10 Fakta Seputar Kehamilan 36 Minggu

By |2018-11-07T05:27:15+00:00January 20th, 2017|Family|Comments Off on 10 Fakta Seputar Kehamilan 36 Minggu

36 WeekSource: TawnyNina

Memasuki usia kehamilan ke- 36 minggu atau sekitar 9 bulan, biasanya seorang ibu akan mengalami perasaan gugup sekaligus bahagia. Pasalnya, pada masa tersebut kondisi perkembangan janin telah mencapai tahap sempurna dan siap dilahirkan ke dunia. Hal ini menandakan bahwa sang ibu harus mulai fokus kandungannya, mulai dari menjaga kesehatan janin hingga menyiapkan segala macam kebutuhan untuk persalinan. Nah, dibawah ini beberapa fakta seputar kehamilan pada usia 36 minggu.

1. Sering Buang Air Kecil

Source: frolicsomepl

Pada trimester akhir, ukuran rahim akan semakin membesar hingga turun ke panggul dan menekan posisi kandung kemih. Kondisi ini menyebabkan daya tampung urine pada kandung kemih semakin berkurang. Sehingga akibatnya ibu akan sering buang air kecil. Bahkan tidak jarang, mereka mengompol di celana dikarenakan tibak bisa mengontrol keluarnya urine.

2. Nyeri dan Mudah Lelah

Source: AllieWare

Dampak lain yang dirasakan ibu pada usia kehamilan 36 minggu adalah mudah merasa lelah dan letih. Gejala tersebut disebabkan oleh pergerakan bayi yang semakin gesit. Dimana biasanya bayi mulai mendorong kepalanya masuk ke area pelvis, sehingga memicu rasa nyeri dan membuat fisik ibu seakan kurang stamina.

3. Emosi Tidak Stabil

Source: egor105

Ada beberapa wanita yang mengalami stres dan cemas pada minggu-minggu terakhir menjelang persalinannya. Rasa gelisah itu muncul dikarenakan ibu mulai membayangkan betapa sakitnya proses kelahiran nanti. Selain itu, kondisi ini juga dipengaruhi oleh perubahan hormon yang menyebabkan ketidakstabilan emosi. Perlu anda ketahui, stres menjelang persalinan bisa berdampak buruk dan membahayakan keselamatan janin. Oleh karena itu, sebisa mungkin usahakan untuk tetap tenang dan memperbanyak berdoa kepada Tuhan.

4. Pergerakan Bayi Mulai Berkurang

Source: sbtlneet

Memasuki usia kehamilan 36 minggu, ukuran bayi semakin membesar sehingga ruang geraknya dalam rahim juga semakin terbatas. Biasanya bayi hanya melakukan gerakan-gerakan kecil seperti menendang. Yang jelas, aktifitasnya mulai berkurang dibandingkan minggu-minggu sebelumnya. Namun demikian, sekalinya bergerak akan cenderung lebih kuat sebab organ-organnya telah terbentuk hampir sempurna.

5. Terjadinya Kontraksi Palsu (Braxton-Hicks)

Source: pexels

Di minggu ke-36, biasanya seorang wanita cenderung merasakan kontraksi dari dalam perutnya yang mana kontraksi ini disebut kontraksi palsu (Braxton Hicks). Gejala kontraksi ini berbeda dengan kontraksi menjelang persalinan. Kontraksi palsu tidak terlalu menyakitkan, intensitasnya lemah, dan seringkali menghilang dalam kurun waktu cukup lama.

6. Volume Ketuban Cukup Tinggi

Source: Skitterphoto

Ketuban merupakan cairan dalam rahim yang berfungsi untuk melindungi bayi dari benturan, mencegah infeksi, mengendalikan suhu, dan sebagai penyedia nutrisi. Ketika memasuki minggu ke 36, biasanya volume ketuban cukup tinggi yakni sekitar 500-800 ml, kemudian terus menurun hingga mendekati detik-detik persalinan. Sangat penting bagi ibu hamil untuk melakukan pengukuran air ketuban di dokter, sebab kekurangan atau kelebihan air ketuban bisa berefek buruk terhadap janin.

7. Keluarnya Lendir

Source: Pedroserapio

Lendir yang keluar di minggu-minggu terakhir kehamilan, umumnya bewarna bening dan tanpa disertai keluhan serius. Pengeluaran lendir ini akan terjadi secara terus-menerus, bahkan terkadang 15 menit sekali. Jika anda mengalaminya, maka tak perlu cemas sebab kondisi ini normal. Namun apabila lendir itu keluar dengan disertai cairan kekuningan (cairan ketuban) dan diikuti rasa mulas, maka hal ini bisa menjadi pertanda waktu persalinan anda telah tiba.

8. Organ Janin Mulai Terbentuk Sempurna

Source: pixel2013

Seiring bertambahnya usia kehamilan, perkembangan janin pun juga akan semakin pesat. Saat memasuki minggu ke-36, organ-organ janin telah terbentuk nyaris sempurna mulai dari jantung, hati, paru-paru, hingga otak. Selain itu, rambut juga mulai tumbuh, jaringan kulit terisi lemak lebih banyak, kuku pada jari-jari tangan dan kaki pun ikut terbentuk.

9. Kenaikan Berat dan Tinggi Badan Janin

Source: falco

Nutrisi makanan yang telah diserap janin selama berminggu-minggu dalam rahim akan mempengaruhi bobot dan tinggi badan sang bayi. Biasanya ketika hamil tua, bobot bayi akan bertambah sekitar ½ pon perminggunya.  Sehingga saat memasuki minggu ke-36, seorang bayi cenderung memiliki bobot sekitar 2,3-2,5 kilogram dengan tinggi badan sekitar 46-47 cm.

10. Kepala Janin Memasuki Lubang Panggul

Source: MedicalPrudens

Fakta terakhir yang terjadi pada usia kehamilan 36 minggu ialah masuknya kepala janin ke dalam lubang panggul. Secara perlahan, posisi bayi akan turun ke bagian bawah perut akibatnya ibu akan merasakan nyeri dikarenakan tekanan pada syaraf panggul. Namun demikian, kondisi ini juga membawa keuntungan. Sebab saat posisi bayi menurun, paru-paru dan perut ibu bisa memperoleh banyak ruang sehingga ibu bisa bernafas lebih lega.

Well, itulah beberapa fakta seputar kehamilan 36 minggu. Bagi anda yang sedang mengalami kehamilan usia tua, jagalah kesehatan serta hindari stres berlebihan. Selain itu, perbanyak mengonsumsi makanan bergizi dan jangan lupa untuk menjaga kebersihan daerah kewanitaan ya!

 Semoga lancar dalam melahirkan