15 Jenis Buah Dan Sayuran Hidroponik Yang Bisa Ditanam Di Rumah

By |2018-11-08T22:08:46+00:00April 25th, 2017|Culinary, Health|Comments Off on 15 Jenis Buah Dan Sayuran Hidroponik Yang Bisa Ditanam Di Rumah


Source: Khaty Kimple

Bagi penghobi kegiatan bercocok tanam yang hidup di perkotaan, keterbatasan lahan menjadi hambatan. Namun hal itu dapat diatasi dengan teknik hidroponik yang justru memiliki keunggulan dibanding dengan media tanah. Hidroponik yang berarti bercocok tanam dengan media air dapat mengahilkan kualitas dan kuantitas yang lebih baik dari media tanah. Penggunaan pupuk pun menjadi lebih efisien dan pengendalian hama lebih mudah. Namun tidak semua tanaman bisa di aplikasikan dengan teknik ini. Berikut beberapa jenih tanaman yang dapat di kerjakan dengan media air.

1. Selada


source: Amanda Slater

Selada dapat hidup di daerah beiklim sedang maupun tropis. Tanaman ini memiliki kandungan mineral, termasuk iodium, besi, tembaga, fosfor, kobal, seng, dan potasium yang membuatnya sebagai sayuran terbaik untuk menjaga keseimbangan tubuh. Perawatannya yang mudah menjadikan selada sebagai salah satu tanaman yang direkomendasikan untuk yang ingin belajar teknik hidroponik di rumah.

2. Bayam


source: Daneilla Segura

Bayam merupakan sayuran yang dikonsumsi daunnya ini dikenal sebagai sumber zat besi yang dibutuhkan tubuh. Selain itu sayuran ini juga bermanfaat untuk mencegah sel kanker, menyehatkan jantung dan organ pencernaan, dan meningkatkan energi tubuh. Bayam yang ditanam dengan hidroponik memilik daun yang lebih lebar dibanding yang ditanam di media tanah.

3. Sawi


source: G! 37

Tanaman ini merupakan salah satu sayuran yang populer di Indonesia. Sayuran ini memiliki banyak manfaat seperti kaya akan serat dan banyak zat gizi. Maka tak heran sayuran ini banyak dibutuhkan apapun jenisnya, baik itu sawi hijau, sawi putih, pok coy, atau sawi daging. Sawi juga termasuk tanaman yang mudah dibudidayakan secara hidroponik.

4. Kangkung


source: Elsa Dean

Kangkung yang cocok untuk dibudidayakan secara hidroponik adalah jenis kangkung air, karena kangkung darat yang hidup ditempat kering justru akan busuk jika ditanam ditempat berair. Kandungan gizi dan rasa kedua jenis kangkung itu tidak berbeda. Karena kangkung air pada dasarnya hidup di daerah rawa, maka tidak sudah untuk memindahkannya ke media hidroponik. Hanya dalam waktu 4-6 minggu setelah benih, kangkung dapat dipanen.

5. Mentimun


source: Larry Hoffman

Tak asing lagi, mentimun memiliki kandungan air tinggi, sehingga memiliki sifat diuretik, efek pendingin dan pemebersih yang bermanfaat bagi kulit. Masker wjah yang menggunakan kandungan mentimun biasa digunakan untuk mengencangkan kulit. Dengan segala kebaikan bagi kesehatan kulit yang berasal dari tanaman ini, akan lebih hemat jika kita menanam sendiri dengan metode hidroponik.

6. Tomat


source: Cooking etc.

Menurut sejarah, tanaman ini berasal dari daratan tinggi pantai barat Amerika Selatan yang sebarkan ke seluruh dunia oleh bangsa Spanyol. Terdapat ratusan kultivar tomat yang dibudidayakan berdasarkan penampilan atau kegunaan buahnya, diantaranya tomat buah, tomat sayur, serta tomat lalapan. Dengan begitu tomat terklarifikasi sebgai buah maupun sayuran. Seiring perkembangan pengetahuan, tomat kini tidak lagi sbagai pelengkap makanan tapi juga berguna untuk kecantikan. Kandungan vitamin C di dalamnya bermanfaat untuk mencerahkan kulit dan mengecilkan pori-pori. Tomat yang ditanam dengan hidroponik menghasilkan vitamin yang lebih baik, dan rasa yang lebih manis.

7. Kentang


source: Mike Mozart

Kentang banyak disukai karena memiliki karbohidrat yang tinggi. Karenanya kentang menjadi makanan pokok penting di Eropa dan Amerika. Begitu banyak olahan ketang yang sering kita jumpai di Indonesia seperti kentang goreng, kentang rebus, keripik, sup kentang, bergedel dan lainnya. Kentang tidak memiliki banyak kalori sehingga tidak menyebabkan kegemukan. Jika ingin membudidayakan kentang, tanaman ini cocok untuk metode hidroponik.

8. Wortel


source: Bi-frie

Wortel pun memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi, dan di klaim sebagi pemilik vitamin A terbaik. Selain itu juga diklaim dapat menurunkan kolesterol, dan mencegah kanker. Meskipun buah yang rasanya manis ini banyak dijumpai di dataran tinggi, Wortel juga cocok untuk ditanam dimedia hidroponik dengan drip system.

9. Daun Bawang


source: Liz West

Tanaman ini masih dalam jenih sayuran dari kelompok bawang yang banyak digunakan dalam masakan Indonesia seperti martabak telur, sop, atau bumbu tabur  pada soto. Jika ingin menanam daun bawang secara hidroponik, sebaiknya menyertakan benda padat yang dapat menyerap air, seperti serbuk gergai atau serbuk bambu, spons, dan sebagainya. Ini untuk mengurangi hancurnya kulit terluar daun bawang.

10. Buncis


source: Alice Henneman

Tanaman kacang-kacangan ini diakui mengandung protein yang tinggi. Selain itu diyakini dapat menurunkan tekanan darah tinggi,  dan mengawal metabolisme gula dalam darah. Tanaman yang berasal dari Amerika Tengah ini  juga bukan jenis sayuran yang sulit ditanam. Banyak petani yang membudidayakan tanaman ini, bahkan mereka kini pun beralih dengan metode hidroponik untuk pembudidayaan buncis ini.

11. Cabe


source: Havar og Solveig

Menanam cabe bukan hal sulit. Tanaman ini tidak membutuhkan perawatan intensif. Begitu juga dengan metode hidroponik. Konsumsi cabe di Indonesia sangat tinggi, dan tidak jarang tiap harga melambung di pasaran, gelombang protes bermunculan. Daripada ikut capek sendiri karena protes terus, lebih baik tanam sendiri cabe dengan metode hidroponik, lebih hemat dan gampang.

12. Paprika


source: Reihold Packesein

Bagi penggemar anime Shinchan, pasti tidak asing dengan buah (yang juga tergolong sayuran) ini. Karakter Shinchan sangat tidak menyukai paprika, padahal buah yang masih berkeluarga dengan terong ini menghasilkan rasa manis, walau sedikit pedas. Warna buahnya bisa bermacam-macam seperti merah, kuning, oranye, dan hijau. Di Indonesia, tanaman yang kaya anti oksidan ini susah ditanam dengan konvensional (dengan media tanah) karena teknik pelaksaan yang rumit, namun ternyata bisa lebih mudah dengan metode hidroponik.

13. Semangka


source: Mike Mozart

Buah yang berasal dari dari Afrika bagian selatan ini masih sekerabat dengan denga labu-labuan, melon, dan timun. Penanaman buah cukup mudah, dan tidak sulit ditemui dipasaran. Olahannya bisa berbagai macam untuk es buah, jus, maupun dimakan langsung. Meskipun tanaman ini bersifat merambat, namun tidak sedikit yang membudidayakannya dengan metode hidroponik.

14. Blueberry


source: Jennifer C

Di daerah asalnya, Amerika Utara, tanaman yang berupa semak ini biasa tumbuh secara liar. Blueberry membutuhkan kondisi tanah asam yang tinggi, karena itu tumbuh lebih baik dengan media hidroponik. Dengan mengontrol kadar ph dan kecukupan air nutrisi yang rutin akan menghasilkan panen blueberry yang besar dan sehat. Olahannya biasa dijadikan selai, ataupun jus.

15. Strawberry


source: Fried Dough

Telah banyak petani-petani yang beralih membudidayakan Strawberry dengan cara hidroponik dengan sistem tetes karena lebih praktis perawatannya. Selain itu penanaman strawberry dengan hidroponik cenderung menghasilkan buah yang lebih banyak. Karena dengan hidroponik tanaman dapat menyerap nutrisi lebih banyak. Karena rasanya yang manis, olahan strawberry banyak ditemui menjadi, selai, jus, pelengkap kue, maupun aneka makanan dan minuman lainnya.

Selain untuk kita panen sendiri, tanaman-tanaman ini juga membuat lingkungan kita menjadi lebih segar karena dapat menyerap karbon dioksida.
Yuk, kita mulai menanam dengan hidroponik untuk hidup lebih sehat.