 m dari permukaan air laut. Perkebunan kopi biasanya dimiliki oleh pribadi dan merupakan perkebunan kecil. Pemetikan biji kopi pun dilakukan dengan tangan dan hanya dipilih yang berkualitas paling baik.

4. Kopi Aceh Gayo


Source: Pexels

Kopi yang datang dari tanah Gayo di Aceh ini adalah salah satu jenis kopi yang paling banyak dikonsumsi dan diekspor ke luar negeri. Kopi Gayo memiliki karakter yang unik dan aroma yang berbeda dari kopi-kopi lain di Indonesia. Gayo menghasilkan banyak sekali tipe kopi arabika terbaik. Rasanya cenderung pahit dengan kadar keasaman yang rendah, aromanya tajam sehingga kopi ini banyak digemari.

5. Kopi Luwak

Nah, kopi yang satu ini pasti sudah tidak asing lagi. Sebenarnya kopi luwak lebih merupakan cara pemrosesan ketimbang jenis kopi, karena dia berasal dari kotoran luwak (hewan sejenis musang, civet) yang memakan biji kopi namun tidak biji tersebut tidak habis tercerna, sehingga hasil pembuangannya tetap berupa biji kopi. Keberadaan kopi ini sebenarnya telah ada sejak zaman tanam paksa oleh pemerintah Belanda. Cara ini diciptakan oleh penduduk lokal agar tetap bisa menikmati kopi karena pemerintah Belanda melarang orang pribumi untuk mengonsumsi kopi dari kebun mereka. Karena caranya yang khas yang hasilnya cukup jarang, kopi ini telah berharga mahal sedari dulu dan kini merupakan kopi termahal di dunia.

6. Kopi Kintamani

Kopi ini berasal dari pulau Bali dan memiliki rasa yang unik bila dibandingkan dengan kopi dari kepulauan lain. Kopi Kintamani memiliki rasa yang segar dan beraroma buah, hal ini karena tumbuhannya ditanam bersamaan dengan tanaman lain seperti bermacam-macam sayuran dan buah sitrun. Jenis kopi ini ditanam menggunakan sistem intercropping. Karena itulah terdapat sedikit rasa dan aroma buah seperti jeruk, sehingga tidak “berat” saat diminum. Keunikannya juga dipengaruhi oleh letak geografis Bali.

7. Kopi Papua Wamena

Kopi lagiiii#kopilokal #kopipapuawamena

A post shared by dennise (@fannydenniselin) on

Kopi dari wilayah timur Indonesia ini tumbuh di ketinggian 1500 m dengan suhu sekitar 20 derajat celsius. Sehingga kopi ini memiliki rasa yang cenderung mild dan aroma yang kuat. Kopi Papua Wamena memiliki kadar keasaman yang rendah, hal ini mungkin dikarenakan letak geogratif dan struktur tanah tempat kopi tumbuh. Kualitasnya tinggi karena para petani menumbuhkannya secara organik tanpa campuran kimia apapun yang dapat mempengaruhi rasa kopi. Bagi kamu yang menyukai kopi dengan rasa yang ringan dan lembut, aroma yang nikmat dan tajam serta tekstur yang hampir tidak berampas, kopi ini adalah pilihan tepat buatmu.

8. Kopi Flores Bajawa

Flores terkenal dengan keindahan alamnya. Tapi siapa di antara kamu yang tahu bahwa tanah Flores juga menghasilkan kopi yang nikmat? Kopi Flores Bajawa berasal dari Ngada, tumbuh di tanah subur Flores yang dikelilingi pegunungan yang masih aktif. Tanah tempat kopi ini tumbuh mengandung abu vulkanik yang menyuburkan tanah sehingga baik bagi tanaman. Pemrosesan kopi ini biasanya melalui metode basah. Aromanya sedikit seperti buah-buahan dan memiliki after taste seperti tembakau.

9. Kopi Robusta Jawa


Source: Schmucki

Dari namanya, kopi ini jelas berasal dari pulau Jawa. Bijinya berwarna hijau muda dan memiliki kadar keasaman yang rendah dan cenderung kental. Dia tumbuh di ketinggian 900 meter di atas permukaan laut. Karena tumbuhnya di daerah pegunungan yang aktif, maka tanah yang kaya akan vulkanik membantu menyuburkan tanaman kopi ini dan memperkayanya dengan nutrisi dan mineral.

10. Kopi Sumatera Lintong

Daerah Lintong di Sumatera Utara merupakan area penanaman kopi terbesar saat masa penjajahan Belanda di akhir abad 19 dulu. Tipe kopi arabika yang dibawa dan ditanam di sini menghasilkan biji kopi dengan kualitas terbaik karena letak kebun yang berada di ketinggian 2000 m di atas permukaan laut dengan suhu antara 17-25 derajat celsius. Kopi Lintong sebenarnya bukanlah jenis kopi, namun merupakan merek dagang untuk kopi yang berasal dari daerah di Sumatera Utara ini.

11. Kopi Sumatera Sidikalang

Sama seperti kopi Lintong, kopi ini berasal dari daerah Sumatera Utara, tepatnya di area sekitar Danau Toba. Aromanya pun mirip dengan produksi Lintong, yaitu herbal dan rasanya yang sedikit seperti rempah-rempah. Teksturnya yang cukup kental, keasamannya rendah, dan rasanya yang juga menyegarkan membuatnya menjadi salah satu kopi yang kompleks dan dianggap amat kuat. Dia tumbuh di ketinggian 1500 m di atas permukaan air laut, di daerah pegunungan yang sejuk.

12. Kopi Arabika Preanger


Source: Taufik_81

Bibit kopi arabika ini dulunya dijadikan komoditas oleh pemerintah Belanda saat menduduki Indonesia dan arabika preanger ini adalah jenis kopi yang ditanam di tanah Jawa Barat yang merupakan daerah dingin dan subur dengan pegunungan dan perbukitan, sehingga menghasilkan cita rasa kopi yang tinggi dan sangat diminati ketika diekspor ke benua Eropa.

13. Kopi Sumatera Mandheling

Kopi ini memiliki kadar keasaman yang rendah, sedikit rasa pahit dan kental. Hal ini dipengaruhi oleh bagaimana biji kopi diproses setelah dipanen, yaitu dengan penggilingan basah, dan juga memberikan warna biji kopi yang hijau kegelapan. Nama kopi ini berasal dari “mandailing”, yang merupakan nama sebuah kelompok etnik di Indonesia, lebih tepatnya di daerah Batak.

14. Kopi Liberika Jambi

Kopi liberika ini aslinya berasal dari Afrika, yaitu di negara-negara seperti Liberia, Uganda, dan Angola. Kopi ini dibawa ke Indonesia untuk menggantikan pohon arabika yang terserang penyakit di akhir abad ke-19. Pohonnya dapat tinggi menjulang hingga 20 meter dan berdaun amat lebar. Bijinya berbentuk seperti almond dan beraroma buah. Kopi liberika kini menjadi salah satu kopi yang langka di dunia karena produsennya yang amat sedikit. Dari Indonesia, kopi liberika Jambi adalah yang terkenal. Namun luas perkebunannya pun kini menyusut akibat banyak tanamannya yang layu dan mati akibat hama yang tidak diketahui dan masih diteliti. Kopi liberika Jambi memiliki kadar keasaman yang tinggi dengan aroma dan rasa buah.

15. Kopi Excelsa

Excelsa.. Double Shot.. #kopiexcelsa

A post shared by Mokhamad Najib (@mnajib70) on

Kami tahu, dua jenis terakhir dari daftar ini bukanlah kopi asli Indonesia. Kopi excelsa ini, misalnya, merupakan varian dari kopi liberica. Rasanya mirip dengan arabika namun memiliki rasa dan beraroma buah. Baik liberica dan excelsa kini hampir mengalami “kepunahan” karena produksinya hanya sekitar 7% di seluruh dunia. Dan dia masih bisa ditemukan di Pulau Meranti, provinsi Riau, Indonesia.

Tahukah kamu kalau Indonesia merupakan penghasil kopi robusta terbaik di dunia? Namun produksi yang paling banyak adalah jenis arabika, yaitu sekitar 80% dari total perkebunan yang ada. Kalau kamu punya kesempatan, cari dan icipilah kopi-kopi di atas. Kenali rasa aslinya sebelum mereka masuk ke coffee shop dan diolah menjadi berbagai macam variasi minuman kopi. Good friends are a treasure, good coffee is a pleasure.

Lagi butuh make up artist? Yuk cobain di HelloBeauty.id aja, cool banget!

Share on Pinterest
Share with your friends










Submit
Knowledge, Lifestyle