15 Manfaat Menyusui dan Air Susu Ibu untuk Bayi

Share on Pinterest
Share with your friends










Submit


Source: Seeseehundhund

Sebenarnya bukan rahasia lagi ya, bahwa air susu ibu (ASI) memiliki banyak manfaat luar biasa bagi bayi. Penelitian terkini juga membuktikan bahwa ASI bisa menyelamatkan nyawa bayi, karena komponen ASI bisa berubah sesuai dengan kebutuhan bayi lho! Wow…

Yuk, kita simak 15 manfaat menyusui dan ASI bagi bayi yang perlu kamu ketahui berikut ini:

1. Membakar kalori


Source: Meditations

Pernah dengar nggak kalau menyusui dapat membantu ibu mengurangi berat badan? Yap, menyusui ternyata membakar sekitar 500 kalori, lho, per harinya! Bila dihitung-hitung, tiap ons ASI mengandung 20 kalori, dan bila seorang ibu menyusui bayinya sebanyak 20 ons per hari, hitung deh berapa kalori yang berkurang dari tubuh ibu. Dan itu bisa lebih, bergantung pada seberapa tinggi frekuensi ibu menyusui dan seberapa banyak ASI yang dihasilkan setiap kali menyapih.

2. Memperkuat tulang


Source: FancyCrave1

Perempuan yang menyusui memiliki risiko empat kali lebih rendah untuk mengalami osteoporosis pascamenopause. Penjelasannya adalah saat wanita sedang hamil dan menyusui, tubuhnya menyerap kalsium lebih efisien. Tulang-tulang di tubuh, terutama tulang belakang dan panggul, mungkin akan sedikit kurang padat saat menyusui, namun enam bulan kemudian mereka ternyata lebih padat dibandingkan sebelum kehamilan!

3. Melindungi bayi


Source: Pexels

Kasus penyakit yang antara lain berupa pneumonia, demam, terserang virus ternyata berkurang pada bayi yang mendapat asupan air susu ibu. Infeksi gastrointestinal (saluran pencernaan berkaitan dengan lambung dan usus) seperti diare, yang biasa muncul di negara-negara berkembang karena buruknya tingkat sanitasi dan gizi, juga jarang ditemui pada bayi yang mendapat ASI. Dan juga setiap tetes ASI ternyata mengandung kurang lebih satu juta leukosit (sel darah putih) yang berfungsi membasmi kuman dan melindungi bayi dari berbagai penyakit dan infeksi.

4. Baik bagi ibu pascamelahirkan


Source: Sanjasy

Tahukah kamu bahwa saat ibu menyusui, dia akan mengeluarkan hormon oksitosin yang membuat uterus berkontraksi? Nah, hal ini dapat mengurangi pendarahan pascamelahirkan lho. Ditambah menyusui dapat membuat rahim kembali ke ukuran normal lebih cepat, yaitu sekitar enam minggu setelah melahirkan, bila dibandingkan dengan ibu yang tidak menyusui. Fakta yang menarik, bukan?

5. Mengurangi risiko kanker


Source: PublicDomainPictures

Menyusui dapat mengurangi risiko kanker pada bayi saat mereka beranjak ke masa kanak-kanak. Ibu sendiri memiliki risiko 25 persen lebih rendah untuk mengalami kanker payudara dan 20 hingga 25 persen lebih rendah akan kanker indung telur (ovarium) sebelum menopause. Begitu pula dengan kanker rahim (endometrium) serta penyakit-penyakit mematikan lainnya yang umumnya muncul atau menyerang wanita.

6. Formula ASI disesuaikan


Source: PublicDomainPictures

Susu formula di pasaran tidak akan mampu berubah komposisi, berbeda dengan air susu ibu. Komposisi ASI dapat berubah sesuai dengan kebutuhan bayi. Fakta ini sangat menarik. Contoh: kolostrum (ASI yang muncul setelah ibu melahirkan) penuh dengan antibodi yang berfungsi melindungi bayi yang baru lahir, dia juga kaya protein dan rendah gula, jadi meski sedikit jumlahnya dapat membuat bayi merasa kenyang. Beberapa hari setelah melahirkan, ASI akan mengandung gula lebih banyak dari kolostrum, dan hal ini sesuai dengan kebutuhan bayi karena mereka akan membutuhkan lebih banyak kalori. ASI akan dicerna lebih cepat agar bayi lebih sering makan untuk mempercepat pertumbuhan mereka.

7. Berpengaruh pada vaksin


Source: Myriams-Fotos

Eits, jangan salah sangka dulu. Berpengaruh di sini tentunya dalam artian baik. Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang mendapat asupan ASI memiliki respon yang lebih baik terhadap vaksin ketimbang bayi yang diberi susu formula. Biasanya, bayi yang baru divaksin akan rewel dan mengalami demam (yang tentunya akan merepotkan dan malah membuat panik seisi rumah) sebagai respon terhadap vaksin. Nah, bayi yang mendapatkan ASI secara teratur akan berkurang risikonya untuk mengalami demam. Alasannya bisa jadi karena bayi yang disusui secara teratur tidak berhenti makan, atau ASI mengandung komponen antiperadangan yang mengurangi risiko demam.

8. Bebas menstruasi


Source: Basti93

Yeay, ini pasti merupakan kabar gembira bagi para calon ibu atau ibu baru! Memberikan ASI eksklusif pada bayi (tanpa susu formula atau makanan tambahan lainnya selama kurun waktu tertentu) akan menunda ovulasi, lho. Yang berarti akan menunda menstruasi. Saat level prolaktin menurun, estrogen dan progesteron akan meningkat dan membuat para wanita berovulasi. Menyusui dapat menghasilkan prolaktin, sehingga akan menunda menstruasi.

9. Bebas kontrasepsi


Source: Anqa

Berkaitan dengan poin di atas, kalau ibu tidak berovulasi dan menstruasi, berarti mereka tidak dalam kondisi subur, kan? Nah, hal ini dapat dimanfaatkan untuk melakukan hubungan seks dengan pasangan tanpa harus khawatir akan “kebobolan”. Tapi ibu harus tetap memperhatikan aturannya, yaitu menyusui secara teratur setiap empat jam pada bayi agar dapat meningkatkan produksi prolaktin.

10. Meningkatkan sistem imun


Source: Pezibear

Kalau kamu khawatir memaparkan bayi yang baru lahir terhadap lingkungan yang dikelilingi banyak gangguan, maka susuilah bayimu, berikan ASI. Nantinya dia akan mendapatkan sistem pertahanan tubuh yang lebih baik ketimbang bayi lainnya. Bayi juga akan lebih resisten terhadap kuman, bakteri, virus, dan paparan penyakit lainnya. Nah, jika nanti bayi divaksin sekalipun, menyusui dan ASI ini akan meningkatkan manfaat positif dari vaksin tersebut.

11. Anak akan lebih doyan makan


Source: Speaknow

Apakah kamu ingin anakmu nantinya tidak rewel soal makanan? Solusinya adalah berikan ASI! Bayi yang disusui akan cenderung mudah beralih pada berbagai macam makanan saat dia mulai bisa mengonsumsi makanan padat bila dibandingkan dengan anak-anak yang dulunya diberi susu formula. Kok, bisa? Ingat, kan, poin di atas soal ASI berubah sesuai dengan kebutuhan dan kondisi bayi? Nah, perubahan itu termasuk rasa pada ASI. Bayi yang terbiasa minum ASI dan merasakan perubahan rasanya dari waktu ke waktu nantinya akan lebih mudah menerima rasa berbagai makanan.

12. Baik bagi oral bayi


Source: Lavaki

Bayi yang mendapat ASI (terutama yang disusui langsung oleh ibu tanpa bantuan botol susu) akan lebih besar kemungkinannya untuk memiliki kondisi mulut dan gigi yang sehat di kemudian hari. Perkembangan otot di wajahnya akibat gerakan menyedot payudara ibu meningkat. Kebiasaan mengisap ibu jari juga lebih jarang terjadi pada bayi yang diberi ASI. Pemberian melalui botol susu juga sebaiknya tidak dilakukan karena dapat mengganggu perkembangan rahang bayi. Bahan botol yang terbuat dari plastik juga tidak selalu aman dan harus selalu dalam kondisi steril saat digunakan.

13. Baik bagi perkembangan psikologis bayi


Source: Pexels

Tahukah kamu bahwa kontak kulit dengan bayi saat menyusui dapat memperkuat ikatan batin antara ibu dan anak? Dengan menyusui langsung anakmu, percaya deh bahwa anak dapat merasakan kasih sayang dari ibunya. Hal ini akan menjadi dasar perkembangan anak terhadap sekelilingnya saat dia beranjak besar. Kelekatan (bonding) yang tinggi dengan ibunya juga nantinya akan menimbulkan rasa percaya pada orang lain.

14. Praktis


Source: Neslinglibrary

Menyusui dengan ASI pasti lebih praktis ketimbang dengan susu formula karena ibu tidak harus membawa berbagai macam peralatan yang harus digunakan untuk membuatnya. ASI mudah dibawa ke mana-mana saat bepergian, dapat diberikan kapan saja dan di mana saja. Dan juga ASI akan selalu berada dalam kondisi siap minum karena suhu ASI selalu tepat saat dihisap oleh bayi.

15. Hemat!


Source: Erdenebayar

Apalagi manfaat yang paling hebat selain menghemat pengeluaran? Memberi ASI pada bayi adalah jauh lebih murah ketimbang memberikan susu formula. Memang sih, beberapa ibu membeli breastpump untuk mempermudah perolehan dan penyimpanan ASI, namun hal ini tetap jauh lebih ekonomis ketimbang mengeluarkan uang untuk membeli susu formula bayi yang harganya mahal karena mengandung komposisi khusus untuk meniru ASI (meskipun isi susu formula tetap tidak akan bisa menyamai keunikan ASI).

Memberikan ASI eksklusif tidaklah mudah dan banyak faktor yang mempengaruhi kesuksesan seorang ibu dalam memproduksi ASI. Yang jelas luruskan niat dan bulatkan tekad untuk memberikan ASI eksklusif pada bayi. Edukasi diri sejak dini dan galang dukungan dari orang-orang terdekat agar kepercayaan diri tumbuh. Bila semua sudah terpenuhi, satu lagi: komitmen. ‘Cause breastfeeding isn’t just about milk, it’s about love.

Lagi butuh make up artist? Yuk cobain di HelloBeauty.id aja, cool banget!

Share on Pinterest
Share with your friends










Submit
Children, Knowledge