10 Fakta Kehamilan Ektopik Yang Perlu Diketahui

By |2018-11-07T02:55:15+00:00January 11th, 2017|Family|Comments Off on 10 Fakta Kehamilan Ektopik Yang Perlu Diketahui

Source : Dan Evans 

Kehamilan ektopik atau yang kerap disebut dengan istilah hamil anggur adalah salah satu kondisi kehamilan dimana sel telur yang dibuahi tidak sampai pada uterus atau rahim dimana janin akan berkembang melainkan menempel pada bagian lain dari uterus atau saluran tuba fallopi. Berikut ini adalah sepuluh fakta yang perlu diketahui mengenai kehamilan ektopik agar lebih memahaminya. Selamat menyimak.

1. Berbahaya Bagi Calon Ibu

Source : David Wagner

Masa kehamilan pastinya akan membuat wanita atau calon ibu berbahagia namun kehamilan ektopik atau hamil anggur justru dapat membahayakan kesehatan sang calon ibu dan bahkan membahayakan nyawanya. Hal ini telah disahkan oleh para ahli medis dan wanita yang mengalami kehamilan ektopik harus melakukan pengangkatan janin atau kuret  agar tidak terjadi masalah seperti pecahnya rahim maupun terjadinya pendarahan.

2. Faktor Resiko Kehamilan Ektopik

Source : Anqa

Kehamilan ektopik dapat disebabkan oleh berbagai macam faktor misalnya infeksi seksual, operasi didaerah panggul, dan gangguan endometriosis atau kondisi dimana jaringan uterus atau rahim tumbuh diluar tempat yang semestinya. Faktor resiko lain yang dapat menyebakan kehamilan ektopik adalah kehamilan yang terjadi saat menggunakan IUD (intrauterine device) atau kontrasepsi lainnya,  pernah menjalani perawatan kesuburan dan juga pernah mengalami kehamilan ektopik sebelumnya. Faktor-faktor tersebut dapat meningkatkan resiko terjadinya kehamilan ektopik pada wanita dan sebaiknya dihindari.

4. Dapat Ditangani Di Zaman Modern

Source : Sasint

Jika Anda mengalami kehamilan ektopik, tidak perlu risau karena saat ini kehamilan ektopik bisa dideteksi dini dengan  USG, tes darah atau jenis tes lainnya selain itu janin yang tidak melekat pada tempatnya juga dapat diangkat dengan jalan operasi. Berbeda dengan di zaman dahulu yakni sekitar abad 19, hampir lebih dari 50% wanita dengan kehamilan ektopik meninggal dunia sementara saat ini kemungkinan wanita meninggal akibat kehamilan ektopik adalah 1 dalam 10.000.

4. Beda Dengan Hamil Anggur

Source : Couleur 

Mungkin belum banyak yang mengetahui bahwa istilah medis atau kedokteran untuk menyebut kehamilan ektopik adalah Mola hydatidosa. Istilah ini memang cukup sulit dilafalkan dan diingat sehingga kita terbiasa menyebutnya dengan istilah hamil mola saja. Terkadang masih ada masyarakat yang menyamakan kehamilan ektopik dengan hamil anggur padahal keduanya jelas berbeda.  Jadi jika Anda mendengar istilah ini, jangan bingung lagi ya.

5. Tumor Jinak

Source : Skeeze

Menurut ahli kedokteran atau ahli medis, kehamilan ektopik bukanlah kanker yang terjadi dalam rahim dan tidak bisa disamakan dengan kanker rahim. Meskipun demikian, menurut dr RA S. Danis Wati Utari SPOG, kehamilan ektopik adalah bentuk tumor jinak yang bisa diatasi dengan jalan mengangkat tumor itu sendiri. Sementara itu, tumor jinak yang terjadi pada bagian rahim tersebut memiliki resiko 30% berubah menjadi tumor ganas atau yang dikenal dengan istilah Tumor Trofoblas Gestational.

6. Dipengaruhi Usia dan Kehamilan Sebelumnya

Source : Tawny Nina

Usia wanita atau ibu saat hamil juga bisa menyebabkan terjadinya kehamilan ektopik. Resiko kehamilan ektopik cukup tinggi di usia 36 hingga 40 tahun dan resiko tersebut akan meningkat dua kali lipat jika kehamilan terjadi setelah usia 40 tahun. Selain itu, jika seorang wanita pernah mengalami kehamilan ektopik, resiko mengalaminya lagi dikehamilan kedua juga cukup tinggi yakni 1,2 hingga 2,7% dan bila memiliki riwayat khamilan ektopik dua kali berturut-turut makan resiko mengalami kehamilan ektopik yang ketiga meningkat hingga 23%.

7. Gejala Seperti Haid

Source : Maret Hosemann

Gejala kehamilan ektopik kadang tidak dapat diketahui tanpa pemeriksaan yang pasti. Meskipun demikian ada beberapa gejala yang bisa dicurigai sebagai tanda-tanda kehamilan ektopik diantaranya keluar darah seperti haid namun darahnya berbentuk gumpalan dan tidak keluar dengan lancar. Gejala lain yang terkadang muncul adalah pusing, mual dan muntah berlebihan. Selain itu, wanita yang mengalami kehamilan ektopik juga bisa merasakan adanya pergerakan dalam rahim meskipun sebenranya tidak ada janin didalamnya.

8. Tidak Disebabkan Karena Defisiensi Vitamin A

Source : Janua2000

Beberapa mitos mengenai kehamilan ektopik kerap kita dengar dimasyarakat. Salah satunya adalah mitos yang menyebutkan bahwa kehamilan ektopik terjadi akibat kekurangan vitamin A atau beta karoten. Faktanya kehamilan ektopik tidak disebabkan oleh defisiensi nutrisi tersebut dan cenderung disebabkan oleh faktor lainnya. Meskipun demikian, tetap saja seorang wanita yang tengah hamil atau mencoba untuk hamil harus tetap mengkonsumsi makanan yang mengandung gizi seimbang.

9. Kehamilan Terlihat Aneh

Source : Milic Anogueira

Fakta lain yang dapat diketahui dari kehamilan ektopik adalah mengenai penampakan perut saat hamil yang tidak semestinya. Biasanya jika seorang wanita mengalami hamil mola atau ektopik, perutnya akan membesar dan saat hamil usia 1 bulan, perutnya nampak seperti sedang hamil 3 bulan begitu juga jika ia sedang hamil 3 bulan maka perutnya akan seperti hamil 5 bulan. Jika perut nampak aneh disaat kehamilan, segera periksakan dan tangani dengan cepat agar tidak membahayakan nyawa sang ibu.

10. Bisa Hamil Lagi

Source : Greyer Baby

Kehamilan ektopik tidak selalu berakibat buruk pada wanita karena faktanya jika seorang wanita mengalami kehamilan ektopik dan ia pernah melaksanakan kuret atau operasi pengangkatan janin, ia bisa hamil lagi dikemudian hari dan melahirkan bayi yang normal. Jadi, Anda tidak perlu khawatir apabila pernah mengalaminya.

Itulah beberapa fakta mengenai kehamilan ektopik yang bisa diketahui dan semoga informasi tersebut bisa berguna untuk membaca.

“Be Healthy and Keep Strong, Good People”