10 Hal tentang Diet Nasi yang Belum Pernah Anda Dengar

Share on Pinterest
Share with your friends










Submit

Source: Julien Pianetti

Nasi merupakan makanan pokok yang umum bagi masyarakat Indonesia. Namun, nasi juga seringkali hanya dijadikan sebagai makanan pelengkap atau hanya dinikmati pada beberapa kesempatan oleh orang-orang di negara tertentu.

Beberapa negara dengan angka obesitas tinggi berupaya untuk menemukan metode yang membantu untuk menurunkan berat badan dan mengurangi risiko obesitas, salah satunya dengan diet nasi atau Rice DietApakah itu Diet Nasi? Dan bagaimana cara kerjanya? Berikut ini 10 hal tentang diet nasi yang belum Anda dengar.

1. Sejarah Diet Nasi

Source: felixioncool

Diet Nasi dikembangkan pada tahun 30-an di Amerika Serikat oleh seorang dokter medis dan ilmuwan sains bernama Walter Kempner. Ia mulai mengembangkan program Diet Nasi di Duke University dengan melakukan pengobatan berupa terapi diet sederhana yang diberikan kepada pasiennya setelah ia melihat hasil observasinya bahwa orang yang mengkonsumsi nasi sebagai makanan pokok memiliki kecenderungan lebih kecil dengan masalah obesitas dan penyakit lainnya.

Diet nasi kemudian mendapatkan popularitasnya setelah buku The Rice Diet Solution: The World-Famous Low-Sodium, Good-Carb, Detox Diet For Quick and Lasting Weight Loss yang ditulis oleh Kitty dan Robert Rosati diluncurkan.

2. Bukan saja hanya nasi

Source: evitaochel

Meskipun dinamakan Diet Nasi, menu diet ini tidak hanya terdiri dari nasi—baik nasi beras putih, beras panjang, beras cokelat, beras hitam maupun nasi beras merah. Program diet ini juga terdiri dari buah-buahan, sayur-mayur, gandum, kacang-kacangan dan produk susu (termasuk yogurt) tanpa lemak dengan kandungan serat tinggi sebagai menunya.

3. Pantangan diet

Source: misterfarmer

Ada beberapa makanan yang tidak boleh dikonsumsi selama menjalani program diet yang cukup ketat ini, di antaranya makanan yang mengandung kalori, sodium (garam), lemak, gula dan protein. Makanan yang digoreng, dipanggang, diasap, serta makanan kaleng juga menjadi bagian pantangan dalam Diet Nasi. Selain itu, orang yang menjalankan program diet ini juga disarankan untuk menghindari teh hitam, kopi dan alkohol.

4. Fase pertama

Source: iha31

Fase pertama dari tiga fase dalam program Diet Nasi berdurasi antara satu sampai dua minggu yang bertujuan sebagai proses detoks dan transisi ke inti diet. Menu diet pada fase ini terdiri dari Diet Nasi dasar, yaitu dua porsi pati (satu gelas oatmeals dengan dua sendok kismis atau ⅓ gelas nasi), dan dua buah untuk sarapan, makan siang dan makan malam. Sedangkan untuk enam hari selanjutnya terdiri dari Diet Nasi lacto vegetarian, yaitu sayur-mayur, buah, gandum dan dairy (satu gelas susu atau satu cup yogurt) tanpa lemak.

5. Fase ke dua

Source: Meditations

Selanjutnya, fase ke dua bertujuan sebagai fase menurunkan berat badan pada diet ini. Durasi fase ini bergantung pada seberapa besar berat badan yang ingin diturunkan. Menu untuk hari pertama pada fase ke dua terdiri dari Diet Nasi dasar, yaitu 1 porsi pati (1 potong roti gandum, nasi atau kacang-kacangan) dan buah, diikuti dengan diet lacto vegetarian pada hari ke dua sampai kelima.

Pada hari ke enam sampai akhir pekan fase ini, menu yang dikonsumsi disebut dengan Diet Nasi vegetarian plus, yang terdiri dari dua porsi pati dan satu buah untuk sarapan; tiga porsi pati dan sayuran, serta satu buah untuk makan siang; tiga porsi pati dan sayuran, satu buah dan tiga porsi protein (atau dua porsi dairy tanpa lemak).

6. Fase ketiga

Source: Patryk Dziejma

Pada fase ke tiga, sekitar 200 kalori akan dikonsumsi sampai akhirnya berat badan akan berhenti menurun. Hari pertama terdiri dari menu Diet Nasi dasar. Selanjutnya, pada hari ke dua sampai ke empat terdiri dari menu Diet Nasi lacto vegetarian, dan pada dua hari terakhir terdiri dari menu Diet Nasi vegetarian plus.

7. Manfaat dari Diet Nasi

Source: Public Domain Pictures

Diet Nasi diyakini mampu menurunkan berat badan dan mengurangi masalah obesitas. Menurut buku yang ditulis oleh Kitty dan Robert Rosati, dalam satu bulan pertama menjalani program ini, berat badan perempuan dapat berkurang sebanyak sembilan sampai sepuluh kilogram, sedangkan laki-laki mampu mengurangi 13 sampai 14 kilogram.

Selain itu, diet rendah garam dan lemak serta tinggi protein dipercaya mampu menurunkan tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol dan penyakit jantung. Nasi juga baik untuk pencernaan dan memberi energi serta rendah kalori.

8. Hal yang perlu diperhatikan

Source: stevepb

Menu diet yang ketat dalam Diet Nasi tidak mencukupi kebutuhan kalsium, mineral dan Vitamin D, sehingga disarankan untuk mengkomsumsi multivitamin dan suplemen kalsium. Cakupan protein yang rendah juga akan menurunkan massa otot. Tingkat kalori yang rendah pada menu diet juga akan menyebabkan rasa lapar. Selain itu, tidak dianjurkan untuk menjalankan program Diet Nasi tanpa persiapan dua minggu sebelumnya, seperti dengan mengurangi minyak pada makanan yang dikonsumsi.

9. Diiringi dengan olahraga

Source: Scott Webb

Untuk mendapatkan hasil maksimal, Diet Nasi perlu dilengkapi dengan olahraga teratur. Selain itu, olahraga juga membantu mengurangi tingkat stress dan membentuk kebiasaan hidup sehat.

10. Dianjurkan untuk membuat jurnal makanan

Source: SteveRaubenstine

Ketika menjalani program diet, terutama Diet Nasi, buatlah sebuah jurnal makanan yang mencatat makanan dan minuman apa saja yang Anda konsumsi. Selain itu, jurnal makanan juga berisikan tentang catatan seperti apa yang Anda lakukan saat makan, bagaimana perasaan Anda ketika makan, dan takaran porsi makanan Anda.

Diet Nasi memang program diet yang dapat menurunkan berat badan dengan cepat dan ampuh dalam jangka pendek. Namun, dengan asupan kalori dan protein yang sangat rendah, serta program yang sangat ketat, Diet Nasi tidak dianjurkan untuk jangka panjang. Yang terpenting, meskipun Diet Nasi bisa dilakukan sendiri, jangan ragu untuk meminta saran dokter ya, ladies!

Lagi butuh make up artist? Yuk cobain di HelloBeauty.id aja, cool banget!

Share on Pinterest
Share with your friends










Submit
Culinary, Health