10 Makanan Alternatif Berprotein Tinggi Yang Mungkin Tidak Kamu Ketahui

By |2018-11-05T21:46:35+00:00July 18th, 2018|Culinary, Health|Comments Off on 10 Makanan Alternatif Berprotein Tinggi Yang Mungkin Tidak Kamu Ketahui

Source: Hamza Butt

Tidak bisa dipungkiri, protein berperan penting dalam proses pertumbuhan, metabolisme, dan regenerasi sel-sel tubuh. Sumber protein yang paling dikenal selama ini mencakup produk olahan susu, telur atau daging. Tapi tahukah kamu ternyata ada banyak makanan berprotein tinggi selain  susu, telur, dan daging yang bisa dijadikan alternatif untuk memenuhi kebutuhan protein harianmu. Berikut ini beberapa diantaranya.

1. Delima (Pomegranate)

Source: fotofan1

Buah delima selama ini lebih dikenal dengan kandungan anti-oksidannya yang tinggi, dan sering dijadikan rujukan sebagai salah satu makanan dengan properti medis penangkal kanker. Selain manfaatnya untuk pengobatan, ternyata buah delima juga kaya dengan protein lho. Satu buah delima dapat mengandung sekitar 1,67 – 3 gram protein, tergatung berat dan ukuran.

2. Spirulina

Source: Vegan Photo

Disebut-sebut sebagai makanan super kaya protein dan nutrisi lainnya seperti klofil, dan zat besi. Kandungan protein dalam spirulina berkisar 65%. Spirulina termasuk kedalam famili alga dan sudah sejak lama digunakan oleh peradaban kuno di Amerika Selatan dan Afrika karena kandungan nutrisi dan manfaatnya untuk pengobatan. Produk spirulina dalam bentuk kapsul dan serbuk saat ini sudah banyak dijual dipasaran. Pintar-pintar memilih mana yang paling sesuai dengan kebutuhanmu ya.

3. Quinoa

SourceEinladung_zum_Essen

Quinoa, dibaca “keen-wa”,  berasal dari wilayah Amerika Selatan, seperti Peru, Bolivia, dan Chile, dan sudah dikonsumsi selama ribuan tahun oleh suku Inca sebagai makanan pokok. Makanan yang satu ini sering dijadikan alternatif diet. Semangkuk Quinoa diklaim memiliki sekitar 14 gram protein. Selain bikin kenyang, menyantap quinoa juga bisa membuat tubuh kamu lebih sehat karena kandungan nutrisi lainnya seperti kabohidrat dan serat.

4. Hummus

Source: carlamonsoncm0

Bagi kamu yang belum mengetahui humus atau tidak familiar dengan humus, humus ini sejenis campuran bahan makanan tinggi protein, seperti chickpeas dan olive oil, serta beberapa rempah. Semangkuk humus memiliki kurang lebih 8 gram protein. Humus mulanya berasal dari Mesir, dan sering dijadikan sebagai makanan pendamping. Saat ini sudah banyak alternatif humus yang bisa kamu buat sendiri dirumah, misalnya humus dari kacang edamame. Hummus kebanyakan disantap dengan snack seperti tortilla chips, corn chips atau cocolan untuk sayuran kukus, bahkan bisa juga dijadikan campuran salad. Sangat cocok untuk kamu yang sedang menjalani program diet tapi ingin ngemil sehat.

5. Kacang Tanah

Source: Couleur

Beberapa studi mengungkapkan kacang tanah bisa membantu kamu menurutkan berat badan.  1 ons kacang mengadung sekitar 7 gram protein. Selai kacang termasuk kedalam makanan olahan kacang tanah yang tinggi serat dan protein. Tapi jangan sampai berlebihan makan selai kacang ya guys. Tidak baik juga untuk kesehatan kamu, sebab kandungan lemak jenuhnya cukup tinggi. Lebih baik kamu mengkonsumsi kacang tanah rebus tanpa tambahan garam karena jauh lebih sehat.

6. Almond

almondsSource: Pezibear

Almond sering sekali dijadikan toping atau campuran bahan makanan untuk menambah cita rasa dan membuat penampilan makanan jadi lebih menarik. Selain rasanya yang lezat dan teksturnya yang crunchy, almond juga termasuk kedalam salah satu sumber protein. 1 ons almond bisa mengandung sekitar 6 gram protein. Ternyata cukup tinggi juga ya. Nutrisi lainnya yang terdapat dalam almond termasuk serat, vitamin E dan magnesium.

7. Brokoli

Source: Meditations

Brokoli tidak diragukan lagi merupakan salah satu sayuran dengan kandungan nutrisi yang sangat baik. Semangkuk brokoli diklaim memiliki sekitar 3 gram protein. Para ahli gizi menyarankan sebaiknya kamu mengkonsusmi brokoli dengan cara di kukus untuk menjaga kandungan protein dan nutrisi penting lainnya tetap utuh. Brokoli juga merupakan salah satu sumber vitamin K dan kalsium yang baik untuk kepadatan tulang. Cocok untuk menggantikan susu.

8. Alpukat

Source: Kjokkenutsyr

Alpukat selain bisa dijadikan masker untuk perawatan wajah dan rambutmu, ternyata kandungan proteinnya cukup besar, sekitar 2 gram per buah. Alpukat yang kaya dengan lemak tak jenuh merupakan sumber protein nabati yang baik untuk kesehatanmu. Mengkonsumsi satu buah alpukat perhari dapat meningkatkan metabolisme tubuh dan melancarkan pencernaan karena kandungan seratnya cukup tinggi.

9. Beras Hitam

Source: ronamae

Jangan tertukar antara beras hitam dan beras ketan hitam ya, karena keduanya jelas berbeda. Mungkin kamu jarang mendengar tentang beras hitam, tapi beras hitam ini tinggi kandungan proteinnya, selain itu juga banyak manfaatnya untuk kamu seperti meningkatkan kesehatan jantung dan mencegah penyakit diabetes. Dalam 100 gram beras hitam terdapat kurang lebih 7.50 gram protein. Kamu bisa mencampur beras hitam dengan kacang polong supaya terlihat lebih menarik saat disantap.

10. Tempe

Source: FoodCraftLab

Kalau yang satu ini pasti sudah tidak asing lagi bagi kamu. Tempe pada dasarnya merupakan makanan olahan kedelai. Kandungan protein dalam 100 gram tempe sangat tinggi, sekitar 19 gram. Tempe adalah alternatif makanan yang murah dan mudah didapat juga kaya manfaatnya untuk kesehatan. Cocok sebagai pengganti daging. Supaya tidak bosan, kamu bisa membuat berbagai kreasi makanan dari tempe, misalnya steak tempe atau tempe bumbu.

Nah, sekarang kamu sudah tau kan sumber makanan berprotein tinggi selain telur, susu, dan daging. Makanan ini bisa dijadikan altrenatif buat kamu yang tidak suka atau aleregi dengan produk olahan susu atau sedang menjalani diet vegan.

Jangan lupa penuhi kebutuhan protein harianmu ya. Semoga bermanfaat!