10 Fakta Yang Harus Kamu Tahu Tentang Gunung Everest

By |2018-11-08T05:11:47+00:00March 15th, 2017|Trip and Travel|Comments Off on 10 Fakta Yang Harus Kamu Tahu Tentang Gunung Everest


Source: lutz6078

Manusia terlahir dengan jiwa petualang yang selalu memiliki keingintahuan besar akan hal-hal yang ada di alam semesta ini. Tak terkecuali, keingintahuan dan rasa ingin berpetualang untuk menjejakkan kaki di daratan tertinggi di Bumi. Ya, sejak dahulu kala, manusia sudah mendaki gunung-gunung di dunia untuk menyalurkan hasrat berpetualang dan ekspresi syukur kepada Tuhan Sang Maha Pencipta. Gunung yang paling populer dan menjadi top of the destination para pendaki gunung di dunia tentu saja adalah Gunung Everest. Gunung yang terletak di Nepal dan India ini memang diklaim sebagai gunung tertinggi di dunia dengan puncaknya yang terkenal, puncak Everest. Tapi tahukah kamu jika ternyata Everest sebenarnya bukanlah gunung tertinggi di dunia? Simak 10 fakta di bawah ini yang dijamin akan membuat kamu tercengang dan menambah pengetahuan baru soal serba serbi gunung ini.

1. Sebenarnya Bukan Gunung Tertinggi di Dunia

Kaget? Ya, faktanya adalah puncak Everest memang bukan merupakan puncak tertinggi di dunia. Adalah Gunung Mauna Kea, sebuah gunung api non-aktif yang ada di Hawaii yang sebenarnya memegang rekor sebagai gunung tertinggi di dunia. Namun, Gunung Everest selama ini disebut sebagai gunung tertinggi karena ketinggiannya yaitu 8.848 mdpl, sedangkan Gunung Mauna Kea ketinggiannya hanya 4.204 mdpl. Tapi tunggu dulu, ternyata Gunung Mauna Kea meluas sepanjang kurang lebih 6.000 meter hingga ke dasar laut yang bila diukur sampai puncak maka total ketinggian gunung ini adalah 10.200 meter. Itulah sebabnya, Gunung Mauna Kea adalah gunung tertinggi di dunia bila ketinggiannya diukur dari dasar laut.

2. Pendaki Wajib Turun dengan Membawa Sampah Minimal 8 Kg

Aturan membawa turun sampah ini juga berlaku di gunung-gunung lain di seluruh dunia. Namun, mirisnya tingkat kekotoran sampah di Gunung Everest sudah masuk ke tahap mengkhawatirkan. Di gunung ini, tidak hanya sampah barang yang bertebaran namun juga mayat manusia! Banyaknya pendaki yang meninggal di gunung ini konon membuat gunung ini dijuluk kuburan tertinggi di dunia. Setiap musim pendakian, pengelola gunung memprediksi ada sekitar 50 ton sampah. Saat ini, pemerintah Nepal mengeluarkan kebijakan baru bagi para pendaki untuk membawa turun sampah mereka dan wajib pula membawa sampah lain seberat minimal 8 kg demi menjaga kebersihan gunung ini. Tentu saja ada sangsi bagi pendaki yang melanggar. Hmm, sebuah kebijakan yang bagus sekali.

3. Antrian Pendaki yang Mengular Menuju Puncak


Source: tpsdave

Berkat popularitasnya sebagai daratan tertinggi di muka Bumi ini, Gunung Everest sudah menjadi magnet kuat bagi banyak pendaki di seluruh dunia untuk menakklukkan puncak gunung ini. Tak heran, di beberapa titik pendakian menuju puncak akan banyak ditemui kemacetan panjang manusia-manusia yang antre hendak menuju puncak gunung ini. Ratusan pendaki mengantre dan berkerumun sampai berjam-jam. Saat ini, pengelola telah menambahkan tali yang dapat digunakan para pendaki agar tidak kelelahan saat menunggu antrian menuju puncak dan meminimalisir resiko lainnya.

4. Punya Banyak Nama


Source: vikashkare

Dunia mengenal nama gunung ini sebaga Gunung Everest atau Gunung Himalaya. Namun, penduduk asli Tibet yang tinggal di sepanjang pegunungan Himalaya memiliki sebutan lain yaitu Chomolungma, artinya Dewi Pegunungan. Di Nepal, gunung ini dijuluki Sagarmatha yang berarti kening langit. Gunung Everest menjadi bagian dari Taman Nasional Sagarmatha yang ada di Nepal.

5. Ketinggian Gunung Everest Bertambah Setiap Tahun


Source: frensuren

Penelitian yang dilakukan oleh para ahli dalam Ekspedisi Millenium Amerika di tahun 1999 dan menyimpulkan bahwa gunung ini ternyata terus bertumbuh kurang lebih 4 milimeter setiap tahun. Hal ini dipicu oleh pergerakan daratan India yang dulunya merupakan daratan independen yang bertabrakan dengan daratan Benua Asia sehingga membentuk Gunung Everest sekarang. Lempeng Benua Asia yang bertabrakan itu masih bergerak hingga saat ini dan mendorong gunung tersebut terus bertumbuh lebih tinggi.

6.Laba-Laba Penghuni Abadi Gunung Everest


Source: 631372

Para pendaki yang memiliki keberanian tinggi untuk menaklukkan puncak Everest dan mengalahkan rasa takut mereka harus berhadapan dengan banyak bahaya seperti tekanan oksigen yang rendah, suhu dingin yang esktrim, dan hewan laba-laba berbahaya yang menjadi penghuni abadi gunung ini sejak masa lampau. Laba-laba Himalaya atau Euophrys omnisuperstes ini bersembunyi di celah-celah pegunungan di ketinggian 6.700 meter dan memiliki sengat yang beracun. Para pendaki harus ekstra hati-hati agar tidak tersengat dan sebisa mungkin menghindari kontak dengan hewan ini.

7. Kadar Oksigen yang Sangat Tipis


Source: Simon

Kadar oksigen yang rendah di puncak Everest adalah momok maut yang sangat mengancam nyawa setiap pendaki di puncak. Di puncak, kadar oksigen hanyalah sekitar 35% dan membuat banyak pendaki mengalami sesak napas, halusinasi, dan berbagai kondisi bahaya lain yang memicu kematian. Oleh karena itu, kebanyakan pendaki yang hendak menuju puncak telah menyiapkan tabung oksigen sebagai cadangan saat telah mencapai puncak.

8. Dulunya Berupa Pantai


Source: Pixapopz

Fakta ini cukup mencengangkan, daratan tertinggi di dunia ini ternyata dulunya adalah sebuah pantai. Jutaan tahun lalu, daratan India, Nepal dan sekitarnya memang masih berupa benua independen sebelum bertabrakan dengan Benua Asia. Hasil tumbukan antar benua itulah yang menyebabkan terbentuknya Gunung Everest saat ini.

9. Turun Gunung Lebih Berbahaya


Source: Simon

Banyak pendaki yang tewas di Gunung Everest adalah pendaki yang hendak turun, alih-alih mendaki. Medan turun gunung memang lebih berbahaya, ditambah dengan kondisi pendaki yang sudah kelelahan dan cuaca yang tidak menentu serta resiko pembekuan tubuh akan selalu mengancam nyawa pendaki yang hendak turun.

10. Umur Gunung Everest Sudah Ratusan Juta Tahun


Source: auxamlech

Penelitian menyimpulkan bahwa usia gunung ini adalah 60 juta tahun, namun faktanya gunung ini sudah berusia lebih dari 450 juta tahun yang dibuktikan dari batuan kapur dan batuan sedimen yang ada di puncak gunung ini.  Susunan formasi batuan di puncak Everest mengandung fosil makhluk laut. Hal ini juga menguatkan bukti bahwa dahulu kala Everest memang merupakan lautan dan daratan pantai.

Nah, bagaimana? Terkaget-kaget bukan setelah mengetahui beberapa fakta di atas tentang Gunung Everest. Semoga hal ini membuat kamu semakin mencintai alam dan bumi ini, serta siapa tahu suatu hari benar-benar bisa menaklukkan Everest dan berdiri di puncaknya! Who knows. Fly! Catching up the sky from where you heart belongs to.