Parkinson: 10 Fakta Mengenai Gejala, Penyebab dan Penanganannya

Share on Pinterest
Share with your friends










Submit


Source: Gadini

Parkinson adalah penyakit yang menyerang banyak orang setiap tahunnya. Penyakit ini dinamai demikian karena pertama kali dipublikasikan oleh seorang dokter asal Inggris bernama James Parkinson. Sebenarnya, banyak figur terkenal yang terdiagnosis penyakit ini, seperti Muhammad Ali dan Robin Williams. Sayang, penyakit ini seringkali terlambat dideteksi. Apa saja fakta-fakta mengenai penyakit ini?

1. Penyebab: Kerusakan Sel Syaraf Otak


Source: sbtlneet

Parkinson adalah sebuah penyakit degeneresi sel saraf yang terjadi karena hilangnya sel-sel pemroduksi dopamin di otak. Penyakit ini berakibat pada penurunan fungsi sistem motorik seperti permasalahan pada gerak.

Penyakit Parkinon disebabkan oleh kerusakan atau deteriorasi sel-sel syaraf di area otak yang dinamakan substantia nigra. Ketika berfungsi dengan normal, neuron-neuron ini menghasilkan  dopamin yang berperan sebagai penyampai pesan dalam komunikasi antara substantia nigra dengan xorpus striatum. Komunikasi ini mengkoordinasi gerakan otot yang seimbang dan mulus. Kekurangan dopamin mengakibatkan hilangnya kemampuan mengendalikan gerakan tubuh.

2. Penyebab: Genetik, Racun, Sel Oksidatif


Source: Alterfines

Ada beberapa kontroversi mengenai kemungkinan genetik atas terjadinya ini. Ada sebagian kecil keluarga yang abnormalitas genetik spesifiknya bisa menyebabkan penyakit ini. Namun, sebagian besar orang dengan penyakit ini tidak memiliki abnormalitas genetis ini. Kemungkinan, mereka yang terserang Parkinson sejak kecil mengalami ini karena komponen genetik, tetapi hal ini masih belum pasti. Ada juga bukti yang menunjukkan bahwa racun-racun tertentu di lingkungan seperti karbon monoksida, mangan, dan karbon disulfida menjadi kemungkinan penyebab ini. Ada juga alasan stres oksidatif yang dipercaya bisa menyebabkan penyakin ini. Oksidasi adalah proses dimana radikal bebas bereaksi dengan molekul lain untuk menstabilkan elektronnya yang hilang. Proses ini menyebabkan kerusakan pada jaringan-jaringan.

3. Penyebab: Faktor Resiko


Source: freestocks.org

Walaupun belum jelas kejadian apa yang mengakibatkan fungsi syaraf abnormal yang dikaitkn dengan penyakit Parkinson, ada beberapa kondisi dan medikasi yang bisa berujung kepada gejala-gejala Parkinson. Di antaranya adalah:

  • Pengobatan tertentu seperti antipsikotik yang menyebabkan gejala serupa Parkinson
  • Sindrom degeneratif Shy-Dragor
  • Obat-obatan jalanan seperti MPTP, kontaminan heroin sintetis
  • Gangguan saluran darah

Beberapa ilmuwan berpendapat gabungan faktor-faktor itulah penyebab Parkinson.

4. Gejala: Biasa Mulai di Usia 60an


Source: Kaboompics//Karolina

Parkinson adalah penyakit yang sering ditemukan pada lansia. Parkinson memiliki dua macam gejala: motorik dan non-motorik. Gejala penyakit Parkinson biasanya berbeda-beda serta berubah-ubah seiring dengan semakin parahnya penyakit itu. Biasanya, gejala ini muncul di usia 50-60an. Gejala-gejalanya biasa tak terlihat oleh orang-orang sekitar sampai terlambat.

5. Gejala: Tremor


Source: witizia

Gejala motorik adalah gejala-gejala yang terkait dengan gerak. Gejala motorik paling umum adalah tremor atau gemetaran ringan yang biasanya terjadi pada tangan, kaki, dan lengan. Gejala ini biasa terjadi ketika tengah dalam keadaan sadar di posisi duduk atau diam berdiri. Gejala ini pada mulanya mungkin hanya terjadi pada satu lengan atau kaki atau hanya satu sisi tubuh. Namun, semakin parah, gejala ini bisa merembet ke sisi tubuh lainnya.

6. Gejala: Gangguan Motorik Lain


Source: stevepb

Selain tremor, gejala-gejala umum lain termasuk otot kaku dan sakit. Salah satu gejala awal yang umum adalah berkurangnya ayunan lengan ketika berjalan yang diakibatkan oleh otot kaku. Gejala lain adalalah gerakan-gerakan yang lambat dan terbatas, lemahnya otot-otot pada wajah dan tenggorokan sehinggs susah menelan, serta mengalami kesulitan menyeimbangkan diri dan berjalan. Jika Anda memiliki Parkinson, Anda akan sulit melangkah kecil-kecil, membungkuk sedikit, dan berputar cepat. Tiba-tiba, penderita bisa mengalami freezing atau ketidakmampuan bergerak.

7. Gejala: Tahap Satu dan Dua


Source: Pixabay

Pada tahap awal, gejala yang dialami biasanya masih ringan seperti tremor. Pada tahap ini, keluarga dan teman penderita akan bisa mendeteksi gejala Parkinson karena postur tubuh yang buruk, kehilangan keseimbangan, dan ekspresi wajah yang abnormal. Pada tahap kedua, gejalanya mulai bilateral, mempengaruhi kedua bagian tubuh. Biasanya penderita akan kesusahan mempertahankan keseimbangan dan berjalan.

8. Gejala: Tahap Tiga, Empat dan Lima


Source: maxlkt

Pada tahap ketiga, gejala Parkinson mulai parah. Penderita tidak bisa berjalan lurus atau berdiri. Gerakan fisik juga terlihat melambat. Sampai di tahap empat, gejalanya menjadi semakin jelas. Berjalan adalah sesuatu yang sangat sulit, kekakuan dan perlambatan gerakan juga terlihat. Pada tahap ini kebanyakan pasien sudah tak bisa menjalani kegiatan sehari-hari dan sudah butuh dukungan. Di tahap lima atau atau tahap terjauh dari penyakit ini, pasien biasanya bahkan tak bisa berdiri atau berjalan sehingga harus dirawat secara konstan.

9. Penanganan: Metode Diagnosa


Source: Darko Stojanovic

Biasanya, gejala luar Parkinson cukup jelas untuk didiagnosa dokter. Tak ada tes darah yang bisa digunakan untuk mengkonfirmasi diagnosa ini. Dalam beberapa kasus, DaTSCAN bisa mendeteksi gejala-gejala awal penyakit ini.

10. Penanganan: Meningkatkan Level Dopamin


Source: Photos

Kebanyakan metode penanganan menargetkan peningkatan level dopamin. Cara standar adalah dengan obat-obatan, namun seiring dengan semakin parahnya penyakit, pasien-pasien memilih DBS atau deep brain simulator. Pengobatan konvensional dengan Levodopa dan carbidopa, inhibitor COMT, Stalevo, inhibitor MAO-8, dan obat-obat imitasi dopamin bisa mengontrol gejala jika terus dikonsumsi. Tapi, ada teknik pencangkokan sel yang masih terus diupayakan, teknik operasi dengan menciptakan jejak di globus pallidus atau thalamus, DBS atau menempatkan kawat di lokasi spesifik.

Itulah fakta-fakta mengenai gejala, penyebab, dan cara penanganan penyakit Parkinson. Selalu awas dan waspadalah terhatan kesehatan diri dan orang-orang sekitar, ladies!

Lagi butuh make up artist? Yuk cobain di HelloBeauty.id aja, cool banget!

Share on Pinterest
Share with your friends










Submit
Health