10 Fakta Mengenai Perceraian dalam Islam

By |2018-11-07T02:06:43+00:00March 2nd, 2017|Love|Comments Off on 10 Fakta Mengenai Perceraian dalam Islam

divorceSource: OpenClipart-Vectors

Setiap agama memiliki aturannya sendiri. Dalam setiap tindakan, selalu ada aturan dalam menjalankannya. Demikian hal yang sama di dalam agama Islam. Di dalam islam, setiap tidakan yang dilakukan oleh manusia memiliki aturan mengenai baik dan buruk. Pada agama Islam, aturan tersebut telah tertulis di Al Quran dan juga di contohkan oleh Nabi Muhammad SAW yang di bukukan dalam Hadist. Salah satu aturan dalam Islam adalah mengenai perceraian. Setiap pasangan yang telah menikah, pasti tidak ingin bercerai. Akan tetapi, terkadang opsi perceraian tidak dapat dihindari karena berbagai alasan. Akan tetapi, di Islam sendiri, perceraian tidak semudah mengucap kata talak. Oleh karena itu, berikut ini 10 fakta mengenai perceraian dalam Islam yang penting untuk kamu ketahui.

1. Halal Tetapi Dibenci oleh Allah SWT

Source: Alexas_Fotos

Perceraian di setiap agama pasti di bahas dan memiliki aturan masing- masing. Hal itu juga berlaku di agama Islam. Agama Islam memiliki aturan yang ketat mengenai perceraian. Akan tetapi, walau di dalam Islam perceraian ada dan diijikan, perceraian sendiri bukanlah hal yang baik. Walau perceraian dalam Islam halal dan di perkenankan, akan tetapi Allah SWT membenci perbuatan cerai yang dilakukan oleh pasangan suami istri.

2. Dalil Mengenai Perceraian dalam Islam

Source: geralt

Dalil mengenai perceraian dalam islam telah di bahas di dalam Al Quran di dalam Surah Al Baqarah Ayat 229. Selain di bahas di surah Al Baqarah, dalil mengenai perceraian beserta hukum- hukumnya juga di bahas di surah At Talaq ayat 1 hingga 7. Perceraian beserta aturannya memang terdapat di dalam Al Quran, tetapi perlu diingat bahwa Allah SWT sama sekali tidak menyukai perceraian.

3. Perempuan Hamil dan Perceraian

Source:PIRO4D

Masih menjadi perdebatan di kalangan ulama mengenai menceraikan istri yang sedang hamil. Sebagian berpendapat haram, sebagian berpendapat makruh. Akan tetapi, sebagian besar ulama berpendapan makruh. Walau begitu, menceraikan istri saat ia hamil adalah sah. Akan tetapi, Islam tetap berusaha melindungi hak dari para istri hamil yang telah di cerai, dengan tetap meminta suami menafkahi sampai sang ibu melahirkan, dan sang ayah tetap wajib memberikan nafkah kepada anaknya, hal ini tertuang dalam Al Quran di surah At Talaq ayat 6.

4. Rukun Talak Suami dan Istri

Source: quicksandala

Walau talak atau cerai di Islam telah dibahas, dan sah. Tetapi talak atau cerai tidak semudah itu dilakukan. Allah menerapkan berbagai macam hukum, sehingga talak tidak mudah dilakukan. Salah satunya adalah rukun talak. Sebuah talak menjadi tidak sah jika laki- laki maupun perempuan tidak mampu memenuhi rukun yang telah ditetapkan. Rukun talak bagi laki- laki adalah:

  1. Berakal Sehat
  2. Baliqh
  3. Dengan Kemauan Sendiri

Sedangkan rukun talaq bagi perempuan adalah:

  1. Akad nikah sah
  2. Belum mendapatkan talaq tiga oleh suami

5. Hukum Perceraian dalam Islam

Source: Tumisu

Di islam, juga terdapat hukum yang mengatur menganai talaq. Hukum tersebut terbagi menjadi 5, yaitu wajib, haram, sunnah, makruh, dan mubah.

Sebuah perceraian menjadi wajib jika:

  1. suami istri tidak dapat berdamai lagi
  2. wakil pihak suami dan istri gagal membuat kata sepakat
  3. pengadilan berpendapat sebaiknya di ceraikan.

Sebuah perceraian menjadi haram jika:

  1. menceraikan istri ketika sedang haid atau nifas
  2. istri dalam keadaan suci sehabis berhubungan suami istri
  3. suami yang sakit ingin menghalangi istri mengambil harta kekayaannya
  4. menceraikan istri dengan talak tiga sekaligus, atau dengan talak satu yang diucapkan 3 kali, sehingga seolah- olah menjadi talak tiga.

Sebuah perceraian menjadi sunnah jika:

  1. suami tidak mampu menafkahi istri
  2. kelakukan istri tidak mampu menjaga kehormatannya dan suaminya

Sebuah perceraian menjadi makruh jika:

Suami menjatuhkan talak kepada perempuan yang memiliki pengetahuan yang baik, berakhlak mulia, rajin beribadah, serta memiliki tabiat dan baik.

Sebuah perceraian menjadi mubah jika:

  1. Suami tidak ada atau lemah nafsu kepada istrinya
  2. Istri telah selesai masa haidnya

6.Ucapan Talak

Source: geralt

Ucapan talak di dalam islam di bagi menjadi dua, yaitu secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung adalah saat suami mengucapkannya langsung di depan istri. Sedangkan secara tidak langsung adalah melalui perwakilan atau tertulis. Tertulis, dapat dikeluarkan langsung melalui pengadilan yang memberikan keputusan cerai.

7. Gugatan Cerai oleh Suami

Source: Alexas_Fotos

Di dalam islam sendiri, perceraian dapat dilakukan oleh suami maupun istri. Akan tetapi talaq oleh suami adalah hal yang paling umum terjadi. Talaq oleh suami terbagi menjadi 4, yaitu:

  1. Talak Raj’i
  2. Talak Bain
  3. Talak Sunni
  4. Talak Bid’ i

8. Gugatan Cerai oleh Istri

Source: Alexas_Fotos

Islam tidak hanya menginjinkan laki- laki untuk mengajukan talak. Demi menjaga kehormatan seorang perempuan, maka sang perempuan atau istri diijinkan mengajukan talak. Talak yang dilakukan oleh istri dibagi menjadi dua, yaitu:

  1. Fasakh
  2. Khulu

9. Masa Idda

Source: geralt

Masa idda adalah masa tunggu bagi perempuan. Pada masa ini, perempuan tidak boleh menikah sampai masa idda selesai. Akan tetapi bagi suami yang telah menceraikan istri dengan talak satu maupun dua, dapat rujuk kembali dengan istrinya, selama istrinya masih berada pada masa idda. Akan tetapi, jika istri telah lewat masa idda, maka di haruskan melakukan akad nikah sekali lagi. Masa idda dibagi menjadi 7, yaitu

  1. jika bercerai karena ditinggal mati, maka masa idda adalah 4 bulan 10 hari
  2. jika bercerai saat hamil, maka masa idda sesudah melahirkan
  3. jika tidak dalam keadaan hamil, masa idda adalah 3 kali masa suci
  4. jika sudah menopouse, maka masa idda selama 3 bulan
  5. jika pernikahan di batalkan, maka masa idda 3 kali masa suci
  6. jika perempuan yang mengajukan talak, maka masa idda 3 kali masa suci
  7. jika di cerai sebelum melakukan hubungan suami istri, maka tidak ada masa idda

10. Rujuk

Source: kellierae

Jika suami atau istri yang telah mengajukan talak, merasa menyesal, ada aturan yang harus dilakukan agar rujuk tersebut menjadi sah. Yang pasti, yang harus diperhatikan adalah masa idda dari sang istri. Jika suami mengajukan talak satu atau dua kepada istri, dan ingin rujuk di waktu masa idda, sang suami dapat berkata kepada istri “aku rujuk”, atau “aku rujuk dengan istriku”, atau “aku ingin kembali ke istriku”. Atau jika masa idda sudah lewat, sang suami harus melakukan akad kembali dengan sang istri.

Nah itulah, 10 fakta mengenai perceraian di dalam islam. Perceraian di dalam Islam adalah hal yang tidak membuat dosa dan tidak menjadi pahala jika dilakukan. Akan tetapi, perpisahan atau perceraian adalah hal yang di benci oleh Allah SWT. Oleh karena itu, sebaiknya pikirkan kembali jika ingin bercerai, serta dampak yang akan terjadi kepada anak- anaknya. Sebelum mengambil langkah bercerai, bicarakan setiap masalah dengan suami atau istri, dan carilah solusi bersama- sama.