15 Fakta Mengenai Pernikahan Beda Agama Yang Perlu Anda Ketahui

By |2018-11-08T16:33:20+00:00March 27th, 2017|Family, Love|Comments Off on 15 Fakta Mengenai Pernikahan Beda Agama Yang Perlu Anda Ketahui


Source: plezotte

Apapun jenis pernikahannya, orang-orang cenderung mengidentikkan pernikahan dengan kebahagiaan, terutama menjelang dan di tengah-tengah resepsi. Sebabnya, pernikahan adalah loncatan awal ke kehidupan yang sebenarnya. Namun, bagaimana kalau pernikahan tersebut ternyata memiliki kepercayaan yang beda, dalam hal ini, pernikahan beda agama? Ada berbagai anggapan dari berbagai orang dan latar belakang yang ada, namun dari sekian banyak, 15 fakta di antaranya akan saya ulas pada kesempatan kali ini:

1. Unik Dan Menarik Bagi Orang-Orang Jaman Sekarang


Source: martineronsse

Di masa lalu, adalah tabu bagi orang-orang untuk menikah berbeda agama karena berbagai macam alasan yang tidak dapat dijelaskan. Namun, di masa sekarang, fenomena yang sama adalah sesuatu yang unik dan menarik. Sebab, bagaimana dan kapan lagi dapat menyatukan dua insan dengan latar belakang, asal usul, dan kepercayaan yang berbeda, sehingga keduanya menjadi satu? Itu hanya dapat dimengerti orang-orang di masa sekarang, di mana kemajuan pendidikan dan pengetahuan lebih tinggi dibandingkan masa lalu.

2. Di Satu Sisi Juga Rumit


Source: Ellen26

Hampir segala jenis kelebihan, di masa sekarang ini, memiliki “bayaran” di balik semua kelebihan dan nilai “plus-plus” yang ada. Termasuk di antaranya adalah sifat pernikahan beda agama yang unik dan menarik. Di satu sisi, keunikan dan kemenarikan adalah daya tarik dari pernikahan beda agama, namun di sisi lainnya, keunikan yang luar biasa ini juga harus dibayar dengan harga berupa kerumitan prosesinya. Saya pernah menyaksikan pernikahan beda agama yang prosesinya sampai memakan waktu 1 minggu, di mana pengantin sama-agama hanya memakan waktu 1 hari saja. Wow!

3. Kerumitannya Tidak Berhenti Di Sekitar Prosesi Saja


Source: Photo-Mix

Poin ketiga mengenai fakta pernikahan beda agama ini adalah pararel dengan poin sebelumnya mengenai kerumitan di balik keunikan dan daya tarik pernikahan beda agama. Tidak hanya sekedar prosesi pernikahannya yang rumit, namun juga restu dari kedua orang tua serta pihak-pihak terkait tidak mudah didapatkan. Sebab, di negara kita umumnya orang-orang masih tidak terbiasa dengan orang-orang yang menikah berbeda agama, dan ini adalah salah satu yang mempersulit pernikahan beda agama.

4. Masih Memiliki Citra Negatif


Source: adamkontor

Pernikahan beda agama identik dengan berbagai macam citra negatif, terutama untuk Muslim dan Nasrani, dua agama yang paling lazim ditemui di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia. Citra negatif tidak hanya di mata orang tua atau mertua dan menantu saja, namun juga melekat pada cap atau label yang diberikan oleh masyarakat. Yang paling sering saya dengar dari pasangan yang menikah berbeda agama adalah dilabeli anak membangkang atau anak durhaka, karena tidak mengikuti ajaran agama orang tua.

5. Rawan Terkena Godaan


Source: AdinaVoicu

Jangan dikira yang unik dan menarik 100% bebas godaan. Ingat, kita hidup di dunia yang berdosa, di mana dosa masih kuat bercokol dalam diri tiap manusia, yang kemudian membuat manusia manapun tidak selamanya dapat tahan godaan. Di masa lalu, Nabi Sulaiman yang memiliki total seribu istri (dari 300 istri dan 700 gundik) telah mengajarkan kita tentang betapa pentingnya kita untuk tidak jatuh ke dalam dosa godaan penyembahan patung. Ingat, inilah risiko pernikahan beda agama yang kata orang unik dan menarik.

6. Tantangan Monogami Yang Berat


Source: AdinaVoicu

Beberapa agama mengijinkan poligami, seperti Islam. Kalau ada pasangan yang non-Muslim dan agama atau kepercayaannya tidak mengijinkan adanya poligami, maka hal ini akan memberatkan jalannya pernikahan beda agama. Apalagi, sekarang ini banyak pemuda-pemudi yang ganteng dan cantik lagi masih lajang. Sudah begitu, sekarang juga banyak organisasi pengembangan diri di mana kita bisa ngaceng cowok-cowok cakep dan cewek-cewek cantik selagi suami atau istri tidak ada. Apapun itu, pernikahan beda agama faktanya memiliki tantangan yang berat, khususnya dalam hal mempertahankan cinta pasangan.

7. Rawan “Lingkaran Setan” Cerai-Kawin-Cerai-Kawin-Dan Seterusnya


Source: stevepb

Kalau godaan sudah tidak tertahankan, dan kita pun juga makin jelalatan ketika pasangan yang berbeda agama tidak ada di samping kita, maka selanjutnya risiko terberat pernikahan beda agama adalah rawan “lingkaran setan”. Tidak hanya sekedar perceraian, namun juga akan membuahkan emosi kekanak-kanakan yang bangkit, sehingga sesudah cerai akan kawin lagi dalam jangka waktu pendek. Setelah kawin dan salah satu pihak tidak puas, maka akan bercerai lagi dan seterusnya. Kasus lain adalah, orang tua hasil pernikahan beda agama bercerai dan kawin lagi, lalu “tren” tersebut dilanjutkan hingga ke anak, anaknya anak, dan anaknya-anaknya-anak. Wow!

8. Rawan Konflik Keturunan


Source: Taekwondo-am-Tegernsee

Makanya, inilah pentingnya kesabaran dan ketulusan hati mereka yang ingin melangsungkan pernikahan beda agama di manapun, kapanpun, dan dengan cara apapun. Tidak hanya rawan konflik suami-istri di masa yang akan datang yang dapat saja berujung perceraian, namun juga dapat rawan konflik hingga keturunan kesekian. Tidak jarang anak-anak dan cucu maupun cicit suami-istri beda agama berebut kekuasaan, terkadang di tempat yang tidak enak dilihat banyak orang. Parahnya, ini berlanjut hingga beberapa generasi turun-temurun.

9. Harus Dipikirkan Secara Matang


Source: nhilbanda

Natur pernikahan adalah hal serius yang mengikat seumur hidup, di mana pernikahan, yang katanya orang juga merupakan batu loncatan kepada kehidupan baru, harus dipikirkan secara matang. Semakin matang pemikiran awal yang harus dicanangkan kalau ternyata pernikahan tersebut memiliki perbedaan-perbedaan yang vital, seperti perbedaan agama. Memang seringkali orang berdalih kalau yang penting cinta, tapi sebenarnya, pernikahan beda agama akan memiliki banyak tantangan di masa mendatang, karena itu pikirannya harus benar-benar matang sebelum melangkah ke jenjang berikutnya.

10. Membutuhkan Kesabaran Tinggi Dari Kedua Belah Pihak


Source: fotomanianet

Ternyata, pernikahan beda agama tidak dapat berjalan hanya dengan mengandalkan perencanaan awal. Karena keunikannya yang berujung dengan “bayaran” moral, maka siapapun yang melakukan pernikahan beda agama harus memiliki kesabaran tingkat tinggi. Tidak cukup hanya dari satu pihak mempelai laki-laki atau perempuan saja, namun kesabaran juga harus dimiliki kedua belah pihak. Tidak hanya saat menunggu akad nikah maupun prosesi pernikahan berjalan, namun juga selamanya harus sabar satu dengan yang lain.

11. Tetap Tidak Menghilangkan Hukum “Sampai Maut Memisahkan”


Source: rojurnalist

Mungkin salah satu pasangan yang beda agama akan ngotot kalau dalam agamanya, perceraian itu diperbolehkan dengan alasan ini dan itu. Namun, sejauh yang saya ketahui, tidak pernah ada agama yang mengajarkan perceraian. Lagipula, buat apa perceraian kalau sudah ada janji “sampai maut memisahkan” di hadapan hakim dan para pemuka agama? Ketika janji itu terucap, itulah yang akan mengikat kedua belah pihak. Kalau tidak siap dengan hukum “sampai maut memisahkan”, lebih baik jangan menikah, apalagi pernikahan beda agama.

12. Dasarnya Seringkali Tidak Ilmiah (Klenik)


Source: jackmac34

Beberapa dari kita yang memiliki kepercayaan tertentu memilih pasangan berdasarkan hari, tanggal, maupun zodiak atau shio tertentu. Tidak peduli apakah si dia beda agama atau tidak, seringkali itulah yang menjadi landasan seseorang melakukan pernikahan beda agama. Padahal, pengalaman penelitian saya menunjukkan zodiak, shio, maupun penanggalan lain tidak ada landasan ilmiahnya sama sekali, karena tidak ada satupun ramalan dalam zodiak, shio, weton, hari, tanggal, atau apapun itu yang terbukti benar dan berlaku untuk semua orang. Karena itu, inilah fakta lain mengenai pernikahan beda agama, yakni dasarnya yang cenderung klenik dan tidak ilmiah.

13. Biasanya Karena Kurang Komunikasi Di Awal


Source: Olessya

Biasanya, pernikahan beda agama yang saya ketahui tetap berlanjut terus hingga memiliki anak, cucu, atau cicit (syukur-syukur kalau masih hidup) dan antar keluarga tidak bisa akur atau harmonis karena di awal-awal masa pendekatan kurang ada komunikasi. Yang lebih parah, saya pernah mendengar ada yang mengatakan kalau pernikahan yang “benar” itu adalah, “(Langsung) Temuilah walinya dan menikahlah,” Lho?! Saya pikir, orang ini tidak mengerti apa-apa mengenai pernikahan, asal bicara saja. Memangnya kalau langsung menikah komunikasi bisa lebih mudah terjalin? Ngomong kok gak dipikir blas (bahasa Suroboyoan: Kalau bicara tidak dipikir sama sekali).

14. Cinta = Dalih Terbesar Sekaligus Alasan Terkuat


Source: jill111

Pada poin sebelumnya, saya telah menyebutkan bahwa cinta merupakan dalih terbesar seseorang mau menjalankan pernikahan beda agama. Cinta memang merupakan energi yang terkuat di planet Bumi, yang dapat mencelikkan sekaligus membutakan mata seseorang akan pribadi orang lain, sehingga dapat saja orang berdalih mengenai pernikahan beda agama karena “sudah terlanjur cinta”. Di satu sisi, kalau tidak cinta, tidak mungkin pernikahan beda agama dapat berjalan langgeng dan harmonis. Inilah mengapa cinta merupakan dua sisi yang agak rumit dari pernikahan beda agama.

15. Kalau Ada Yang Menentang, Itu Adalah Orang Kuno


Source: falco

Dalam salah satu artikel di situs ini, saya telah membaca salah satu ciri pernikahan beda agama adalah cenderung ditentang oleh banyak pihak. Berdasarkan pengalaman saya, saya hendak mengatakan kalau ada yang menentang pernikahan beda agama, berarti mereka adalah orang kuno dengan pikiran yang tidak mau diajar. Justru, pernikahan beda agama merupakan sarana untuk memperbaiki jiwa, introspeksi diri, dan menjadi orang yang lebih matang serta toleran secara emosional. Dengan pernikahan beda agama juga, siapa tahu kita dapat menuntun pasangan pada jalan kebenaran?

Itulah 15 fakta mengenai pernikahan beda agama yang perlu Anda ketahui. Singkat kata, ada beberapa di antara 15 fakta tersebut yang memang sengaja saya selipkan demi pengetahuan kita semua, supaya kita semakin tahu mengenai fakta-fakta pernikahan beda agama. Ternyata, pernikahan beda agama itu tidak selamanya buruk. Ada hal-hal unik dan menarik yang dapat kita pelajari bersama, di mana Anda dapat membaca dan membaca ulang pada artikel ini.