10 Pakaian Tradisional Indonesia Dan Pelengkapnya Ini Memang Beda

Share on Pinterest
Share with your friends










Submit

1280px-Bali-Danse_0704aSource: Wikipedia

Sebagai negara yang memiliki suku bangsa yang majemuk, Indonesia sudah secara natural juga mewarisi budaya dan adat istiadat yang beragam. Nah, ladies, kali ini kita akan membahas pakaian tradisional dari berbagai wilayah negeri dengan keelokan budayanya masing masing.

1. Kebaya


Source: Shinta Safira

Pakaian kebanggaan kaum hawa ini sudah jadi ikon nasional wanita Indonesia. Desain kebaya pun sudah sangat beragam dan semakin menawan. Awalnya, kebaya adalah pakaian permaisuri dan selir kerajaan Majapahit yang dalam perkembangannya nanti beralkuturasi dengan budaya arab seiring dengan kedatangan pedagang Islam dari India. Saat ini, kebaya sudah sangat modern dan biasa dipadukan dengan bawahan kain tradisional Indonesia lainnya, seperti batik, songket, tapis dan tenun ikat.

2. Batik Jawa


Source: Ian Alexander

Batik Jawa sendiri berbeda beda berdasarkan pengaruh budaya dan geografi. Batik Jawa bisa dikenali dari warna sogan, seperti putih, coklat tanah dan hitam, dengan motif parang. Batik pesisir didominasi oleh warna cerah, seperti kuning, biru dan hijau, dengan motif sulur yang besar. Dan batik lasem dikenali dari warna merahnya dan motif porselen china. Ada juga batik tiga negeri yang merupakan batik perpaduan antara tiga wilayah produsen batik di jawa. Batik satu ini hadir dalam tiga warna menawan, yakni sogan dari jawa, biru dari pekalongan dan merah dari Lasem.

3. Batik Bali


Source: Jullian Boulin

Batik Bali modern memiliki perpaduan warna warna cerah dan campuran motif tradisional dan kontemporer. Awalnya, batik hanya digunakan untuk udeng atau ikat kepala laki laki Bali, namun seiring perkembangan pariwisata Bali yang melejit, Batik Bali mulai dikembangkan dan banyak mengadopsi motif luar. Di Bali sendiri, batik masih banyak dipakai dalam berbagai upacara adat dan pernikahan. Selain batik, Bali juga memiliki warisan budaya kain tenun Ikat Bali.

4. Kain Tapis


Source: Midori

Kain tradisional ini merupakan warisan budaya tak ternilai dari masyarakat Lampung. Menurut sejarah, kain Tapis sudah ada sejak abad II Masehi. Kain yang awalnya dijadikan pusaka keluarga ini, kini sudah digunakan secara luas oleh masyarakat Lampung dan sekitarnya. Keelokan sulaman benang emas dan perak pada kain Tapis menjadi alasan mengapa kain ini memiliki nilai jual tinggi. Untuk motif, kain tapis dihiasi dalam motif bunga melati, pohon hayat, roh roh orang meninggal dalam pohon serta kait kunci.

5. Kain Ulos


Source: Gabriel Sianturi

Ulos adalah kain tenun yang dibuat oleh masyarakat Tapanuli yang menyebar sampai ke wilayah Toba dan Simalungun di Sumatra Utara. Kain Ulos memiliki ragam warna dan motif beraneka ragam menurut daerah dan Si pembuatnya. Kain Ulos sendiri masih dipakai dalam berbagai upacara keagamaan masyarakat Tapanuli dan Batak. Namun, seiring dengan perkembangan modernm motif kain Ulos sendiri sudah banyak diangkat oleh beberapa desianer ternama tanah air sebagai bentuk apresiasi warisan leluhur.

6. Suntiang Adat Padang


Source: Mamasamala

Nah, mahkota satu ini benar benar unik. Tidak hanya cantik, Suntiang atau Sunting ternyata memiliki berbagai tingkatan. Aksesoris mempelai wanita dalam pernikahan adat Padang/ Minang ini dibagi menjadi dua jenis, yakni Suntiang gadang dan Suntiang ketek. Masing masing dipakai oleh mempelai wanita dan pedampingnya. Suntiang tersusun dari hiasan Bungo Serunai yang biasanya terdiri dari 3-5 lapis serta Kembang Goyang. Aslinya, Suntiang ini lumayan berat dengan 3,5 kg bertengger di atas kepala, bisa kebayang kan? Namun, saat ini sudah ada Suntiang praktis yang jauh lebih ringan.

7. Kain Tenun Ikat


Source: Midori

Kain tenun di Indonesia sangatlah beragam. Tercatat beberapa wilayah di Nusantara ini memiliki tenun ikatnya sendiri, sebut saja Bali, Sumbawa, Lombok, Flores, Timor, Jepara, Toraja dan Sintang. Masing masing tenun ikat tentunya memiliki motif dan ciri khas berbeda beda berdasarkan budaya lokal setempat. Kain Gringsing, contohnya, adalah kain ikat satu satunya yang dibuat menggunakan teknik tenun ikat ganda.

8. Blangkon


Source: Puryono

Penutup kepala khas Jawa ini juga sudah sangat ikonik. Blangkon dulunya dipakai sebagai pelengkap busana pakaian adat Jawa. Tutup kepala bermotif batik ini sendiri nyatanya dibagi menjadi 4 (empat) jenis, yakni blangkon Ngayogjakarta, Surakarta,  Kedu dan Banyumasan. Perbedaannya terletak pada mondholan atau tonjolan di bagian belakang blangkon. Ada beberapa blangkon yang menggunakan mondholan, seperti blangkon Ngayogjakarta. Ada yang tidak menggunakannya, seperti blangkon Surakarta.

9. Baju Bodo


Source: Buregsandeq

Pakaian tradisional perempuan Bugis ini dulunya dipakai untuk upacara pernikahan. Seiring perkembangannya, baju Bodo juga dikenakan dalam acara menyambut tamu agung dan kostum menari. Baju Bodo biasa dikombinasikan dengan kain Lippa’ Sabbe (kain tenun di daerah Wajo) atau bisa juga dengan kain tradisional Indonesia lainnya, seperti Tapis, Songket dan Ikat. Baju Bodo dibuat dalam warna warna cerah dan berani, seperti kuning, biru, merah muda, hijau, dan masih banyak lagi.

10. Kain Songket


Source: Rollan Budi

Songket merupakan asli budaya Melayu dan dipercayai, menenun songket pertama kali berawal dari daerah Palembang sebelum akhirnya menyebar ke Malaysia, Brunei dan sebagian wilayah Indonesia. Seperti kain Tapis Lampung, Songket Palembang juga dihiasi oleh benang emas dan perak yang mana membuat nilai kain songket makin tinggi. Seperti halnya kain tradisional Indonesia lainnya, Songket awalnya banyak digunakan dalam upacara sakral seperti pernikahan dan keagamaan juga. Kini, motif Songket bisa dengan mudah dijumpai pada tas, dompet dan hiasan dinding.

Nah, itu tadi, ladies, pakaian tradisional di Nusantara beserta keunikannya masing masing. Kamu pasti tertarik untuk memilikinya kan? Kalau bukan kita sendiri yang menjaga warisan tak ternilai ini, lalu  siapa lagi? Jangan sampai tunggu diakui oleh negara tetangga lagi, ya.

Yuk, lestarikan warisan budaya lokal!

Lagi butuh make up artist? Yuk cobain di HelloBeauty.id aja, cool banget!

Share on Pinterest
Share with your friends










Submit
Fashion