Aduh Kena Tipes!Ayo Ketahui 10 Hal Mengenai Serba-Serbi Tipes

By |2018-11-08T04:26:33+00:00March 13th, 2017|Health|Comments Off on Aduh Kena Tipes!Ayo Ketahui 10 Hal Mengenai Serba-Serbi Tipes


Source:NIAID

Indonesia adalah endemis infeksi bakteri Salmonella typhosa. Bakteri ini dapat menyebabkan demam typhus atau tipes pada tubuh manusia. Bahkan, pada tubuh manusia yang tidak sakit pun dapat terdeteksi keberadaan kuman ini. Karena itu, pengetahuan mengenai penyakit ini sangatlah penting.

1.Demam


Source:PublicDomainPictures

Demam pada demam typhus terjadi karena adaptasi tubuh terhadap infeksi kuman ini. Tubuh akan menghasilkan senyawa yang bertugas melawan bakteri, yaitu interleukin-1 dan TNF alfa. Kedua zat ini merangsang pusat suhu tubuh untuk meningkatkan suhu tubuhnya. Panas yang terjadi pada demam typhus biasanya terjadi pada sore atau malam hari dan hilang saat pagi hari. Selain itu, panas pada demam typhoid tidak menyebabkan peningkatan suhu tubuh seperti pada penyakit infeksi lainnya.

2.Sakit Kepala


Source:PublicDomainPictures

Nyeri kepala yang dirasakan oleh penderita infeksi demam typhoid biasanya  terasa di daerah dahi. Nyeri kepala ini menyebabkan pasien menjadi sulit tidur. Selain nyeri kepala, badan penderita akan mengalami pegal- pegal di seluruh tubuh. Nyeri yang terjadi sebagai akibat dari racun yang dikeluarkan Salmonella typhosa. Penderita juga bisa mengalami mual dan muntah. Hal ini  mungkin berhubungan dengan infeksi bakteri di saluran pencernaanya.

3.Konstipasi dan Diare


Source:Julien Harnels

Salmonella typhosa menginfeksi manusia melalui makanan yang dimakan. Kemudian bakteri ini mulai mengganggu sel-sel di permukaan penyerapan usus. Karenanya, usus manusia bereaksi dengan meningkatkan gerak ototnya atau malah menurunkan gerakan otot. Peningkatan gerakan otot dapat menimbulkan diare atau mencret, biasanya dapat disertai lendir atau darah. Jika terjadi penurunan gerakan otot, dapat terjadi sembelit atau konstipasi.

4.BAB bedarah


Source:sonar

BAB berdarah adalah buang air besar yang disertai dengan darah. Hal ini terjadi karena aktvitas bakteri yang menembus dinding usus. Darah yang keluar pada feses berwarna merah segar karena tidak bereaksi dengan asam lambung yang berasal dari lambung.Jika bereaksi dengan asam lambung, darah akan berwarna kehitaman. Letak infeksi salmonella biasanya pada usus besar.

5.Sakit Perut


Source:PACAF

Nyeri adalah persepsi manusia terhadap suatu bahaya atau hal yang menyebabkan bahaya tubuh atau jaringan. Nyeri adalah tanda atau peringatan bahwa tubuh sedang sakit. Nyeri dapat terjadi karena hal yang berbahaya itu terdeteksi oleh reseptor saraf. Serabut saraf mempersarafi seluruh tubuh termasuk usus manusia. Ketia usus terjadi kerusakan, kerusakan itu akan dikirim ke otak sebagai sinyal bahaya dan dipersepsikan sebagai nyeri oleh otak kita. Nyeri pada perut yang terinfeksi juga dapat disebabkan karena gas yang berlebih atau kembung.

6.Kejang Demam


Source:PublicDomainPictures

Pada bayi dan batita, otak nya masih belum sempurna dan perlu proses pematangan. Sama seperti jantung, sel otak manusia juga memiliki kelistrikan yang menunjang aktivitas otak seperti mengingat, bergerak dan ain sebagainya. Otak bayi yang masih belum matang ini mudah terpicu kelistrikannya sehingga dapat menimbulkan kejang. Pemicu kejang yang paling sering adalah panas. Infeksi salmonella typhosa dapat menyebabkan panas tinggi. Dan kadangkala hingga lebih dari 37.5 selsius temperatur aksila atau ketiak. Kejang yang diawali dengan demam disebut kejang demam

7.Perubahan pada mulut dan bibir


Source:Denis Defreyne

Infeksi bakteri pada usus dapat menyebabkan gangguan penyerapan nutrisi dan cairan pada tubuh sehingga dapat menyebabkan dehidrasi. pada bibir dan lidah dapat erjadi sejumlah perubahan karena kekurangan cairan, yaitu bibir menjadi pecah- pecah dan mudah berdarah. Selain itu, pada infeksei salmonella dapat terjadi lidah kotor di mana, lida menjadi berwarna putih dengan sekitarnya berwarna merah. Hal ini dapat terjadi karena sel imun tubuh melawan bakteri yang ada di saluran pencernaan salah satunya pada lidah.

8.Leukopenia


Source:Meowlody

Leukopenia adalah penurunan jumlah sel darah putih dalam pembuluh darah manusia. Pada infeksi, salmonella hal ini terjadi karena sel darah putih banyak yang menuju jaringan untuk melawan bakteri yang ada di jaringan. Namun, pada anak kecil terutama 10 hari pertama infeksi ini sel darah putih dapat meningkat. Dan pada kasus perforasi usus atau usus yang berlubang dapat terjadi peningkatan jumlah sel darah putih. Perforasi usus adalah hal yang sangat berbahaya dan mengancam nyawa.

9.Pemeriksaan Serologi


Source:DarkoStajanovic

Pemeriksaan serologi adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk memeriksa kadar antibodi dalam tubuh yang menyerang antibodi. Ada dua jenis antibodi yang diperiksa, yaitu anti-O dan anti-H. Anti-O adalah antibodi yang menyerang lapisan terluar dari bakteri. Sedangkan, anti-H adalah antibodi yang menyerang ekor bakteri. Antibodi ini dapat bermakan jika terjadi peningkatak titer menjadi 1/320 atau terjadi peningkatan titer 4 kali lipat dari pemeriksaan pertama dengan jeda waktu pemeriksaan 5-7 hati.

10.Pengobatan


Source:detrick

Pengobatan infeksi salmonella adalah dengan antibiotik. Antibiotik yang spesifik untuk infeksi ini adalah chloramfenikol atau thiamfenikol. Efek samping dari antbiotik ini adalah menyebabkan gangguan pada sel darah. Namun tidak terlalu berbahaya jika tidak digunakan dalam jangka waktu yang lama. Antibiotik yang lain adalah dengan ceftiaxone atau ciplofloxacin. Namun untuk ciprofloxacin penggunaanya tidak boleh pada anak- anak karena dapat mengganggu pertumbuhanm kerja antibitik ini adalah dengan menghambat DNA.

Demikianlah 10 info mengenai infeksi tipes atau salmonela typhosa. Jagalah kesehatan anda dengan menghindari makanan yang kurang higienis sehingga anda terhindar dari infeksi ini. Selamat membaca!