10 Fakta Pengantin Sunda Yang Mesti Kamu Ketahui

By |2018-11-07T02:55:27+00:00January 11th, 2017|Family|Comments Off on 10 Fakta Pengantin Sunda Yang Mesti Kamu Ketahui

Source : Amrufm

Indonesia adalah salah satu negara kepulauan yang memiliki banyak suku dan adat istiadat yang tersebar dari sabang hingga merauke. Salah satu suku yang ada di Indonesia adalah suku Sunda yang notabene berasal dari daerah Jawa Barat. Dalam budaya pernikahan sunda, ada beberapa fakta menarik tentang pengantin sunda yang bisa diketahui terutama bagi Anda yang ingin melaksanakan pernikahan dengan menggunakan adat yang satu ini. Berikut ulasannya.

1. Mengikuti Berbagai Macam Ritual

Source : Katarzyna

Masyarakat sunda adalah salah satu masyarakat yang masih mengedepankan budaya dan istiadatnya terutama dalam pernikahan. Hal ini bisa kita lihat dalam setiap prosesi adat sunda yang masih sarat dengan tradisi turun temurun masyarakatnya. Berbagai rangkaian prosesi tersebut harus dilakukan apabila upacara pernikahan dilaksanakan sesuai adat sunda, diantaranya prosesi lamaran hingga upacara pernikahan itu sendiri.

2. Diawali Dengan Nandeun Omong dan Narosan

Source : Amrufm

Seperti kebanyakan upacara pernikahan dalam adat dan budaya lainnya, dalam pernikahan sunda prosesi atau tahapan menjadi pengantin sunda diawali dengan nandeun omong atau pembicaraan orangtua pria pada orangtua si gadis dan narosan atau lamaran. Saat melamar, pihak pria akan mendatangi keluarga wanita dengan membawa beberapa barang sesuai tradisi suku sunda diantaranya lemareun yang terdiri dari daun sirih, apu, gambir, cincin meneng atau cincin tanpa sambungan, pakaian wanita, uang dengan jumlah tertentu, serta beubeur tameuh atau ikat pinggang yang biasa dipakai oleh wanita setelah melahirkan.

3. Pengantin Menjalani Ritual Sarat Filosofi

Source : Shradda Lotlikar

Benda-benda yang dibawa dalam proses narosan dan segala prosesi yang dilakukan dalam pernikahan sunda sarat akan filosofi. Misalnya saja benda-benda seperti lamereun yang terdiri dari daun sirih, gambir, dan apu yang melambangkan bahwa sesuatu yang pahit akan terasa enak apabila menjadi satu, sementara cincin meneng yang dibuat tanpa sambungan merujuk pada hubungan pernikahan yang diharapkan selalu menyatu dan tidak terpisahkan. Ritual lain seperti Ngecagkeun Aisan atau ritual menggendong anak yang dilakukan sang ibu serta ayah yang membawa pelita atau tujuh buah lilin juga mengandung arti lepasnya tanggung jawab orangtua pada anak perempuannya atau kepada sang pengantin.

4. Seserahan, Siraman Dan Ngaras

Source : Susanh123

Dalam pernikahan sunda, setelah proses narosan atau lamaran selesai maka untuk menjadi pengantin dilakukanlah penyerahan seserahan dan ngaras. Proses seserahan adalah proses penyerahan hadiah dari pihak pria kepada pihak wanita dan biasanya dilakukan 3 – 7 hari sebelum pernikahan berlangsung. Ritual lain yang tidak boleh dilewatkan dalam adat sunda adalah siraman atau ritual memandikan calon pengantin wanita dan pria serta ngaras atau sungkem kedua belah mempelai pada pihak orangtua.

5. Mantra Dan Doa

Source : Public Domain Pictures

Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa pada pernikahan masyarakat sunda banyak ritual yang masih sarat akan budaya sunda itu sendiri seperti halnya pembacaan mantra atau doa dalam bahasa sunda yang mengiringi proses siraman, sungkem dan lain sebagainya. Mantra tersebut sebenarnya merupakan doa agar sang pengantin mendapatkan kebahagiaan setelah menikah dan tidak mendapatkan halangan apapun dikemudian hari.

6. Tradisi Saweran

Source : Moritz320

Tradisi sawer atau melemparkan sejumlah koin atau uang yang dicampur beras dan bunga masih menjadi salah satu ritual yang dilakukan dalam pernikahan sunda. Saat pernikahan telah berlangsung atau sebelum pernikahan dimulai, taburan sawer tersebut dilemparkan pada payung yang menaungi kedua pengantin. Tradisi saweran dilakukan dengan maksud agar keduanya hidup berkecukupan dan tidak lupa untuk bersedekah atau membantu sesama kelak setelah menikah.

7. Mitos Pengantin Sunda

Source : Sasint

Sering kita mendengar beberapa mitos mengenai pengantin dan pernikahan orang sunda termasuk larangan wanita sunda menikahi pria jawa. Mitos ini sebenarnya berkembang dari sejarah dimana dulu terjadi perang Bubat antara kerajaan Pajajaran dengan kerajaan Majapahit. Para prajurit dan bangsawan sunda yang mati akibat peperangan termasuk putri Diah Pitaloka yang bunuh diri sebelum dipersunting Hayam Wuruk membuat masyarakat Sunda geram dan melarang wanita sunda menikah dengan orang diluar kerajaannya.  Mitos tersebut saat ini kadang masih dipercaya oleh masyarakat dan beberapa dari mereka menyakini bahwa pernikahan pria jawa dengan wanita sunda tidak akan berlangsung bahagia.

8. Adat Injak Telur

Source : Agnali

Hampir sama dengan adat dan budaya suku tetangga atau Jawa, pengantin sunda juga melakukan ritual menginjak telur atau nincak endog. Ritual tersebut juga memiliki arti yang sama dengan ritual meninjak telur dalam pernikahan jawa yakni dimana telur dimaksudkan sebagai keperawanan seorang gadis yang akan dipecahkan oleh suaminya dan seorang suami yang menginjak telur dengan kaki telanjang berarti bahwa ialah yang harus bekerja keras untuk menghidupi istri dan keluarganya setelah menikah.

9. Lebih Relijius

Source : Pexels

Jika dibandingkan dengan pernikahan adat Jawa, pengantin dalam adat sunda sebenarnya melakukan ritual yang lebih sederhana dan lebih menitikberatkan pada syariah agama terutama bagi penganut agama islam. Prosesi pernikahan biasanya akan diawali juga dengan pengajian atau shalawatan serta walimah yang hampir ada dalam setiap pernikahan umat muslim. Dalam pengajian tersebut keluarga mempelai dan undangan akan membaca Alqur’an bersama-sama dan mendengarkan ceramah dari ulama atau kyai yang diundang.

10. Pakaian Adat

Source : Farids Photography

Layaknya suatu pernikahan, dalam adat sunda ada pakaian adat yang mesti dikenakan oleh pengantin pada saat prosesi akad nikah atau saat pesta. Pengantin wanita mengenakan busana kebaya sunda yang hampir mirip dengan kebaya jawa dan pengantin pria mengenakan jas tutup lengkap dengan bawahan kain rereng, bendo dengan motif rereng yang sama serta sebuah keris kujang. Selain itu, kedua mempelai juga akan mengenakan kalung yang terbuat dari untaian melati sebagai lambang kesucian dan kesakralan dalam pernikahan.

Itulah beberapa fakta yang bisa diketahui dari pengantin sunda dalam suatu pernikahan yang sarat makna dan filosofi. Mempelajari kebudayaan suatu suku bangsa memang tidak ada habisnya dan keunikan budaya tersebut juga menjadi daya tarik dan kebanggaan tersendiri bagi bangsa Indonesia.

“Keep Reading And Knowing, Guys”