15 Fakta Tentang Akad Nikah Yang Perlu Anda Ketahui

Share on Pinterest
Share with your friends










Submit


Source: Pexels

Di masa kini, telah banyak terjadi distorsi dalam hal pendapat mengenai pernikahan. Pernikahan yang seharusnya merupakan sesuatu yang serius, di masa kini bukan hanya sekedar menjadi sebuah hal yang dianggap “main-main”, namun juga dianggap sebagai gengsi. Dengan kata lain, seseorang yang tidak menikah akan menanggung malu. Itu karena orang-orang tidak menyadari mengenai kekuatan akad nikah, surat penting bagi siapapun yang hendak menikah. Karena itu, dalam artikel ini saya akan menyajikan 15 fakta tentang akad nikah yang perlu Anda semua para pembaca ketahui:

1. Merupakan Sebuah Perjanjian


Source: Aleksey Gnilenkov

Ingat akad nikah, kita pasti ingat mengenai memo panjang yang memuat perjanjian formal. Perjanjian tersebut harus disepakati kedua belah pihak sebelum kedua belah pihak mempelai laki-laki dan perempuan disahkan untuk menikah. Namun, lebih dari sekedar perjanjian formal, akad nikah juga adalah bentuk perjanjian yang paling serius yang manusia pernah buat. Kita yang membuat akad nikah mungkin kelihatannya menandatangani perjanjian di depan sesama manusia, namun pada akhirnya, kitalah yang harus mempertanggungjawabkan pilihan hidup untuk menikah dan menandatangani akad nikah di hadapan Sang Pencipta.

2. Harus Dipikirkan Secara Matang-Matang


Source: Mariamichelle

Pernikahan, sama seperti studi lanjut dan memulai pekerjaan baru, merupakan batu loncatan seseorang menuju kehidupan baru. Akad nikah merupakan alat bagi orang untuk melanjutkan jenjang ke pernikahan dan melepas masa lajang mereka. Ini adalah momen yang penting, sehingga akad nikah menjadi sesuatu yang patut untuk diperhitungkan secara matang-matang. Tidak hanya tanggal, bulan, dan tahunnya, namun juga jam dan menitnya supaya tidak bentrok dengan kegiatan penting lainnya.

3. Tidak Bisa Didapatkan Secara Sembarangan


Source: anna carol

Bagi kita yang hendak mendapatkan akad nikah beberapa bulan mendatang, kita pasti tahu masa-masa sebelum atau di tengah-tengah pacaran: Si dia yang jual mahal kita taklukkan hatinya hingga dia luluh (ini kebanyakan terjadi pada pria, namun sebenarnya wanita-wanita masa kini juga mengalaminya, termasuk yang sedang menulis artikel ini). Ketika dia sudah luluh, kita berhadapan dengan si camer yang galak. Camer sudah ditaklukkan, akad nikah tidak keluar-keluar. Nah, lho?! Berarti, akad nikah itu tidak bisa didapatkan secara instan, ‘kan?

4. Harus Disimpan Baik-Baik


Source: debbieryan2009

Meskipun akad nikah pada hakikatnya adalah semacam surat prasyarat menuju kehidupan baru bernama pernikahan, akad nikah tetap adalah surat penting yang harus kita jaga dan simpan baik-baik. Kalau kita memiliki penyimpanan dokumen manual atau online semacam Dropbox atau penyimpanan cloud lainnya, gunakan itu semua. Lebih baik akad nikah disimpan di tempat yang aman dan terlindungi dari tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab daripada pernikahan tidak dapat diakui di kemudian hari.

5. Melibatkan Semua Pihak Yang Berkepentingan


Source: Stephanie Young Merzel

Mungkin Anda akan kaget kalau membaca poin kelima mengenai fakta tentang akad nikah yang perlu Anda ketahui ini. Memang, kelihatannya akad nikah hanya melibatkan dua orang saja, yakni calon mempelai laki-laki dan calon mempelai perempuan sebagai orang yang mau menikah. Namun, karena akad nikah adalah alat batu loncatan untuk melepas masing-masing anak ke rumah baru mereka, maka orang tua pun juga memiliki peran dalam akad nikah. Kalau perlu, emak-engkong juga harus ikut supaya akad nikah tersebut memiliki saksi yang semakin banyak dan akurat.

6. Sulit Kalau Berada Di Luar Negeri


Source: skeeze

Pastikan Anda yang ingin mengurus akad nikah tidak sedang berlibur ke luar negeri. Calon mempelai yang salah satunya saja sedang berlibur ke luar negeri saat pengurusan akad nikah hanya akan mempersulit prosedur pengurusan, kalau tidak memperlambat. Jangan dikira pengurusan dapat dilakukan dengan jarak jauh, karena hal tersebut akan menimbulkan bias yang tinggi. Kalaupun memaksa mengurus akad nikah di luar negeri, penyetaraannya ke akad nikah bahasa Indonesia akan susah dan biayanya pun mahal. Makanya, saya sarankan untuk tidak mengurus akad nikah di luar negeri kalau tidak mau kesulitan.

7. Jika Dimungkinkan, Tenaga Ahli Terlibat Pun Banyak


Source: The International Federation of Library Associations and Institutions

Mengenai keterlibatan, sebenarnya dalam poin kelima saya telah membahasnya, yakni akad nikah ini menghubungkan semua pihak yang terlibat. Bedanya, pada poin sebelumnya, saya menitikberatkan pada keterlibatan keluarga dalam hal pengurusan akad nikah, kali ini saya akan membahas mengenai keterlibatan tenaga ahli yang ada. Kalau berkaitan dengan pengurusan akad nikah, pikiran kita kalau tidak ke notaris, ya, ke Pengadilan Agama. Kalau ternyata calon mempelai adalah orang asing yang sama sekali tidak bisa bahasa Indonesia atau Inggris, maka mungkin dibutuhkan tambahan satu tenaga ahli lagi yakni penterjemah.

8. Menerjemahkan Akad Nikah Itu Keren!


Source: Jan Smith

Poin kedelapan ini berhubungan dengan poin ketujuh mengenai fakta tentang akad nikah, yakni mengenai pekerjaan penterjemah sepanjang prosedur hingga dikeluarkannya akad nikah. Kita tahu kalau menjadi penterjemah adalah profesi yang keren, dapat mengurus dokumen dalam rumah yang nyaman dan terkadang juga dapat diundang ke luar negeri tanpa harus membayar biaya apapun. Terkhusus untuk menerjemahkan akad nikah. Tidak hanya seorang penterjemah butuh keahlian berbahasa, namun juga membutuhkan kemampuan untuk menarik audience yang sedang melihat prosesi akad nikah supaya perhatian mereka lebih terarah. Justru, inilah yang keren dengan menjadi penterjemah akad nikah.

9. Tidak Perlu Didahului Dengan Pesta Dan Musik


Source: adamkontor

Maraknya pesta pernikahan dengan berbagai macam musik dan makanan yang enak beberapa dekade belakangan ini membuat orang-orang salah berpikir kalau akad nikah harus ada pesta yang meriah, undangan yang banyak (kalau bisa ngundang artis sekalian), musik yang meriah, atau makanan yang lezat. Kenyataannya, beberapa orang cukup hanya dengan mengucapkan janji suci di hadapan orang-orang yang memang perlu untuk mendengarnya. Bukan karena tidak cukup uang, tapi karena mereka memang tidak suka pamer.

10. Sifat Janjinya “Sekali Untuk Selamanya”


Source: NGDPhotoworks

Kebanyakan di antara kita, entah sudah ataupun belum menikah, hafal mengenai janji setia “sehidup semati” dalam akad nikah. Namun, banyak juga di antara kita yang sekedar hafal saja, begitu sudah menjalani kehidupan sebenarnya, bermacam-macam godaan penghancur bahtera rumah tangga pun tidak dapat kita lawan sepenuhnya. Ingat-ingat, janji dalam akad nikah sifatnya adalah “sekali untuk selamanya”. Seorang suami hendaknya hanya memiliki satu istri untuk seumur hidupnya dan juga sebaliknya.

11. Berakhir Hanya Ketika Salah Satu Pihak Meninggal


Source: elsebjgmailcom

Poin kesebelas ini pararel dengan poin sebelumnya mengenai “seumur hidup” yang mengikat pada akad nikah seseorang. Kebanyakan orang terjebak romantisme yang mengatakan kalau seseorang dapat hidup selamanya bersama orang yang mereka cintai hingga bersama di dunia akhirat dan bereinkarnasi. Terdengar indah, namun sebenarnya dunia akhirat adalah tempat di mana segala sesuatu telah berakhir dan kita telah selesai memberikan pertanggungjawaban di dunia. Maka, kalau salah satu pihak meninggal, akad nikah itu sudah tidak berlaku lagi. Tapi, ini jangan dijadikan alasan untuk membunuh kalau sedang bertengkar, ya!

12. Menjadi Contoh Bagi Yang Belum Menikah


Source: FOTORC

Orang-orang yang telah memiliki akad nikah atau hendak memilikinya dalam waktu dekat berarti (akan) sampai pada tahapan hidup yang baru, di mana mereka akan menjadi pribadi yang jauh lebih matang dan terkendali dibandingkan saat masih perjaka atau perawan. Inilah yang seharusnya menjadi contoh bagi yang belum menikah, di mana akad nikah memiliki kekuatan yang besar untuk mengubah pribadi seseorang secara lebih signifikan sehingga orang-orang yang memilikinya dapat mengajari orang-orang yang lebih muda cara untuk hidup.

13. Hanya Untuk Pasangan Yang Normal


Source: kertayasa89

Beberapa di antara kita tentu tahu kalau beberapa tahun belakangan ini, Amerika Serikat dan berbagai negara lainnya (khususnya negara-negara Barat) telah mengesahkan pernikahan homoseksual. Sebenarnya, itu merupakan kejahatan alam dan bentuk pengkhianatan terbesar dari natur manusia. Ingat, manusia diciptakan laki-laki dan perempuan untuk saling berpasangan, dan bukan antar laki-laki ataupun antar perempuan. Karena itu, akad nikah yang sah seharusnya hanya untuk pasangan heteroseksual saja.

14. Kedua Belah Pihak Harus Sehat Fisik Dan Mental


Source: evitaochel

Berdasarkan pengalaman saya, mereka yang hendak melangsungkan pernikahan akan terlebih dahulu menjalani tes kesehatan dari berbagai macam laboratorium. Tes kesehatan ini gunanya untuk memastikan apakah salah seorang mempelai memiliki penyakit menular seksual yang dapat membahayakan atau tidak. Tidak jarang, tes kesehatan dilakukan dalam interval waktu yang sama dengan melakukan akad nikah. Makanya, supaya akad nikah dapat keluar, kedua belah pihak harus sehat fisik dan mental, yakni benar-benar siap menikah secara mental.

15. Harus Ada Saling Cinta


Source: jill111

Nah, inilah dia fakta yang paling penting dari sebuah akad nikah, namun yang seringkali juga diabaikan. Ingat-ingat, pada paragraf sebelumnya saya telah mengatakan berulang-ulang bahwa akad nikah tidak hanya sekedar lembaran surat yang perlu dihafalkan. Bagaimanapun juga, akad inilah yang menghantarkan kita untuk berkomitmen selamanya berhubungan dengan satu orang yang benar-benar kita cintai seumur hidup kita. Kalau prosesi maupun penerbitan akad nikah tidak didasari dengan saling cinta, maka akad nikah akan percuma. Kalau begitu, lebih baik pikirkan dahulu baik-baik sebelum lanjut menerbitkan akad nikah.

Demikianlah 15 fakta tentang akad nikah yang perlu Anda ketahui. Secara singkat, akad nikah hanya untuk mereka yang siap nikah, yakni mereka yang siap berkomitmen seumur hidup hingga maut memisahkan. Namanya cinta itu tidak memandang fisik, mungkin sekarang kita mau menerbitkan akad nikah karena si dia yang cantik atau tampan, begitu si dia jadi kakek-kakek atau nenek-nenek tua yang jelek dan tidak produktif lagi, di sanalah akad nikah tidak hanya sekedar menjadi akad nikah, namun di sanalah ujian cinta sebenarnya.

Jadi, siapkah Anda menerbitkan akad nikah?

Share on Pinterest
Share with your friends










Submit
Cinta, Pernikahan